Samsung Galaxy Watch9 Punya Fitur Vitals untuk Memantau Kondisi Tubuh dan Aktivitas
Samsung Galaxy Watch9 Punya Fitur Vitals untuk Memantau Kondisi Tubuh dan Aktivitas
Smartwatch saat ini tidak lagi sekadar digunakan untuk melihat waktu, menerima notifikasi, atau menghitung langkah kaki. Perangkat wearable modern sudah dilengkapi berbagai sensor yang mampu mengumpulkan data mengenai kondisi tubuh dan aktivitas pengguna sepanjang hari.
Hal tersebut juga menjadi salah satu fokus Samsung melalui Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2. Kedua smartwatch tersebut dibekali beragam fitur pemantauan kesehatan yang dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh berdasarkan pola penggunaan sehari-hari.
Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah Vitals. Fitur ini dirancang untuk membuat acuan kondisi tubuh yang lebih personal sehingga pengguna dapat melihat apakah terdapat perubahan dari pola yang biasanya terjadi.
Menariknya, Vitals tidak sekadar menampilkan angka kesehatan secara terpisah. Data dari beberapa indikator tubuh dikumpulkan dan dipelajari untuk membentuk baseline personal pengguna.
Apa Itu Fitur Vitals di Galaxy Watch9?
Vitals merupakan fitur yang membantu pengguna memahami kondisi tubuh berdasarkan data yang dikumpulkan selama menggunakan Galaxy Watch9.
Alih-alih hanya memberikan angka seperti detak jantung atau kadar oksigen, fitur ini mencoba membentuk gambaran mengenai kondisi normal pengguna berdasarkan kebiasaan penggunaan smartwatch.
Untuk mendapatkan baseline tersebut, Galaxy Watch9 membutuhkan penggunaan saat tidur selama sekitar tujuh malam, sekaligus mengumpulkan data dari aktivitas sehari-hari.
Pendekatan seperti ini membuat informasi yang diberikan menjadi lebih personal. Pasalnya, kondisi tubuh setiap orang tidak selalu sama. Angka yang dianggap normal bagi seseorang belum tentu menjadi pola yang sama bagi orang lain.
Setelah memiliki data acuan, perubahan tertentu pada indikator tubuh dapat lebih mudah dikenali. Pengguna kemudian dapat menjadikannya sebagai informasi tambahan ketika mengatur aktivitas sehari-hari.
Lima Indikator Tubuh yang Dipantau
Dalam membangun baseline personal, Vitals memanfaatkan data dari Samsung BioActive Sensor. Ada lima indikator utama yang menjadi bagian dari pemantauan tersebut.
Pertama adalah detak jantung saat istirahat. Data ini dapat memberikan gambaran mengenai kondisi denyut jantung ketika tubuh tidak sedang melakukan aktivitas berat.
Kedua adalah Heart Rate Variability atau HRV. HRV mengacu pada variasi waktu di antara detak jantung dan dapat memberikan informasi mengenai perubahan pola tubuh dari waktu ke waktu.
Ketiga adalah laju pernapasan. Informasi ini digunakan untuk melihat pola frekuensi pernapasan pengguna, terutama ketika tubuh berada dalam kondisi tertentu seperti saat tidur.
Keempat adalah suhu kulit. Sensor dapat mengumpulkan data suhu kulit untuk membantu melihat perubahan pola yang terjadi pada tubuh.
Kelima adalah kadar oksigen dalam darah. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan dalam membangun gambaran kondisi tubuh pengguna.
Kelima indikator tersebut kemudian menjadi bagian dari baseline personal. Dengan demikian, pengguna tidak hanya melihat angka secara terpisah, tetapi juga dapat memperhatikan perubahan dibandingkan pola tubuhnya sendiri.
Mengapa Baseline Personal Penting?
Salah satu konsep penting dari Vitals adalah baseline personal. Ini berarti smartwatch menggunakan data pengguna sendiri sebagai acuan, bukan sekadar membandingkannya dengan pengguna lain.
Sebagai contoh, seseorang mungkin mempunyai pola detak jantung istirahat tertentu yang berbeda dari orang lain. Begitu juga dengan pola pernapasan, suhu kulit, HRV, maupun kadar oksigen dalam darah.
Dengan menggunakan data pribadi sebagai titik pembanding, perubahan dari pola yang biasa terjadi dapat lebih mudah diperhatikan.
