Peringkat Terbaru Internet Indonesia: Masih Tertinggal dan Kalah Saing dari Mayoritas Negara ASEAN
Peringkat Terbaru Internet Indonesia: Masih Tertinggal dan Kalah Saing dari Mayoritas Negara ASEAN
Kualitas dan kecepatan koneksi internet telah menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur kesiapan digital serta daya saing ekonomi suatu negara di era transformasi teknologi saat ini. Akses internet yang cepat, stabil, dan terjangkau bukan lagi sekadar fasilitas hiburan, melainkan infrastruktur krusial yang menopang berbagai sektor—mulai dari pendidikan, perdagangan elektronik (e-commerce), layanan keuangan digital, hingga efisiensi birokrasi pemerintahan.
Namun, laporan terbaru yang dirilis oleh Ookla melalui laporan Speedtest Global Index edisi Agustus 2026 menyajikan fakta yang cukup prihatin bagi Indonesia. Meskipun terjadi peningkatan tipis pada kategori mobile internet, secara umum performa koneksi internet di Tanah Air masih tertinggal cukup jauh, baik di tingkat global maupun jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Performa Internet Mobile Indonesia: Naik Peringkat tetapi Masih di Papan Bawah ASEAN
Pada kategori mobile internet (seluler), Indonesia mencatatkan kecepatan unduh (download) rata-rata sebesar 66,34 Mbps, kecepatan unggah (upload) 19,80 Mbps, serta tingkat responsivitas atau latensi sebesar 20 ms.
Hasil ini mencerminkan tren positif secara global, di mana Indonesia berhasil naik dua peringkat dari bulan sebelumnya. Saat ini, Indonesia menempati posisi ke-70 dari 102 negara di dunia yang masuk dalam pemantauan Ookla.
Kendati mengalami kenaikan peringkat secara global, posisi Indonesia di ranah regional Asia Tenggara masih tergolong memprihatinkan. Jika persaingan disempitkan ke kawasan ASEAN, kecepatan mobile internet Indonesia berada di posisi papan bawah. Indonesia hanya mampu unggul dari dua negara, yaitu Filipina dan Laos. Sementara itu, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga lain seperti Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Thailand, performa koneksi seluler Indonesia kalah telak.
Peringkat Kecepatan Internet Mobile di Asia Tenggara (Agustus 2026)
Berikut adalah daftar lengkap peringkat dan kecepatan download internet seluler di kawasan Asia Tenggara berdasarkan data Speedtest Global Index:
- Vietnam: 219,93 Mbps (Peringkat 9 Dunia)
- Malaysia: 165,32 Mbps (Peringkat 14 Dunia)
- Singapura: 164,35 Mbps (Peringkat 16 Dunia)
- Thailand: 143,45 Mbps (Peringkat 26 Dunia)
- Kamboja: 111,90 Mbps (Peringkat 43 Dunia)
- Indonesia: 66,34 Mbps (Peringkat 70 Dunia)
- Filipina: 66,33 Mbps (Peringkat 71 Dunia)
- Laos: 44,62 Mbps (Peringkat 84 Dunia)
Tampak jelas perbedaan kesenjangan yang sangat lebar. Vietnam sebagai pemimpin kawasan mencatatkan kecepatan yang hampir empat kali lipat lebih cepat dibandingkan Indonesia. Bahkan Kamboja, yang secara wilayah dan populasi lebih kecil, berhasil bertengger di peringkat ke-43 dunia dengan kecepatan menembus angka 111,90 Mbps.
Baca juga : Panduan Lengkap: 5 Tips Setting Kamera Ray-Ban Meta agar Video POV Lebih Menarik dan Maksimal
Performa Fixed Broadband Indonesia: Jalan di Tempat dan Nyaris Berada di Posisi Juru Mudi
Kondisi yang jauh lebih menantang terlihat pada kategori fixed broadband (internet kabel/rumah). Berdasarkan laporan periode Agustus 2026, kecepatan unduh rata-rata fixed broadband di Indonesia berada di angka 51,40 Mbps, kecepatan unggah 36,23 Mbps, dan latensi yang relatif rendah yaitu 8 ms.
