Threads Rilis Fitur Pengawasan Orang Tua, Sudah Tersedia di Indonesia
Threads Rilis Fitur Pengawasan Orang Tua, Sudah Tersedia di Indonesia
Threads mulai memperluas fitur pengawasan orang tua untuk pengguna remaja di kawasan Asia Pasifik. Fitur tersebut hadir melalui Family Center dan memungkinkan orang tua atau wali mendapatkan informasi sekaligus mengatur sejumlah aktivitas remaja ketika menggunakan Threads.
Kehadiran fitur ini menambah lapisan perlindungan bagi pengguna remaja di platform media sosial milik Meta tersebut. Sebelumnya, Threads telah menyediakan Akun Remaja dengan sejumlah perlindungan bawaan, seperti profil privat dan pembatasan terhadap konten yang dapat dilihat.
Dengan adanya pengawasan orang tua, keluarga mendapatkan kontrol tambahan. Orang tua dapat memantau berapa lama remaja menggunakan Threads, menetapkan batas waktu harian, mengatur mode tidur, menentukan siapa yang dapat melakukan tagging, serta mengelola sejumlah pengaturan privasi dan preferensi konten sensitif.
Meta mulai menggulirkan fitur tersebut untuk kawasan Asia Pasifik pada September 2026. Berikut sejumlah fungsi yang tersedia melalui sistem pengawasan orang tua Threads.
1. Orang Tua Bisa Melihat Durasi Penggunaan Threads
Salah satu fitur yang cukup berguna bagi orang tua adalah kemampuan untuk melihat durasi penggunaan Threads.
Setelah pengawasan diaktifkan melalui Family Center, orang tua atau wali dapat melihat berapa lama remaja menggunakan Threads setiap hari selama satu minggu terakhir. Informasi tersebut juga mencakup rata-rata waktu harian yang dihabiskan di platform.
Data ini memberikan gambaran mengenai pola penggunaan media sosial. Orang tua tidak hanya mengetahui bahwa anak menggunakan Threads, tetapi juga dapat melihat kebiasaan penggunaan dari hari ke hari.
Informasi tersebut kemudian bisa menjadi bahan pembicaraan antara orang tua dan anak mengenai penggunaan media sosial secara sehat.
Misalnya, apabila waktu penggunaan meningkat pada hari tertentu, orang tua dapat membicarakannya secara langsung tanpa harus langsung mengambil tindakan yang terlalu ketat. Dengan adanya informasi mengenai pola penggunaan, aturan keluarga dapat disesuaikan berdasarkan kondisi nyata.
Pengawasan ini juga melengkapi perlindungan yang sudah diterapkan pada Akun Remaja. Untuk pengguna di bawah 16 tahun, orang tua memiliki kontrol tertentu terhadap perubahan pengaturan perlindungan akun agar remaja tidak begitu saja membuat pengaturan menjadi lebih longgar.
2. Batas Waktu Berlaku di Semua Perangkat
Threads juga memberikan kontrol untuk membatasi berapa lama remaja dapat menggunakan platform dalam satu hari.
Orang tua dapat menentukan batas waktu harian dan bahkan memblokir akses pada hari atau jam tertentu. Hal menariknya, batas penggunaan tersebut tidak dihitung secara terpisah berdasarkan perangkat.
Misalnya, seorang remaja mengakses Threads melalui smartphone pada siang hari dan kemudian membuka Threads melalui perangkat lain pada malam hari. Sistem tetap menghitung total penggunaan Threads, bukan membuat batas baru untuk masing-masing perangkat.
Hal ini membuat pengaturan waktu menjadi lebih konsisten.
Tanpa sistem seperti ini, pembatasan waktu berpotensi menjadi kurang efektif ketika seorang pengguna memiliki beberapa perangkat. Batas waktu yang diterapkan pada satu perangkat saja tidak otomatis membatasi penggunaan pada perangkat lainnya.
Dengan perhitungan berdasarkan total durasi penggunaan, orang tua dapat menentukan batas penggunaan yang lebih mudah diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.