Jika suatu indikator berada di luar rentang personal yang biasanya terlihat, informasi tersebut dapat menjadi sinyal tambahan bagi pengguna untuk memperhatikan kondisi tubuh dan menyesuaikan aktivitas.
Namun, penting untuk memahami bahwa Vitals bukan alat diagnosis medis. Informasi yang ditampilkan sebaiknya dipandang sebagai data pendukung untuk memantau kebugaran dan kondisi tubuh, bukan sebagai pengganti pemeriksaan dokter atau tenaga medis.
Baca juga : Mengenal ODM, OEM, dan OBM dalam Pengembangan Produk Teknologi
Heart Health Score Bikin Data Lebih Mudah Dipahami
Selain Vitals, Samsung juga menghadirkan Heart Health Score pada Galaxy Watch9. Fitur ini dirancang untuk menyederhanakan data yang berkaitan dengan kondisi jantung menjadi sebuah skor yang lebih mudah dipahami.
Heart Health Score memanfaatkan data rata-rata yang diperoleh dari waktu tidur dan aktivitas pengguna. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan angka acuan yang dapat membantu pengguna memahami kondisi kebugaran terkait kesehatan jantung.
Tidak berhenti pada angka, fitur ini juga dapat memberikan rekomendasi yang dapat diikuti pengguna.
Pendekatan tersebut membuat data kesehatan terasa lebih mudah dipahami oleh pengguna awam. Daripada harus membaca banyak angka dan grafik secara terpisah, pengguna mendapatkan sebuah indikator yang lebih sederhana sebagai gambaran umum.
Daily Cardio Load Memantau Beban Aktivitas
Galaxy Watch9 juga membawa fitur Daily Cardio Load yang berfokus pada beban aktivitas harian.
Fitur ini menggunakan kombinasi data aktivitas dan detak jantung untuk memperkirakan seberapa berat aktivitas yang dilakukan pengguna.
Hasilnya kemudian ditampilkan dalam beberapa kategori, yaitu Under, Optimal, atau Over.
Kategori tersebut dapat membantu pengguna memahami apakah aktivitas yang dilakukan pada hari tersebut relatif ringan, berada pada tingkat yang dianggap optimal, atau justru cukup tinggi.
Informasi seperti ini bisa berguna bagi orang yang rutin berolahraga. Pengguna dapat memperoleh gambaran apakah aktivitas hariannya terlalu sedikit atau terlalu berat dibandingkan pola yang biasanya dilakukan.
Meski begitu, hasil tersebut tetap merupakan perkiraan berbasis data sensor dan bukan penilaian medis.
Fitness Indeks Membantu Melihat Area yang Bisa Ditingkatkan
Bagi pengguna yang lebih memperhatikan kebugaran, Galaxy Watch9 juga menyediakan Fitness Indeks.
Fitur ini membagi aspek kebugaran ke dalam beberapa area, yaitu endurance, flexibility, cardio, strength, dan body composition.
Pembagian tersebut memungkinkan pengguna melihat aspek kebugaran mana yang menjadi perhatian dan area mana yang masih dapat dikembangkan.
Misalnya, pengguna yang rutin melakukan latihan kardio tetapi jarang melakukan latihan kekuatan dapat menggunakan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk membuat rutinitas olahraga yang lebih seimbang.
Dengan demikian, smartwatch tidak hanya berfungsi sebagai pencatat aktivitas, tetapi juga menjadi alat bantu untuk memahami pola kebugaran secara lebih menyeluruh.
Galaxy Watch9 Dirancang Tetap Nyaman Dipakai Seharian
Fitur pemantauan kesehatan tentu akan lebih berguna jika smartwatch nyaman digunakan dalam waktu lama. Samsung karena itu juga memperhatikan bobot dan desain Galaxy Watch9.
Untuk varian 40mm, bobot Galaxy Watch9 disebut hanya sekitar 31,5 gram. Sementara varian 44mm memiliki bobot sekitar 34 gram.
Samsung juga menggunakan material aluminium pada bodinya. Material tersebut membantu menjaga bobot tetap ringan sekaligus memberikan kesan kokoh.
