5 Game Berisiko Tinggi bagi Anak Menurut PP TUNAS Komdigi

Daftar Isi

 

5 Game Berisiko Tinggi bagi Anak Menurut PP TUNAS Komdigi



Perkembangan industri game membuat aktivitas bermain semakin mudah dilakukan melalui smartphone, tablet, maupun PC. Game online kini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menghadirkan fitur kompetitif, komunikasi antarpemain, sistem karakter, hingga berbagai mekanisme interaksi digital.

Di sisi lain, semakin banyaknya aktivitas anak di ruang digital membuat aspek keamanan dan perlindungan anak ikut menjadi perhatian. Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS menerapkan pendekatan berbasis risiko untuk melindungi anak ketika menggunakan produk, layanan, dan fitur digital.

Dalam implementasinya, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi melakukan proses penilaian mandiri, verifikasi, dan penetapan profil risiko terhadap berbagai layanan digital. Hingga 6 September 2026, Komdigi telah memverifikasi 60 produk, layanan, dan fitur digital. Sebanyak 22 di antaranya memiliki profil risiko tinggi, sedangkan 38 lainnya masuk kategori risiko rendah.

Sejumlah game juga masuk dalam kategori risiko tinggi tersebut. Berdasarkan materi yang menjadi dasar artikel ini, lima game yang tercantum adalah VALORANT, Teamfight Tactics Mobile, Age of Empires Mobile, Crossfire: Legends, dan Goddess of Victory: NIKKE.

Lantas, game apa saja yang masuk daftar tersebut?

1. VALORANT

VALORANT menjadi salah satu game yang tercatat dalam kategori produk, layanan, dan fitur digital berprofil risiko tinggi dalam implementasi PP TUNAS.

Game first-person shooter besutan Riot Games ini mengandalkan pertandingan kompetitif secara online. Pemain bergabung dalam tim dan berhadapan dengan pemain lain dalam berbagai pertandingan.

Karakteristik game yang melibatkan interaksi antarpemain secara daring menjadi salah satu aspek yang membuat ekosistem game online ikut masuk dalam proses pemetaan risiko layanan digital. Komdigi sendiri menggunakan pendekatan berbasis risiko, bukan sekadar mengelompokkan layanan berdasarkan jenis aplikasinya.

Karena itu, masuknya VALORANT ke kategori risiko tinggi perlu dipahami dalam konteks perlindungan pengguna anak, bukan sebagai penilaian bahwa game tersebut secara otomatis berbahaya bagi setiap orang yang memainkannya.

Bagi orangtua, informasi mengenai klasifikasi ini dapat menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan usia pengguna, aktivitas bermain, serta interaksi anak ketika menggunakan layanan game online.

2. Teamfight Tactics Mobile

Game berikutnya adalah Teamfight Tactics Mobile atau TFT Mobile.

Berbeda dengan VALORANT yang menggunakan format first-person shooter, TFT Mobile merupakan game strategi auto-battler dari Riot Games. Pemain menyusun komposisi unit dan strategi untuk menghadapi pemain lain dalam pertandingan daring.

TFT Mobile juga tercatat dalam daftar produk, layanan, dan fitur digital dengan profil risiko tinggi yang telah diverifikasi Komdigi.

Masuknya game strategi seperti TFT Mobile memperlihatkan bahwa pemetaan risiko PP TUNAS tidak hanya menyasar game dengan mekanisme tembak-menembak. Berbagai jenis layanan game dapat dievaluasi berdasarkan karakteristik dan fitur yang tersedia di dalamnya.

Pendekatan berbasis risiko tersebut mempertimbangkan berbagai aspek yang berkaitan dengan penggunaan layanan oleh anak. Komdigi sebelumnya menjelaskan bahwa indikator penilaian dapat mencakup fitur komunikasi, paparan konten yang tidak sesuai usia, desain yang berpotensi menimbulkan kecanduan, perlindungan data pribadi anak, serta praktik monetisasi data.

Baca juga : Cara Mengelola Memori Virtual atau Page File di Windows, Lengkap dengan Panduannya

3. Age of Empires Mobile

Age of Empires Mobile menjadi game strategi lainnya yang masuk dalam kategori profil risiko tinggi.

Game ini merupakan versi mobile dari seri Age of Empires yang telah dikenal sebagai salah satu waralaba strategi. Dalam versi mobile, pemain dapat menikmati permainan strategi sekaligus terhubung dengan layanan daring.

Masuknya Age of Empires Mobile menunjukkan bahwa perlindungan anak dalam PP TUNAS tidak hanya berkaitan dengan media sosial atau aplikasi komunikasi. Ekosistem game juga menjadi bagian dari evaluasi karena layanan game modern dapat memiliki berbagai fitur online.

Dalam data resmi Komdigi, Age of Empires Mobile termasuk salah satu layanan yang telah menjalani proses verifikasi dalam penerapan PP TUNAS.

Bagi orangtua, hal penting yang perlu diperhatikan bukan hanya genre game, tetapi juga bagaimana anak menggunakan layanan tersebut. Durasi bermain, interaksi online, informasi pribadi, dan aktivitas dalam akun tetap perlu diawasi.

4. Crossfire: Legends

Crossfire: Legends juga masuk dalam kategori game berprofil risiko tinggi.

Game tersebut merupakan versi mobile dari seri CrossFire dan menawarkan permainan tembak-menembak secara daring. Pemain dapat berkompetisi melalui berbagai mode permainan yang tersedia.

Dalam penerapan PP TUNAS, Crossfire: Legends menjadi salah satu produk, layanan, dan fitur digital yang memperoleh hasil verifikasi berprofil risiko tinggi. Komdigi memasukkannya dalam kelompok layanan yang membutuhkan penerapan perlindungan anak lebih kuat.

