5 Game MOBA Seru yang Jarang Diketahui Pemain, Menarik Dimainkan

Daftar Isi

 

5 Game MOBA Seru yang Jarang Diketahui Pemain, Menarik Dimainkan



Genre Multiplayer Online Battle Arena atau MOBA identik dengan beberapa nama besar seperti League of Legends dan Dota 2. Popularitas keduanya membuat banyak pemain mengenal MOBA sebagai game kompetitif dengan dua tim yang bertarung di sebuah arena, menghancurkan pertahanan lawan, dan memanfaatkan kemampuan unik setiap hero.

Namun, dunia MOBA sebenarnya jauh lebih luas dari dua game tersebut. Sepanjang perkembangan genre ini, ada banyak judul yang mencoba menawarkan pendekatan berbeda. Beberapa mengubah sudut pandang permainan, menghadirkan sistem pertarungan yang lebih cepat, menggunakan mekanisme shooter, hingga bereksperimen dengan sistem role dan lane.

Sayangnya, tidak semua eksperimen tersebut berhasil bertahan di tengah persaingan industri game. Ada yang kehilangan popularitas, ada yang tidak mampu mempertahankan jumlah pemain, dan ada pula yang akhirnya ditutup oleh pengembangnya.

Meski begitu, konsep yang mereka tawarkan tetap menarik untuk dibahas. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki ide gameplay yang terasa berbeda dari MOBA mainstream.

Berikut lima game MOBA yang mungkin jarang diketahui pemain, tetapi pernah menawarkan konsep menarik.

1. Awesomenauts, MOBA dengan Konsep Side-Scrolling

Awesomenauts menjadi salah satu contoh bagaimana formula MOBA bisa dikombinasikan dengan perspektif yang berbeda.

Dirilis pada 2013, game ini tidak menggunakan sudut pandang atas seperti kebanyakan MOBA populer. Awesomenauts justru menggunakan perspektif side-scrolling dengan visual 2D.

Meskipun tampilannya berbeda, fondasi gameplay-nya tetap membawa elemen khas MOBA. Pemain memilih karakter, bekerja sama dengan anggota tim, bertarung melawan tim lawan, dan berusaha menghancurkan pertahanan musuh.

Arena dalam Awesomenauts juga memiliki beberapa jalur bertingkat sehingga pergerakan karakter menjadi bagian penting dari strategi. Pertarungan berlangsung cepat dan pemain harus memanfaatkan kemampuan karakter sekaligus memahami kondisi arena.

Hal menarik lainnya adalah fleksibilitas dalam membangun karakter. Peran awal sebuah karakter tidak selalu harus menjadi batasan mutlak.

Sebagai contoh, Voltar yang umumnya berfungsi sebagai karakter pendukung dapat dikembangkan menjadi karakter yang lebih ofensif. Leon juga dapat diarahkan menjadi spesialis crowd control.

Konsep tersebut membuat setiap karakter memiliki ruang eksperimen yang cukup luas.

Sayangnya, popularitas Awesomenauts tidak bertahan seperti game MOBA mainstream. Kini, inovasi yang pernah ditawarkan game ini lebih banyak dikenang oleh komunitas pemainnya daripada dikenal oleh pemain MOBA secara umum.

2. Heroes of Newerth, MOBA dengan Nuansa Dota yang Kuat

Heroes of Newerth atau HoN merupakan game yang memiliki hubungan erat dengan perkembangan awal genre MOBA.

Game ini lahir ketika Defense of the Ancients atau DotA di Warcraft III sedang sangat populer. HoN kemudian mencoba membawa pengalaman serupa ke dalam bentuk game standalone.

Hasilnya adalah MOBA dengan tempo permainan yang cepat dan tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

HoN menuntut pemain untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan mekanis. Pemahaman terhadap hero, item, positioning, serta pengambilan keputusan menjadi bagian penting dalam setiap pertandingan.

Kesalahan kecil dalam menentukan posisi atau menggunakan kemampuan bisa memberikan keuntungan bagi tim lawan.