Pengaturan tersebut juga memungkinkan orang tua menyesuaikan akses berdasarkan jadwal keluarga. Misalnya, akses dapat dibatasi pada jam belajar atau waktu tertentu ketika anak seharusnya beristirahat.
Baca juga : 5 Game Berisiko Tinggi bagi Anak Menurut PP TUNAS Komdigi
3. Mode Tidur Membatasi Akses pada Malam Hari
Selain batas penggunaan harian, Threads menyediakan mode tidur yang berfokus pada waktu malam.
Dalam pengaturan bawaan yang dijelaskan pada materi, notifikasi akan dinonaktifkan dan balasan otomatis diaktifkan mulai pukul 22.00 hingga 07.00.
Orang tua dapat menyesuaikan pengaturan tersebut melalui fitur pengawasan sesuai kebutuhan.
Mode tidur memberikan jenis kontrol yang berbeda dari sekadar batas durasi. Batas waktu harian menjawab pertanyaan "berapa lama Threads boleh digunakan?", sedangkan mode tidur lebih berkaitan dengan "kapan Threads tidak boleh mengganggu waktu istirahat?".
Kombinasi keduanya memungkinkan orang tua membuat aturan penggunaan yang lebih terstruktur.
Contohnya, seorang remaja dapat memiliki batas penggunaan tertentu setiap hari, sementara akses pada malam hari juga dibatasi melalui mode tidur. Dengan demikian, pengawasan tidak hanya berfokus pada jumlah waktu, tetapi juga jadwal penggunaan.
Bagi keluarga yang memiliki aturan khusus mengenai penggunaan smartphone sebelum tidur, pengaturan semacam ini dapat menjadi salah satu kontrol tambahan.
4. Pengaturan Privasi dan Tagging Bisa Dikontrol
Pengawasan orang tua di Threads tidak hanya berkaitan dengan durasi penggunaan. Aspek interaksi dan privasi juga mendapatkan perhatian.
Orang tua atau wali dapat menentukan siapa yang diperbolehkan melakukan tagging terhadap akun remaja dalam sebuah postingan.
Pengaturan tersebut penting karena tagging merupakan salah satu bentuk interaksi yang dapat membuat akun remaja muncul dalam postingan pengguna lain. Dengan kontrol yang tersedia, orang tua dapat membantu mengatur siapa saja yang boleh melakukan interaksi tersebut.
Selain tagging, beberapa pengaturan privasi dan preferensi konten sensitif juga dapat dikelola melalui sistem pengawasan.
Orang tua dapat memberikan persetujuan atau mengatur sejumlah preferensi yang berkaitan dengan pengalaman akun remaja. Pengaturan tersebut berjalan berdampingan dengan perlindungan bawaan Akun Remaja.
Akun Remaja sendiri telah dilengkapi pengaturan seperti profil privat dan pembatasan terhadap konten tertentu. Dengan demikian, pengawasan orang tua bukan menggantikan seluruh sistem perlindungan bawaan, melainkan memberikan lapisan kontrol tambahan.
5. Semua Pengawasan Dikelola melalui Family Center
Seluruh fitur tersebut dapat dikelola melalui Family Center.
Family Center menjadi pusat pengawasan keluarga yang digunakan Meta untuk membantu orang tua atau wali mengelola pengalaman remaja di berbagai layanan perusahaan.
Dengan pendekatan tersebut, orang tua tidak perlu mencari berbagai pengaturan secara terpisah di dalam aplikasi. Insight dan kontrol yang berkaitan dengan akun remaja dapat ditempatkan dalam satu sistem pengawasan.
Untuk Threads, integrasi ini memperluas fungsi Family Center ke platform yang sebelumnya sudah memiliki perlindungan melalui Akun Remaja.
Setelah sistem pengawasan terhubung, orang tua atau wali dapat memperoleh informasi mengenai penggunaan Threads dan mengatur sejumlah kontrol yang tersedia.
Meta juga menyatakan akan terus mengembangkan perangkat pengawasan tersebut. Artinya, Family Center tidak hanya diposisikan sebagai fitur untuk mengatur batas waktu, tetapi juga sebagai pusat informasi dan dukungan bagi orang tua dalam memahami pengalaman remaja di platform digital.
