Mengenal DNS over HTTPS (DoH), Teknologi yang Bikin Permintaan DNS Lebih Aman dan Privat
Mengenal DNS over HTTPS (DoH), Teknologi yang Bikin Permintaan DNS Lebih Aman dan Privat
Saat mengakses sebuah situs web, pengguna biasanya cukup mengetikkan nama domain seperti google.com atau example.com di browser. Di balik proses yang terlihat sederhana tersebut, sebenarnya ada mekanisme penting yang bekerja, yaitu DNS atau Domain Name System.
DNS bertugas menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP yang dapat dipahami oleh perangkat dan jaringan. Namun, DNS tradisional memiliki satu kelemahan penting: permintaan DNS umumnya dikirim tanpa enkripsi. Artinya, pihak tertentu yang berada di jalur jaringan dapat mengetahui domain apa yang sedang dicari oleh pengguna.
Kondisi tersebut kemudian mendorong hadirnya teknologi seperti DNS over HTTPS atau DoH. Protokol ini mengenkripsi permintaan DNS dan mengirimkannya melalui koneksi HTTPS, sehingga informasi DNS menjadi lebih sulit disadap atau dimanipulasi.
DoH bukan sekadar teknologi untuk membuat koneksi internet "lebih aman". Protokol ini juga berkaitan erat dengan privasi pengguna, terutama ketika perangkat terhubung ke jaringan publik atau menggunakan koneksi internet dari ISP.
Apa Itu DNS over HTTPS?
DNS over HTTPS (DoH) merupakan protokol yang digunakan untuk mengirim permintaan DNS melalui koneksi HTTPS yang terenkripsi.
Secara sederhana, DNS bekerja seperti buku telepon internet. Ketika pengguna mengetik nama domain, perangkat perlu mengetahui alamat IP server yang berkaitan dengan domain tersebut. Perangkat kemudian mengirimkan permintaan kepada DNS resolver untuk mendapatkan informasi tersebut.
Pada DNS tradisional, permintaan tersebut biasanya dikirim menggunakan protokol DNS melalui port 53, baik menggunakan UDP maupun TCP. Informasi permintaan DNS tidak terenkripsi sehingga dapat diamati oleh pihak yang memiliki kemampuan memantau lalu lintas jaringan.
DoH mengubah mekanisme tersebut dengan memasukkan permintaan DNS ke dalam lalu lintas HTTPS. Karena HTTPS menggunakan enkripsi TLS, isi permintaan DNS tidak dapat dibaca begitu saja oleh pihak yang mengintip koneksi.
Inilah alasan DoH sering dikaitkan dengan peningkatan keamanan dan privasi ketika menggunakan internet.
Bagaimana Cara Kerja DoH?
Proses kerja DNS over HTTPS sebenarnya cukup mudah dipahami jika dibagi menjadi beberapa tahap.
Pertama, perangkat membuat permintaan DNS. Misalnya, pengguna ingin membuka google.com. Perangkat perlu mengetahui alamat IP yang berkaitan dengan nama domain tersebut.
Alih-alih mengirimkan permintaan DNS biasa melalui jalur yang tidak terenkripsi, permintaan tersebut dibungkus dalam koneksi HTTPS.
Selanjutnya, data dikirim melalui koneksi HTTPS yang menggunakan enkripsi TLS. DoH umumnya menggunakan port 443, yaitu port yang juga digunakan oleh sebagian besar koneksi web HTTPS.
Dari perspektif jaringan, lalu lintas tersebut menjadi bagian dari komunikasi HTTPS. Isi permintaan DNS tidak dikirim sebagai teks biasa.
Setelah mencapai DNS resolver yang mendukung DoH, resolver akan membuka data yang terenkripsi tersebut. Resolver kemudian memproses permintaan, mencari alamat IP untuk domain yang diminta, dan mengirimkan hasilnya kembali kepada perangkat melalui koneksi yang sama-sama terlindungi.
Dengan demikian, alur sederhananya dapat digambarkan seperti berikut:
Nama domain → permintaan DNS → dienkripsi dengan HTTPS/TLS → dikirim melalui jaringan → DNS resolver → alamat IP dikembalikan ke perangkat.
Mengapa DoH Lebih Aman Dibandingkan DNS Biasa?
Salah satu alasan utama penggunaan DoH adalah untuk mengurangi risiko penyadapan terhadap permintaan DNS.