Tali bawaan juga dibuat lebih ringan dibandingkan generasi sebelumnya. Samsung menyebut bobot tali Galaxy Watch9 berkurang sekitar 17 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Untuk menyesuaikan penggunaan, tersedia beberapa pilihan tali seperti Sport Band, Misty Band, dan Fabric Band. Sport Band dapat digunakan untuk aktivitas umum, sedangkan pilihan lainnya menawarkan karakter material dan kenyamanan yang berbeda.
Spesifikasi Pendukung Galaxy Watch9
Di sisi performa, Galaxy Watch9 mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon Wear Elite. Kombinasinya dengan fitur fast charging ditujukan untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih praktis dalam aktivitas sehari-hari.
Layarnya juga memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, sehingga informasi pada layar dapat lebih mudah dilihat dalam kondisi lingkungan terang.
Untuk baterai, Galaxy Watch9 40mm memiliki kapasitas 390mAh, sedangkan model 44mm menggunakan baterai berkapasitas 445mAh.
Galaxy Watch9 juga menjalankan Wear UI 9 berbasis Wear OS 7, sehingga pengguna mendapatkan platform smartwatch yang mendukung berbagai fungsi pintar.
Ada Raise to Talk dan Pembayaran dari Pergelangan Tangan
Selain fitur kesehatan, Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 turut menawarkan fitur Raise to Talk. Fitur ini memungkinkan pengguna memanggil Google Gemini melalui perintah suara tanpa harus menyentuh layar.
Pengguna dapat memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan, seperti membuat pengingat atau memulai workout.
Samsung juga menghadirkan Tap to Pay by myBCA yang memungkinkan smartwatch digunakan untuk melakukan pembayaran pada layanan yang mendukungnya. Dengan begitu, pengguna tidak selalu perlu mengeluarkan ponsel atau dompet ketika melakukan transaksi.
Kehadiran fitur tersebut semakin memperkuat konsep smartwatch sebagai perangkat yang dapat digunakan secara hands-free.
Harga dan Penawaran Galaxy Watch9
Galaxy Watch9 tersedia dalam beberapa pilihan ukuran dengan harga yang berbeda. Model 40mm dibanderol Rp5.999.000, sedangkan model 44mm berada di kisaran Rp6.499.000.
Sementara itu, Galaxy Watch Ultra2 47mm dipasarkan dengan harga sekitar Rp10.499.000.
Samsung juga menawarkan sejumlah promo, termasuk kesempatan memperoleh cashback, Galaxy Watch Band, maupun Galaxy Buds Core tergantung produk dan skema pembelian.
Untuk Galaxy Watch9, misalnya, tersedia pilihan cashback hingga sekitar Rp900 ribuan ketika pembelian dilakukan bersama perangkat Galaxy tertentu seperti ponsel atau tablet. Ada pula opsi mendapatkan aksesori gratis.
Galaxy Watch Ultra2 menawarkan cashback hingga sekitar Rp1,5 jutaan atau pilihan hadiah aksesori tertentu. Promo juga mencakup langganan Strava gratis selama 60 hari dalam periode penawaran yang disebutkan.
Vitals Lebih Tepat Dipahami sebagai Data Personal
Kehadiran Vitals menunjukkan bagaimana smartwatch mulai bergerak dari sekadar perangkat pencatat aktivitas menjadi alat yang mencoba membantu pengguna memahami pola tubuhnya sendiri.
Dengan menggabungkan detak jantung istirahat, HRV, laju napas, suhu kulit, dan kadar oksigen dalam darah, Galaxy Watch9 dapat membangun baseline personal setelah mengumpulkan data selama beberapa hari.
Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk melihat perubahan pola tubuh dan aktivitas. Ditambah Heart Health Score, Daily Cardio Load, serta Fitness Indeks, pengguna memperoleh lebih banyak informasi untuk mengevaluasi kebiasaan sehari-hari.
Namun, angka dari smartwatch tetap harus diperlakukan sebagai informasi pendukung. Vitals bukan diagnosis medis dan tidak seharusnya digunakan untuk menentukan kondisi kesehatan secara mandiri.
Pada akhirnya, nilai utama fitur ini terletak pada kemampuannya membantu pengguna mengenali pola tubuh sendiri, bukan membandingkan diri dengan orang lain. Dengan pemakaian yang konsisten, Galaxy Watch9 dapat menjadi salah satu perangkat pendamping untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih aktif dan teratur.

Posting Komentar