Apa Hubungannya dengan Akun Remaja Threads?
Fitur pengawasan orang tua sebenarnya bukan satu-satunya bentuk perlindungan untuk pengguna remaja.
Threads sebelumnya telah menyediakan Akun Remaja yang memberikan sejumlah pengaturan perlindungan secara bawaan. Contohnya adalah profil privat dan pembatasan terhadap konten tertentu yang dapat dilihat pengguna remaja.
Pengawasan orang tua memberikan kontrol tambahan di atas sistem tersebut.
Perbedaannya cukup sederhana. Akun Remaja memberikan perlindungan yang diterapkan pada akun berdasarkan usia pengguna, sedangkan Family Center memungkinkan orang tua atau wali ikut memantau dan mengelola sejumlah aspek penggunaan.
Dengan menggabungkan keduanya, perlindungan dapat mencakup pengaturan bawaan sekaligus aturan yang ditentukan keluarga.
Pengawasan Bukan Sekadar Membatasi Waktu
Ketika mendengar istilah parental control, hal pertama yang biasanya terbayang adalah pembatasan waktu penggunaan. Padahal, fitur Threads menawarkan cakupan yang lebih luas.
Orang tua dapat melihat pola penggunaan selama satu minggu, menentukan batas waktu harian, memblokir akses pada waktu tertentu, mengatur mode tidur, menentukan siapa yang dapat melakukan tagging, serta mengelola beberapa pengaturan privasi dan konten sensitif.
Artinya, pengawasan tidak hanya berbicara mengenai berapa lama anak menggunakan media sosial.
Aspek keamanan dan interaksi juga menjadi bagian dari pengelolaan akun. Ini cukup relevan karena media sosial merupakan ruang yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan banyak orang dan menerima berbagai jenis konten.
Karena itu, pengawasan orang tua dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menciptakan kebiasaan digital yang lebih teratur.
Tetap Penting Membicarakan Aturan dengan Anak
Meskipun Threads menyediakan berbagai kontrol melalui Family Center, fitur teknis tetap bukan pengganti komunikasi antara orang tua dan anak.
Orang tua tetap perlu menjelaskan mengapa batas waktu atau pengaturan privasi diterapkan. Anak juga perlu memahami pentingnya menjaga informasi pribadi dan berhati-hati ketika berinteraksi dengan pengguna lain.
Pengawasan dapat menjadi lebih efektif jika dikombinasikan dengan kebiasaan berdiskusi mengenai pengalaman anak di media sosial.
Misalnya, orang tua dapat menanyakan apakah anak pernah menerima tagging yang tidak diinginkan, menemukan konten yang membuat tidak nyaman, atau berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.
Dengan cara tersebut, fitur pengawasan bukan sekadar alat untuk membatasi, tetapi juga dapat menjadi sarana membantu anak memahami keamanan digital.
Threads Kini Punya Lapisan Pengawasan Tambahan
Peluncuran fitur pengawasan orang tua melalui Family Center membuat Threads menambah kontrol untuk keluarga yang memiliki pengguna remaja.
Ada lima hal utama yang dapat diperhatikan, mulai dari melihat durasi penggunaan, menetapkan batas waktu lintas perangkat, mengatur mode tidur, mengelola privasi dan tagging, hingga memusatkan seluruh pengaturan melalui Family Center.
Fitur ini melengkapi perlindungan bawaan Akun Remaja di Threads. Jadi, perlindungan pengguna remaja tidak hanya mengandalkan pengaturan otomatis dari platform, tetapi juga dapat melibatkan orang tua atau wali.
Bagi keluarga, keberadaan fitur seperti ini memberikan pilihan tambahan dalam mengatur penggunaan media sosial. Namun, teknologi tetap paling efektif jika digunakan bersama komunikasi dan pendampingan yang sesuai.
Dengan semakin banyaknya aktivitas remaja di ruang digital, pengawasan yang melibatkan batas waktu, privasi, interaksi, dan kebiasaan penggunaan dapat menjadi bagian penting dari cara keluarga membangun pengalaman bermedia sosial yang lebih aman dan teratur.

Posting Komentar