Amazfit T-Rex Dual Solar Rilis, Smartwatch yang Bisa Diisi Daya dari Dua Sisi
Amazfit T-Rex Dual Solar Rilis, Smartwatch yang Bisa Diisi Daya dari Dua Sisi
Amazfit kembali memperluas lini smartwatch tangguhnya dengan memperkenalkan T-Rex Dual Solar, perangkat wearable yang membawa konsep cukup menarik untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan. Bukan sekadar mengandalkan baterai berkapasitas besar, smartwatch ini juga dibekali teknologi pengisian daya menggunakan sinar matahari.
Yang membuatnya berbeda adalah sistem solar charging yang digunakan. Amazfit mengklaim T-Rex Dual Solar sebagai smartwatch pertama di dunia yang mendukung pengisian tenaga surya dari dua sisi perangkat.
Panel surya ditempatkan di bagian depan dan belakang smartwatch. Dengan pendekatan tersebut, perangkat dapat memanfaatkan paparan cahaya untuk membantu memperpanjang daya tahan baterai, terutama ketika digunakan dalam aktivitas outdoor dalam waktu lama.
Menariknya lagi, Amazfit sengaja memperkenalkan perangkat ini pada 22 September 2026, bertepatan dengan fenomena ekuinoks.
Dirilis Saat Ekuinoks, Apa Hubungannya?
Ekuinoks merupakan fenomena ketika Matahari melintasi garis ekuator. Pada momen tersebut, wilayah di sekitar garis khatulistiwa mendapatkan penyinaran Matahari yang relatif lebih maksimal.
Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di kawasan tropis tentu menjadi wilayah yang akrab dengan paparan sinar Matahari cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadi latar yang menarik bagi Amazfit untuk memperkenalkan smartwatch dengan kemampuan pengisian tenaga surya.
Peluncuran pada momen ekuinoks sekaligus menjadi cara Amazfit menonjolkan konsep utama T-Rex Dual Solar. Perangkat ini memang dirancang bukan sekadar sebagai smartwatch untuk penggunaan sehari-hari, tetapi sebagai jam tangan pintar yang ditujukan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi di luar ruangan.
Pendaki, pelari, petualang, hingga pengguna yang sering melakukan aktivitas outdoor menjadi target yang cukup jelas.
Dengan memanfaatkan energi dari cahaya Matahari, pengguna diharapkan tidak terlalu sering mencari sumber listrik ketika sedang berada jauh dari rumah.
Desain Tangguh dengan Titanium dan Safir
Sebagai bagian dari keluarga T-Rex, Amazfit T-Rex Dual Solar membawa konstruksi yang dirancang untuk menghadapi kondisi penggunaan yang cukup berat.
Bagian bezelnya menggunakan titanium Grade 5, material yang dikenal memiliki kombinasi antara kekuatan dan bobot yang relatif ringan. Sementara itu, bagian layar dilindungi kaca safir yang memiliki ketahanan terhadap goresan.
Kombinasi tersebut membuat smartwatch ini lebih cocok untuk aktivitas outdoor dibandingkan smartwatch yang mengutamakan desain tipis dan ringan untuk penggunaan kasual.
Ketahanan terhadap air juga menjadi salah satu aspek penting. Amazfit T-Rex Dual Solar memiliki rating 10 ATM dan mendukung aktivitas menyelam hingga kedalaman 50 meter.
Artinya, perangkat ini tidak hanya ditujukan untuk aktivitas seperti hiking atau berlari. Pengguna yang sering melakukan aktivitas air juga dapat memanfaatkannya, meskipun tetap perlu memperhatikan batas penggunaan dan kondisi air sesuai spesifikasi perangkat.
Baca juga : 6 Fitness Tracker Tanpa Layar yang Menarik untuk Dipakai di 2026
Layar AMOLED 3.000 Nits untuk Aktivitas Outdoor
Amazfit T-Rex Dual Solar menggunakan layar AMOLED berukuran 1,32 inci.
Salah satu aspek yang paling menarik bukan hanya jenis panelnya, tetapi tingkat kecerahan maksimal yang mencapai 3.000 nits.
Angka tersebut memang terdengar besar, tetapi ada alasan mengapa smartwatch outdoor membutuhkan layar yang sangat terang. Ketika berada di bawah sinar Matahari langsung, layar dengan tingkat kecerahan rendah bisa sulit dibaca.
