Seberapa Panjang Password yang Ideal agar Akun Lebih Aman? Ini Penjelasannya

Daftar Isi

 

Seberapa Panjang Password yang Ideal agar Akun Lebih Aman? Ini Penjelasannya



 

Kata sandi atau password masih menjadi salah satu lapisan perlindungan utama untuk menjaga keamanan akun digital. Mulai dari email, media sosial, layanan perbankan, dompet digital, hingga platform game, hampir semuanya membutuhkan password untuk memastikan bahwa hanya pemilik akun yang dapat mengakses layanan tersebut. Namun, masih banyak pengguna yang belum memahami pentingnya membuat password yang kuat, terutama dari segi panjang karakter dan keunikan kombinasi yang digunakan.

Selama ini, sebagian orang menganggap bahwa password yang aman harus terdiri dari kombinasi huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol. Padahal, tingkat keamanan password tidak hanya ditentukan oleh variasi karakter, tetapi juga panjangnya, tingkat keacakan, serta kebiasaan pengguna dalam mengelola kata sandi. Password yang terlihat rumit sekalipun belum tentu aman apabila menggunakan pola yang mudah ditebak atau informasi pribadi yang dapat ditemukan di internet.

Lantas, seberapa panjang password yang ideal agar akun lebih aman? Secara umum, password sepanjang 14–16 karakter atau lebih dapat menjadi pilihan yang baik, terutama jika dibuat secara acak dan tidak digunakan berulang kali. Selain memperhatikan panjang karakter, pengguna juga perlu memahami cara membuat passphrase, menggunakan password manager, serta mengaktifkan autentikasi dua faktor untuk memberikan perlindungan tambahan.

Berikut lima hal penting yang perlu diketahui mengenai panjang password dan cara meningkatkan keamanan akun digital.

1. Password yang Panjang Lebih Penting daripada Sekadar Banyak Simbol

Selama bertahun-tahun, pengguna internet dianjurkan membuat password menggunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Cara tersebut memang dapat membantu meningkatkan keamanan, terutama jika karakter yang digunakan dipilih secara acak. Namun, panjang password juga memiliki peran penting dalam menentukan seberapa sulit kata sandi tersebut ditebak.

Password yang panjang dapat menciptakan lebih banyak kemungkinan kombinasi. Semakin besar jumlah kombinasi yang mungkin terbentuk, semakin banyak pula percobaan yang diperlukan untuk menemukan password yang benar melalui metode brute force.

Brute force merupakan metode serangan yang mencoba berbagai kemungkinan kata sandi sampai menemukan kombinasi yang sesuai. Keberhasilan serangan ini bergantung pada sejumlah faktor, seperti panjang password, jenis karakter yang digunakan, kemampuan perangkat penyerang, dan sistem perlindungan yang diterapkan oleh layanan.

Sebagai contoh, password pendek yang menggunakan pola umum dapat lebih mudah ditebak dibandingkan password panjang yang dibuat secara acak. Menambahkan simbol pada kata sandi yang sederhana tidak selalu membuatnya aman apabila susunannya masih mudah diprediksi.

Karena itu, password sepanjang 14–16 karakter dapat menjadi titik awal yang baik untuk meningkatkan keamanan akun. Untuk akun yang sangat penting, pengguna dapat mempertimbangkan password yang lebih panjang sesuai dengan dukungan layanan yang digunakan.

Meski demikian, panjang karakter bukan satu-satunya faktor penentu. Password yang panjang tetapi menggunakan nama pribadi, tanggal lahir, atau susunan kata yang populer masih berpotensi mudah ditebak.

Dengan demikian, strategi terbaik adalah membuat password yang panjang, unik, dan tidak mengikuti pola yang mudah dikenali. Pengguna juga perlu menghindari kebiasaan mengganti satu karakter saja dari password lama untuk membuat kata sandi baru.

2. Mengapa Password dengan 8 Karakter Mulai Dianggap Kurang Memadai?

Banyak situs dan aplikasi masih menetapkan delapan karakter sebagai batas minimum password. Ketentuan tersebut dapat menjadi persyaratan dasar, tetapi bukan berarti semua password yang memenuhi delapan karakter otomatis memiliki tingkat keamanan yang baik.

Perkembangan perangkat keras dan perangkat lunak memungkinkan proses pengujian kata sandi dilakukan dengan lebih cepat dalam kondisi tertentu. Jika password dibuat menggunakan kombinasi yang terbatas atau pola yang sudah umum, penyerang dapat memanfaatkan berbagai metode untuk mempersempit kemungkinan tebakan.

Sebagai contoh, kata sandi yang terdiri dari nama seseorang dan angka kelahirannya mungkin terlihat cukup panjang. Namun, apabila informasi tersebut tersedia di media sosial, kombinasi itu menjadi lebih mudah diperkirakan.