Sama seperti game online lainnya, keberadaan fitur daring membuat pengawasan penggunaan menjadi penting, khususnya jika perangkat digunakan oleh anak.

Orangtua dapat membiasakan anak memahami aturan keamanan digital, seperti tidak membagikan informasi pribadi, tidak sembarangan berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal, serta memahami bahwa interaksi di dalam game tetap merupakan bagian dari ruang digital.

5. Goddess of Victory: NIKKE

Goddess of Victory: NIKKE menjadi game kelima dalam daftar yang dibahas.

Game mobile bergenre role-playing shooter ini menggabungkan elemen permainan karakter dengan mekanisme shooter dan layanan online. Sistem berbasis karakter membuat pemain berinteraksi dengan berbagai elemen permainan yang tersedia.

Komdigi memasukkan NIKKE dalam kelompok produk, layanan, dan fitur digital yang telah diverifikasi sebagai profil risiko tinggi. Dalam hasil evaluasi pemerintah, Goddess of Victory: NIKKE tercantum bersama Age of Empires Mobile, VALORANT, dan Teamfight Tactics Mobile sebagai layanan yang telah memperoleh hasil verifikasi.

Sekali lagi, kategori risiko tinggi tidak berarti seluruh pengguna dewasa dilarang memainkan game tersebut. Kategori tersebut berkaitan dengan tingkat risiko layanan terhadap anak dan menjadi dasar penerapan perlindungan yang lebih ketat.

Apa Arti Profil Risiko Tinggi bagi Anak?

Istilah “berisiko tinggi” dalam konteks PP TUNAS perlu dipahami secara tepat.

Kategori tersebut bukan berarti pemerintah menyatakan bahwa semua orang yang memainkan game tersebut pasti mengalami dampak buruk. Profil risiko merupakan klasifikasi terhadap produk, layanan, atau fitur digital berdasarkan tingkat risiko yang dapat muncul bagi pengguna anak.

Pemerintah menerapkan pendekatan berbasis risiko agar perlindungan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing layanan. Dengan pendekatan tersebut, platform dengan tingkat risiko berbeda dapat memperoleh kewajiban perlindungan yang berbeda pula.

Salah satu konsekuensinya adalah adanya pembatasan kepemilikan akun bagi anak di bawah 16 tahun pada platform digital berprofil risiko tinggi berdasarkan aturan pelaksanaan PP TUNAS. Pemerintah mulai menerapkan ketentuan tersebut secara bertahap sejak 28 Maret 2026.

Artinya, orangtua sebaiknya tidak sekadar melihat apakah sebuah game populer atau tidak. Yang lebih penting adalah memahami usia pengguna, fitur layanan, serta aturan perlindungan anak yang berlaku.

Orangtua Tetap Punya Peran Penting

Regulasi pemerintah merupakan salah satu bagian dari perlindungan anak di ruang digital. Namun, pengawasan dari keluarga tetap penting.

Orangtua dapat membicarakan kebiasaan bermain dengan anak secara terbuka. Misalnya, berapa lama anak bermain dalam sehari, apakah mereka berkomunikasi dengan pemain lain, dan apakah pernah menerima permintaan informasi pribadi.

Anak juga perlu diberi pemahaman bahwa username, nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, kata sandi, kode OTP, maupun informasi sekolah tidak boleh dibagikan sembarangan kepada orang lain.

Selain itu, orangtua dapat memperhatikan perubahan perilaku anak ketika bermain game. Jika aktivitas bermain mulai mengganggu tidur, belajar, aktivitas keluarga, atau kegiatan sehari-hari, kondisi tersebut layak dibicarakan dan dievaluasi bersama.

Jangan Hanya Fokus pada Genre Game

Menariknya, daftar profil risiko tinggi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak bisa hanya dilihat dari genre.

Ada game shooter seperti VALORANT dan Crossfire: Legends. Ada pula game strategi seperti Teamfight Tactics Mobile dan Age of Empires Mobile, serta game role-playing shooter seperti Goddess of Victory: NIKKE.

Hal ini memperlihatkan bahwa evaluasi risiko tidak semata-mata berdasarkan apakah sebuah game merupakan game tembak-tembakan atau bukan. Berbagai karakteristik layanan digital dapat menjadi bagian dari penilaian.

Karena itu, orangtua sebaiknya membiasakan diri melihat fitur sebuah layanan secara menyeluruh, bukan hanya judul atau genre game.

Kesimpulan

Lima game yang dibahas dalam materi ini, yaitu VALORANT, Teamfight Tactics Mobile, Age of Empires Mobile, Crossfire: Legends, dan Goddess of Victory: NIKKE, tercatat dalam kategori layanan digital dengan profil risiko tinggi dalam proses implementasi PP TUNAS Komdigi.

Klasifikasi tersebut berkaitan dengan perlindungan anak dan tidak berarti game tersebut dilarang secara umum bagi pengguna dewasa. Fokusnya adalah memastikan anak mendapatkan perlindungan yang lebih kuat ketika berhadapan dengan layanan digital yang memiliki tingkat risiko tertentu.

Di tengah semakin besarnya ekosistem game online, perlindungan anak memang tidak cukup hanya mengandalkan larangan. Pemahaman mengenai fitur game, keamanan akun, interaksi online, durasi bermain, serta komunikasi antara orangtua dan anak tetap penting.

Dengan begitu, game dapat ditempatkan sebagai bagian dari aktivitas digital yang digunakan secara lebih sadar dan sesuai usia, sementara orangtua memiliki informasi yang lebih baik untuk menentukan bentuk pendampingan yang diperlukan.

Posting Komentar