Kondisi tersebut cukup merepotkan ketika pengguna sedang melihat informasi penting seperti jarak tempuh, detak jantung, arah perjalanan, atau peta.
Karena itu, tingkat kecerahan tinggi pada T-Rex Dual Solar ditujukan untuk menjaga informasi tetap mudah dilihat ketika smartwatch digunakan di ruang terbuka.
Bagi pendaki atau pengguna yang sedang mengikuti rute navigasi, kemampuan tersebut bisa menjadi salah satu fitur yang paling terasa manfaatnya.
Punya Peta dan Navigasi Belokan demi Belokan
Amazfit juga membekali T-Rex Dual Solar dengan sejumlah fitur yang memang berhubungan erat dengan aktivitas outdoor.
Salah satunya adalah peta berwarna yang dapat digunakan untuk membantu pengguna memahami kondisi dan arah perjalanan. Selain itu, tersedia navigasi belokan demi belokan yang memberikan petunjuk arah secara lebih praktis.
Fitur seperti ini cukup berguna ketika smartwatch digunakan untuk hiking, bersepeda, atau aktivitas eksplorasi lainnya. Pengguna tidak selalu harus mengeluarkan smartphone hanya untuk melihat arah perjalanan.
Tersedia pula senter bawaan yang dapat membantu memberikan penerangan tambahan ketika kondisi mulai gelap atau saat pengguna membutuhkan sumber cahaya sederhana.
Ada juga fitur LiveShare yang memungkinkan pengguna membagikan lokasi dan aktivitas secara real-time kepada keluarga atau rekan satu tim.
Dalam aktivitas outdoor, fitur berbagi lokasi seperti ini bisa memberikan lapisan keamanan tambahan. Orang lain dapat mengetahui posisi pengguna tanpa harus terus-menerus melakukan komunikasi manual.
Baterai 660 mAh, Tahan hingga 25 Hari
Salah satu daya tarik utama T-Rex Dual Solar tentu saja berada pada sektor baterai.
Smartwatch ini dibekali baterai berkapasitas 660 mAh. Dalam penggunaan normal, Amazfit mengklaim perangkat mampu bertahan hingga 25 hari.
Daya tahan tersebut sudah cukup panjang jika dibandingkan dengan smartwatch yang harus diisi ulang setiap beberapa hari.
Namun, penggunaan GPS secara terus-menerus tentu akan menguras baterai lebih cepat. Dalam mode Accuracy GPS, T-Rex Dual Solar diklaim mampu bertahan hingga sekitar 41 jam.
Untuk aktivitas seperti pendakian panjang atau perjalanan outdoor, durasi tersebut menjadi cukup penting karena GPS biasanya merupakan salah satu fitur yang paling banyak mengonsumsi daya.
Di sinilah teknologi solar charging dua sisi menjadi bagian menarik dari perangkat ini.
Solar Charging dari Bagian Depan dan Belakang
T-Rex Dual Solar memiliki sistem pengisian daya tenaga surya yang memanfaatkan dua bagian perangkat.
Panel surya di bagian depan dapat menangkap cahaya ketika smartwatch digunakan di pergelangan tangan. Sementara panel di bagian belakang bisa digunakan ketika perangkat tidak sedang dipakai.
Menurut klaim Amazfit, paparan sinar Matahari selama sekitar tiga jam setiap hari melalui bagian depan dapat memperpanjang daya tahan baterai hingga 34 hari.
Sementara itu, ketika smartwatch diletakkan dan panel bagian belakang mendapatkan paparan cahaya, daya tahannya diklaim bisa diperpanjang hingga 51 hari.
Konsep tersebut cukup masuk akal untuk pengguna outdoor. Ketika smartwatch dipakai, bagian depan dapat terus memperoleh cahaya. Ketika sedang tidak digunakan, perangkat dapat diletakkan dengan posisi panel belakang menghadap sumber cahaya.
Dengan begitu, smartwatch tidak sepenuhnya bergantung pada charger konvensional.
Bahkan Bisa Membantu Menghidupkan Kembali Baterai yang Habis
Amazfit juga menyebut bahwa energi dari sinar Matahari dapat digunakan untuk membantu menghidupkan kembali T-Rex Dual Solar ketika baterainya benar-benar habis.