Situasi berbeda terjadi ketika seseorang menggunakan password yang lebih panjang dan dibuat secara acak. Penambahan karakter dapat memperbesar ruang kemungkinan yang harus diuji, sehingga serangan brute force menjadi lebih sulit dilakukan.

Meski begitu, tidak tepat jika semua password delapan karakter dianggap mudah dibobol dalam setiap situasi. Tingkat keamanannya tetap bergantung pada karakter yang digunakan, cara password dibuat, serta perlindungan dari layanan yang bersangkutan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jenis akun yang dilindungi. Akun email utama, perbankan, dompet digital, dan penyimpanan cloud sebaiknya mendapatkan perhatian lebih karena sering terhubung dengan berbagai layanan penting.

Sebagai contoh, seseorang yang berhasil menguasai akun email utama mungkin dapat mencoba mengatur ulang password akun lain melalui fitur pemulihan. Risiko tersebut membuat keamanan email menjadi sangat penting dalam perlindungan identitas digital.

Oleh karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya berpatokan pada batas minimum yang ditetapkan situs. Gunakan password yang lebih panjang, unik, dan sulit ditebak, terutama untuk akun yang menyimpan informasi pribadi atau memberikan akses ke layanan penting.

Baca juga : Cara Berhenti Langganan Shopee VIP dengan Mudah, Bisa Lewat Dua Cara

3. Gunakan Passphrase agar Password Panjang Lebih Mudah Diingat

Salah satu tantangan ketika menggunakan password panjang adalah kesulitan mengingat kombinasi karakter yang rumit. Jika setiap akun memiliki kata sandi berbeda, pengguna mungkin merasa kesulitan menghafalkan semuanya.

Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah passphrase. Metode ini menggunakan rangkaian beberapa kata untuk membentuk kata sandi yang relatif panjang dan lebih mudah diingat.

Berbeda dari password tradisional yang sering kali terdiri dari kombinasi karakter acak, passphrase dapat dibentuk dari tiga hingga lima kata yang dipilih secara acak dan tidak saling berkaitan.

Sebagai ilustrasi, seseorang dapat membayangkan rangkaian kata seperti awan-kompas-kaktus-lentera. Contoh tersebut hanya untuk menggambarkan bentuk passphrase dan tidak disarankan untuk digunakan sebagai password akun karena sudah dipublikasikan.

Keunggulan passphrase terletak pada kemudahan mengingatnya. Pengguna tidak harus menghafalkan rangkaian simbol yang panjang, tetapi cukup mengingat beberapa kata yang tidak membentuk pola umum.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat passphrase. Pertama, hindari menggunakan kutipan terkenal, judul lagu, ungkapan populer, atau kalimat yang sering ditemukan di internet. Rangkaian kata semacam itu bisa lebih mudah ditebak dibandingkan kombinasi kata yang benar-benar acak.

Kedua, hindari memilih kata berdasarkan informasi pribadi, seperti nama anggota keluarga, nama hewan peliharaan, tempat tinggal, atau tanggal penting. Informasi tersebut terkadang dapat ditemukan melalui unggahan media sosial.

Ketiga, pastikan jumlah kata dan panjang karakter sesuai dengan kebutuhan keamanan akun. Semakin penting akun yang dilindungi, semakin besar alasan untuk menggunakan passphrase yang panjang dan kuat.

Pengguna juga dapat menggunakan pemisah berupa tanda hubung atau karakter lain jika didukung oleh layanan yang bersangkutan. Namun, penambahan simbol bukan pengganti keacakan kata-kata yang digunakan.

Jika kesulitan memilih kata secara acak, manfaatkan generator passphrase pada password manager tepercaya. Dengan begitu, pengguna dapat memperoleh kombinasi yang lebih sulit diprediksi tanpa harus membuatnya sendiri.

4. Buat Password yang Unik untuk Setiap Akun

Selain panjang karakter, penggunaan password yang berbeda untuk setiap akun merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan digital.

Sebagian pengguna masih menggunakan satu password untuk berbagai layanan karena dianggap lebih praktis. Misalnya, kata sandi yang sama digunakan untuk email, media sosial, platform game, situs belanja online, hingga dompet digital.

Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko keamanan. Jika salah satu layanan mengalami kebocoran data, password yang terungkap mungkin dicoba oleh penyerang pada layanan lain.

Praktik ini dikenal sebagai credential stuffing, yaitu serangan yang memanfaatkan kombinasi nama pengguna atau email dan password yang telah bocor untuk mencoba masuk ke akun lain.

Risikonya muncul karena tidak sedikit pengguna yang memakai kombinasi kredensial yang sama pada beberapa platform. Akibatnya, kebocoran pada satu layanan berpotensi menimbulkan masalah pada akun lain yang sebenarnya tidak mengalami kebocoran.