Karakteristik tersebut membuat HoN memiliki reputasi sebagai game yang kompetitif. Meskipun jumlah pemainnya tidak pernah menyamai League of Legends atau Dota 2, game ini memiliki komunitas yang cukup loyal.

Bagi sebagian pemain lama, Heroes of Newerth bahkan dianggap sebagai salah satu MOBA kompetitif yang cukup penting dalam perkembangan awal genre tersebut.

Namun, persaingan dengan game MOBA lain yang jauh lebih populer membuat posisi HoN semakin sulit. Seiring waktu, game ini perlahan kehilangan perhatian dari pemain mainstream.

Meski begitu, HoN tetap menarik dibahas karena memperlihatkan bagaimana sebuah game dapat memiliki komunitas yang kuat meskipun tidak menjadi penguasa genre.

Baca juga : 5 Game MOBA Seru yang Jarang Diketahui Pemain, Menarik Dimainkan

3. Paragon, MOBA dengan Visual Memukau

Paragon menjadi salah satu proyek MOBA yang cukup ambisius pada masanya.

Salah satu keunggulan terbesar game ini adalah visual. Dibangun menggunakan Unreal Engine 4, Paragon menawarkan arena dengan detail grafis yang cukup mengesankan untuk sebuah game MOBA.

Namun, bukan hanya grafis yang membuatnya berbeda.

Paragon menggunakan perspektif third-person, bukan sudut pandang dari atas yang lebih umum digunakan game MOBA. Perspektif tersebut membuat pemain terasa lebih dekat dengan karakter dan pertempuran yang berlangsung.

Pemain juga dapat melakukan kustomisasi hero menggunakan sistem kartu. Kartu tersebut dapat memengaruhi statistik atau kemampuan tertentu sehingga pemain memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan gaya bermain.

Sistem tersebut membuat proses membangun hero terasa berbeda dari MOBA konvensional. Dua pemain yang menggunakan karakter yang sama tidak selalu harus memiliki konfigurasi yang identik.

Sayangnya, Paragon menghadapi masalah dalam mempertahankan jumlah pemain yang stabil. Pada akhirnya, Epic Games memutuskan menutup game tersebut pada 2018.

Meski tidak bertahan lama, Paragon tetap menjadi salah satu contoh menarik mengenai bagaimana genre MOBA dapat dikembangkan menggunakan teknologi grafis dan perspektif permainan yang berbeda.

4. Gigantic, Gabungan MOBA dan Third-Person Shooter

Kalau Paragon mengubah pengalaman MOBA lewat perspektif third-person, Gigantic mencoba membawa eksperimen yang lebih jauh dengan menggabungkan MOBA dan third-person shooter.

Game garapan Motiga ini menawarkan pertarungan yang sangat dinamis. Pemain tidak hanya perlu memikirkan kemampuan hero, tetapi juga harus memperhatikan gerakan, posisi, bidikan, dan situasi di arena.

Pemain dapat bertarung dari jarak jauh, bergerak cepat, melakukan serangan menggunakan kemampuan khusus, hingga memanfaatkan mobilitas untuk menghindari serangan lawan.

Dengan mekanisme tersebut, pertempuran terasa lebih aktif dibandingkan MOBA tradisional yang sangat bergantung pada positioning dan penggunaan skill dari perspektif atas.

Tujuan pertandingan Gigantic juga memiliki perbedaan. Pemain tidak sekadar fokus menghancurkan markas lawan. Salah satu elemen penting dalam pertandingan adalah menghadapi Guardian milik tim musuh.

Guardian membuat pertandingan memiliki objektif tambahan yang harus diperhatikan oleh kedua tim.

Mobilitas menjadi bagian penting dalam permainan. Pemain harus mampu bergerak, menyerang, menghindari serangan, mengejar lawan, sekaligus menggunakan skill dalam situasi yang cepat berubah.

Gigantic memang sempat mengalami kebangkitan setelah sebelumnya dihentikan dan kemudian kembali dihidupkan. Namun, game tersebut tetap tidak menjadi game MOBA mainstream yang dikenal luas oleh sebagian besar pemain.