Fitur ini berpotensi berguna dalam situasi outdoor. Bayangkan pengguna sedang berada di jalur pendakian dan baterai smartwatch mati, padahal perangkat dibutuhkan untuk navigasi.
Dalam kondisi seperti itu, kemampuan memanfaatkan cahaya Matahari untuk memulihkan fungsi perangkat dapat menjadi fitur yang cukup menarik.
Namun, pengguna tetap perlu memahami bahwa solar charging bukan berarti smartwatch bisa bekerja tanpa batas tanpa pernah menggunakan charger.
Kecepatan pengisian dan tambahan daya sangat bergantung pada intensitas cahaya Matahari, durasi paparan, posisi perangkat, serta pola penggunaan. Ketika langit mendung, perangkat digunakan dengan GPS secara intensif, atau cahaya yang diterima panel tidak optimal, hasilnya tentu dapat berbeda dari klaim dalam kondisi pengujian tertentu.
Data Olahraga dan Recovery Tanpa Langganan
Selain hardware, Amazfit T-Rex Dual Solar juga terhubung dengan aplikasi Zepp.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat melihat berbagai informasi mengenai latihan dan pemulihan. Data tersebut dapat digunakan untuk membantu memahami aktivitas olahraga sekaligus kondisi recovery setelah melakukan latihan.
Salah satu hal yang menarik, fitur informasi latihan dan pemulihan tersebut dapat digunakan tanpa biaya berlangganan.
Hal ini membuat biaya penggunaan perangkat lebih sederhana karena pengguna tidak harus terus membayar biaya bulanan hanya untuk mengakses data kesehatan dan olahraga dasar.
Bagi pengguna yang membeli smartwatch untuk pemantauan aktivitas jangka panjang, model seperti ini tentu menjadi pertimbangan tersendiri.
Harga Amazfit T-Rex Dual Solar
Amazfit T-Rex Dual Solar mulai tersedia dengan harga 650 dollar AS, atau sekitar Rp11,5 juta berdasarkan informasi sumber.
Untuk saat ini, perangkat tersebut dapat dibeli melalui situs resmi Amazfit. Namun, belum ada informasi mengenai apakah T-Rex Dual Solar akan resmi dipasarkan di Indonesia.
Jika nantinya masuk ke pasar Indonesia, kemampuan solar charging tentu menjadi salah satu fitur yang menarik untuk diuji secara langsung, terutama karena Indonesia mendapatkan paparan sinar Matahari yang relatif tinggi sepanjang tahun.
Bukan Sekadar Smartwatch dengan Panel Surya
Amazfit T-Rex Dual Solar pada dasarnya mencoba menawarkan konsep yang berbeda dari smartwatch biasa.
Perangkat ini menggabungkan konstruksi tangguh, layar AMOLED sangat terang, navigasi outdoor, baterai 660 mAh, GPS, ketahanan air 10 ATM, serta sistem solar charging dua sisi.
Yang paling menarik tentu bukan sekadar kemampuan mengisi daya menggunakan Matahari, tetapi bagaimana teknologi tersebut bisa membantu memperpanjang masa penggunaan ketika pengguna berada jauh dari sumber listrik.
Meski begitu, kemampuan solar charging tetap perlu dipahami sebagai sistem pendukung, bukan pengganti charger sepenuhnya. Kondisi lingkungan dan intensitas cahaya akan sangat menentukan seberapa besar energi yang bisa dikumpulkan.
Dengan konsep tersebut, T-Rex Dual Solar lebih diarahkan untuk pengguna yang memang sering berada di luar ruangan dan membutuhkan smartwatch dengan daya tahan panjang. Bagi pengguna yang aktivitasnya lebih banyak di dalam ruangan, manfaat teknologi solar charging kemungkinan tidak akan terasa sebesar pengguna yang rutin mendaki, berlari, bersepeda, atau menjelajah alam.
Pada akhirnya, T-Rex Dual Solar menunjukkan bahwa perkembangan smartwatch tidak selalu harus berfokus pada layar yang semakin besar atau fitur pintar yang semakin banyak. Untuk pengguna tertentu, kemampuan bertahan lebih lama justru bisa menjadi fitur yang jauh lebih penting.

Posting Komentar