Sebagai contoh, apabila password akun forum yang jarang digunakan ternyata bocor, penyerang mungkin mencoba kombinasi email dan password yang sama untuk mengakses akun email utama atau media sosial korban.

Jika kombinasi tersebut masih berlaku, akun lain dapat ikut terancam. Sebaliknya, apabila setiap akun memiliki password berbeda, kebocoran pada satu layanan tidak secara langsung memberikan akses ke akun lainnya.

Karena itu, pengguna sebaiknya membuat kata sandi unik untuk setiap layanan. Prioritaskan akun email utama, layanan keuangan, penyimpanan cloud, dan akun yang memiliki akses ke informasi pribadi.

Pengguna juga perlu menghindari variasi sederhana dari satu password, seperti mengganti angka terakhir atau menambahkan simbol yang sama. Pola tersebut belum tentu memberikan perlindungan yang memadai apabila password sebelumnya sudah diketahui pihak lain.

Memang, membuat dan mengelola banyak password berbeda dapat terasa merepotkan. Namun, penggunaan password manager dapat membantu mengatasi masalah tersebut tanpa mengharuskan pengguna menghafalkan setiap kombinasi secara manual.

5. Manfaatkan Password Manager dan Autentikasi Dua Faktor

Password manager merupakan aplikasi yang dirancang untuk menyimpan, mengelola, dan membantu membuat kata sandi bagi berbagai akun digital. Pengguna dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk menghasilkan password yang panjang, acak, dan berbeda pada setiap layanan.

Beberapa password manager menyediakan generator yang memungkinkan pengguna menentukan panjang karakter serta memilih jenis karakter yang ingin digunakan. Ada pula yang mendukung pembuatan passphrase dari rangkaian kata acak.

Dengan bantuan aplikasi tersebut, pengguna tidak perlu menghafalkan puluhan password. Mereka cukup mengingat satu password utama untuk membuka tempat penyimpanan kata sandi yang telah dibuat.

Namun, password utama tetap harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Sebaiknya gunakan password atau passphrase yang panjang, unik, dan tidak pernah digunakan pada layanan lain.

Pengguna juga perlu memilih password manager yang tepercaya, memperbarui aplikasinya secara berkala, dan memahami fitur pemulihan akun yang tersedia. Jika memungkinkan, aktifkan autentikasi dua faktor untuk melindungi akses ke password manager tersebut.

Autentikasi dua faktor atau two-factor authentication (2FA) merupakan metode keamanan yang meminta verifikasi tambahan selain password. Verifikasi tersebut dapat berupa kode dari aplikasi autentikator, kunci keamanan, atau metode lain yang didukung oleh layanan.

Dengan adanya lapisan verifikasi tambahan, seseorang yang mengetahui password belum tentu dapat langsung mengakses akun apabila tidak memiliki faktor autentikasi kedua yang diperlukan.

Jika tersedia, pengguna dapat mempertimbangkan penggunaan passkey atau kunci sandi. Teknologi ini memungkinkan proses masuk menggunakan mekanisme autentikasi yang didukung perangkat, seperti biometrik atau PIN perangkat, tanpa harus memasukkan password tradisional pada setiap proses masuk.

Selain menggunakan teknologi keamanan tambahan, pengguna harus berhati-hati terhadap pesan atau situs palsu yang meminta informasi login. Password yang panjang dan kuat tidak akan memberikan perlindungan maksimal apabila pengguna secara tidak sengaja menyerahkannya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, keamanan akun sebaiknya dibangun melalui beberapa lapisan perlindungan sekaligus, bukan hanya mengandalkan panjang password.

Kesimpulan

Panjang password merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan akun digital. Password sepanjang 14–16 karakter atau lebih dapat menjadi pilihan yang baik, terutama jika dibuat secara acak, sulit ditebak, dan tidak menggunakan informasi pribadi.

Namun, pengguna tidak seharusnya hanya berfokus pada jumlah karakter atau banyaknya simbol. Password yang panjang tetap dapat berisiko apabila menggunakan pola umum, digunakan berulang kali, atau mudah dikaitkan dengan identitas pemilik akun.

Untuk meningkatkan keamanan, gunakan passphrase yang terdiri dari beberapa kata acak, buat password berbeda untuk setiap akun, dan manfaatkan password manager agar pengelolaannya lebih mudah. Jangan lupa mengaktifkan autentikasi dua faktor atau menggunakan passkey apabila layanan mendukungnya.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan password dan selalu waspada terhadap upaya pencurian informasi login. Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, pengguna dapat mengurangi risiko pengambilalihan akun dan melindungi informasi pribadi saat beraktivitas di internet.

Pada akhirnya, password yang ideal bukan sekadar password yang panjang, melainkan kata sandi yang kuat, unik, dan dikelola dengan benar. Kombinasi antara password yang baik dan lapisan perlindungan tambahan akan membantu menciptakan keamanan digital yang lebih baik.

Posting Komentar