Pada DNS tradisional, nama domain yang diminta perangkat dapat terlihat oleh pihak yang mampu memantau lalu lintas jaringan. Karena permintaan tersebut tidak terenkripsi, informasi tersebut berpotensi digunakan untuk mengetahui pola aktivitas internet.
Dengan DoH, isi permintaan DNS dilindungi enkripsi TLS. Pihak yang berada di tengah koneksi tidak dapat membaca isi permintaan DNS secara langsung.
Hal ini juga membantu mengurangi risiko manipulasi permintaan DNS oleh pihak ketiga.
Dalam skenario serangan Man-in-the-Middle (MitM), penyerang mencoba berada di antara perangkat pengguna dan server untuk mengamati atau memanipulasi komunikasi.
Enkripsi TLS pada DoH membuat proses tersebut menjadi jauh lebih sulit karena data DNS yang dikirim melalui koneksi HTTPS tidak tersedia dalam bentuk teks polos.
Namun, penting untuk dipahami bahwa DoH bukan berarti pengguna menjadi sepenuhnya anonim. Protokol ini melindungi permintaan DNS selama perjalanan menuju resolver, tetapi resolver yang menerima permintaan tetap dapat mengetahui domain yang diminta.
Karena itu, pemilihan DNS resolver tetap menjadi bagian penting dari pertimbangan privasi.
Baca juga : AI Mulai Bongkar Penyakit Langka, Teknologi Bantu Diagnosis Jutaan Pasien di Dunia
DoH Membantu Mengurangi Pelacakan DNS oleh ISP
Salah satu manfaat DoH yang paling sering dibicarakan adalah privasi terhadap ISP atau penyedia layanan internet.
Dalam koneksi DNS biasa, ISP secara teknis dapat mengamati permintaan DNS karena informasi tersebut dikirim tanpa enkripsi. Dari permintaan tersebut, pihak yang memiliki akses ke lalu lintas jaringan dapat memperoleh gambaran mengenai domain yang sedang dicari pengguna.
DoH mengenkripsi permintaan tersebut sebelum dikirim.
Akibatnya, ISP tidak dapat dengan mudah membaca isi permintaan DNS hanya dengan memantau lalu lintas DNS tradisional. Permintaan tersebut berada di dalam koneksi HTTPS yang terenkripsi.
Selain meningkatkan privasi, mekanisme ini juga membuat lalu lintas DNS lebih sulit dibedakan dari komunikasi HTTPS lainnya berdasarkan port saja.
Meski demikian, DoH tidak menghilangkan seluruh kemungkinan pemantauan aktivitas internet. Informasi lain seperti alamat IP tujuan, metadata koneksi, atau pola lalu lintas masih dapat memberikan petunjuk mengenai aktivitas jaringan.
Jadi, DoH sebaiknya dipandang sebagai salah satu lapisan perlindungan privasi, bukan solusi anonimitas secara keseluruhan.
Perbedaan DNS Biasa dan DNS over HTTPS
Perbedaan antara DNS biasa dan DoH terutama terletak pada cara permintaan DNS dikirim.
| Fitur | DNS Biasa | DNS over HTTPS (DoH) |
|---|---|---|
| Enkripsi | Umumnya tidak terenkripsi | Dienkripsi menggunakan TLS |
| Port umum | 53 UDP/TCP | 443 HTTPS |
| Privasi permintaan DNS | Lebih mudah diamati | Lebih terlindungi |
| Risiko penyadapan | Lebih tinggi | Lebih sulit dilakukan |
| Risiko manipulasi di jalur jaringan | Lebih rentan | Dilindungi oleh enkripsi dan autentikasi TLS |
| Bentuk lalu lintas | DNS | HTTPS |
Pada DNS tradisional, perangkat berkomunikasi dengan DNS resolver menggunakan mekanisme DNS standar.
Sementara itu, DoH membawa permintaan DNS melalui HTTPS. Karena HTTPS sudah menjadi protokol umum di internet, DoH dapat memanfaatkan infrastruktur keamanan yang sama, terutama enkripsi TLS.
Apakah DoH Sama dengan VPN?
Tidak. Ini salah satu kesalahpahaman yang cukup umum.
DoH hanya melindungi komunikasi DNS antara perangkat dan resolver yang digunakan. VPN memiliki fungsi yang jauh lebih luas dengan membuat terowongan terenkripsi untuk lalu lintas jaringan melalui server VPN.