5. Dawngate, Eksperimen MOBA yang Berakhir Terlalu Cepat

Dawngate menjadi game lain yang mencoba menghadirkan pendekatan berbeda terhadap formula MOBA.

Game ini dikembangkan oleh Waystone Games dan membawa karakter yang disebut Shaper. Secara umum, Shaper tetap memiliki fungsi seperti hero dalam game MOBA, tetapi Dawngate mencoba bereksperimen pada beberapa bagian fundamental genre tersebut.

Salah satunya adalah sistem pembagian peran dan pengelolaan sumber daya. Dinamika lane juga dibuat dengan pendekatan yang berbeda sehingga setiap pertandingan dapat memiliki karakteristik tersendiri.

Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa Dawngate tidak sekadar ingin menjadi tiruan dari game MOBA yang sudah populer.

Pengembangnya mencoba mengubah cara pemain memahami posisi, role, serta strategi dalam sebuah pertandingan MOBA.

Sayangnya, Dawngate tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk mengembangkan potensinya.

Electronic Arts atau EA akhirnya menutup game tersebut ketika masih berada dalam periode open beta yang relatif singkat.

Keputusan tersebut membuat berbagai konsep yang dibawa Dawngate tidak sempat berkembang lebih jauh. Padahal, pendekatan yang ditawarkan game ini menunjukkan adanya ruang untuk bereksperimen dengan formula MOBA yang sudah cukup mapan.

Ketika Eksperimen Tidak Selalu Berakhir Sukses

Lima game tersebut menunjukkan bahwa genre MOBA sebenarnya memiliki ruang eksperimen yang sangat luas.

Awesomenauts mencoba mengubah perspektif menjadi side-scrolling 2D. Heroes of Newerth membawa pengalaman MOBA yang cepat dan kompetitif dengan nuansa DotA yang kuat.

Paragon mencoba menghadirkan visual kelas tinggi dan perspektif third-person, sedangkan Gigantic menggabungkan MOBA dengan mekanisme third-person shooter.

Sementara itu, Dawngate bereksperimen pada role, sumber daya, dan sistem lane.

Sayangnya, konsep menarik tidak selalu menjamin sebuah game mampu bertahan lama. Persaingan industri, jumlah pemain, keputusan bisnis, serta kemampuan studio mempertahankan layanan menjadi faktor penting dalam keberlangsungan game online.

Beberapa judul akhirnya kehilangan pemain, sementara lainnya ditutup sebelum sempat mencapai potensi maksimal.

Meski demikian, keberadaan game-game tersebut tetap penting dalam sejarah perkembangan genre MOBA. Eksperimen yang mereka lakukan menunjukkan bahwa MOBA tidak harus selalu menggunakan formula yang sama.

Layak Dikenang oleh Penggemar MOBA

Bagi pemain yang selama ini hanya mengenal League of Legends atau Dota 2, sejarah game seperti Awesomenauts, Heroes of Newerth, Paragon, Gigantic, dan Dawngate bisa memberikan perspektif baru mengenai perkembangan genre MOBA.

Tidak semua game tersebut berhasil menjadi fenomena besar, bahkan beberapa sudah tidak lagi beroperasi seperti dahulu. Namun, masing-masing pernah membawa ide yang berbeda dan mencoba menawarkan pengalaman baru kepada pemain.

Pada akhirnya, popularitas bukan satu-satunya ukuran menarik atau tidaknya sebuah game. Ada banyak judul yang mungkin gagal mencapai pasar mainstream, tetapi justru menawarkan mekanisme unik yang membuatnya tetap dikenang oleh komunitas kecil penggemarnya.

Jadi, kalau kamu sudah bosan dengan formula MOBA yang itu-itu saja, lima game tersebut menarik untuk dipelajari atau dicoba jika masih tersedia melalui cara resmi. Bisa jadi, dari game yang jarang diketahui pemain mainstream inilah kamu menemukan konsep MOBA yang paling sesuai dengan gaya bermainmu.

Posting Komentar