Ketika menggunakan DoH, bukan berarti seluruh aktivitas internet otomatis dienkripsi melalui resolver tersebut.
Misalnya, DoH dapat melindungi permintaan ketika perangkat mencari alamat IP sebuah domain. Setelah alamat IP diperoleh, browser tetap membuat koneksi ke server tujuan menggunakan protokol yang sesuai.
Karena itu, DoH dan VPN merupakan teknologi yang berbeda dan dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda pula.
DoH Bukan Berarti Internet Menjadi Sepenuhnya Privat
Enkripsi DNS memang memberikan perlindungan tambahan, tetapi pengguna tetap perlu memahami batasannya.
DNS resolver yang menerima permintaan DoH tetap menjadi pihak yang mengetahui domain yang diminta. Karena itu, kepercayaan terhadap penyedia resolver menjadi penting.
Selain itu, DoH tidak otomatis menyembunyikan seluruh metadata koneksi. Alamat IP server yang diakses, misalnya, tetap dapat terlihat oleh pihak tertentu yang memiliki kemampuan memantau jaringan.
DoH juga tidak dapat melindungi perangkat dari semua jenis serangan. Jika perangkat terkena malware atau akun pengguna berhasil diretas, penggunaan DoH tidak otomatis menyelesaikan masalah tersebut.
Dengan kata lain, DoH merupakan bagian dari pendekatan keamanan berlapis.
Kapan DoH Berguna?
DoH dapat memberikan manfaat ketika pengguna berada di jaringan yang tidak sepenuhnya dipercaya, misalnya Wi-Fi publik di kafe, hotel, bandara, atau tempat umum lainnya.
Teknologi ini juga berguna bagi pengguna yang ingin meningkatkan privasi permintaan DNS dari pihak yang dapat memantau jaringan lokal.
Bagi organisasi, penggunaan DoH juga dapat menjadi bagian dari strategi keamanan jaringan. Namun, implementasinya perlu dipertimbangkan dengan kebijakan DNS internal, sistem pemfilteran, pemantauan keamanan, dan kebutuhan administrasi jaringan.
Dalam beberapa lingkungan, administrator justru perlu mengontrol DNS secara ketat. Karena itu, penggunaan DoH tidak selalu berarti semakin baik untuk semua skenario.
Apakah DoH Bisa Memengaruhi Akses Internet?
Pada umumnya, penggunaan DoH tidak dirancang untuk membuat koneksi internet menjadi lebih lambat secara signifikan. Namun, performanya tetap bergantung pada resolver yang digunakan, kualitas koneksi, jarak server, serta implementasi pada perangkat atau browser.
Jika resolver DoH mengalami gangguan atau tidak dapat diakses, proses penerjemahan domain juga dapat terganggu.
Karena itu, ketika mengaktifkan DoH, pengguna sebaiknya memilih resolver yang terpercaya dan memiliki infrastruktur yang stabil.
Kesimpulan
DNS over HTTPS merupakan teknologi yang membawa permintaan DNS ke dalam koneksi HTTPS terenkripsi. Berbeda dari DNS tradisional yang umumnya mengirimkan permintaan melalui port 53 tanpa enkripsi, DoH menggunakan HTTPS dan TLS sehingga isi permintaan DNS lebih terlindungi.
Keunggulan utamanya adalah meningkatkan keamanan terhadap penyadapan dan membantu menjaga privasi permintaan DNS, termasuk mengurangi kemampuan pihak di jalur jaringan untuk melihat domain yang sedang diminta perangkat.
DoH juga dapat membantu menghambat manipulasi permintaan DNS dalam skenario tertentu, termasuk serangan Man-in-the-Middle, karena komunikasi dilindungi oleh mekanisme keamanan TLS.
Meski begitu, DoH bukan pengganti VPN dan tidak membuat pengguna sepenuhnya anonim. DNS resolver yang dipilih masih dapat mengetahui permintaan DNS, sementara metadata jaringan lainnya juga masih dapat memberikan informasi mengenai aktivitas koneksi.
Pada akhirnya, DNS over HTTPS paling tepat dipahami sebagai lapisan tambahan untuk keamanan dan privasi DNS. Dengan mengamankan salah satu bagian penting dalam proses mengakses internet, DoH membuat perjalanan permintaan DNS menjadi lebih sulit untuk disadap dan dimanipulasi oleh pihak yang tidak berwenang.

Posting Komentar