Secara pemeringkatan global, posisi fixed broadband Indonesia tidak mengalami pergerakan sama sekali jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Indonesia tertahan di posisi ke-113 dari 149 negara di dunia.
Di ranah regional Asia Tenggara, pencapaian ini menempatkan Indonesia di posisi yang sangat tidak menguntungkan. Dari 10 negara ASEAN yang terdata, Indonesia berada di urutan ke-9. Indonesia hanya mampu unggul tipis atas Myanmar yang berada di posisi terbawah. Negara-negara tetangga seperti Brunei, Laos, dan Kamboja bahkan berhasil melampaui capaian kecepatan internet kabel di Indonesia.
Peringkat Kecepatan Fixed Broadband di Asia Tenggara (Agustus 2026)
Berikut adalah rincian data peringkat kecepatan internet kabel (fixed broadband) di negara-negara Asia Tenggara:
- Singapura: 462,50 Mbps (Peringkat 1 Dunia)
- Vietnam: 301,48 Mbps (Peringkat 8 Dunia)
- Thailand: 298,92 Mbps (Peringkat 9 Dunia)
- Malaysia: 179,32 Mbps (Peringkat 44 Dunia)
- Filipina: 114,34 Mbps (Peringkat 62 Dunia)
- Brunei: 86,45 Mbps (Peringkat 93 Dunia)
- Laos: 59,97 Mbps (Peringkat 103 Dunia)
- Kamboja: 54,74 Mbps (Peringkat 108 Dunia)
- Indonesia: 51,40 Mbps (Peringkat 113 Dunia)
- Myanmar: 24,64 Mbps (Peringkat 138 Dunia)
Singapura mengukuhkan posisinya sebagai raja internet dunia di kategori ini dengan kecepatan luar biasa mencapai 462,50 Mbps. Sementara itu, Vietnam dan Thailand memperlihatkan komitmen kuat dalam modernisasi infrastruktur kabel optik hingga berhasil menembus jajaran 10 besar dunia. Kecepatan fixed broadband Indonesia yang hanya 51,40 Mbps terasa sangat tertinggal jika disandingkan dengan negara-negara tersebut.
Perbandingan dengan Standar Rata-Rata Global
Untuk menilai sejauh mana posisi Indonesia dalam peta konektivitas dunia, kita dapat membandingkan capaian nasional dengan rata-rata kecepatan internet global yang dihimpun oleh Ookla pada periode yang sama.
1. Kategori Mobile Internet
- Rata-rata Global (Download): 109,05 Mbps
- Capaian Indonesia (Download): 66,34 Mbps
- Selisih: Indonesia masih tertinggal sekitar 42,71 Mbps di bawah rata-rata dunia.
Secara global, rata-rata kecepatan unggah (upload) untuk jaringan seluler berada di angka 13,96 Mbps dengan latensi 24 ms. Dalam hal ini, angka unggah (19,80 Mbps) dan latensi (20 ms) Indonesia sebenarnya sudah cukup baik dan berada di atas rata-rata dunia, namun kecepatan unduhnya masih membebani posisi pemeringkatan secara keseluruhan.
2. Kategori Fixed Broadband
- Rata-rata Global (Download): 129,68 Mbps
- Capaian Indonesia (Download): 51,40 Mbps
- Selisih: Indonesia tertinggal hingga 78,28 Mbps dari rata-rata kecepatan dunia.
Untuk fixed broadband global, kecepatan unggah rata-rata mencapai 64,69 Mbps dengan latensi 9 ms. Capaian unggah Indonesia yang berada di angka 36,23 Mbps juga masih berada di bawah rata-rata dunia, meskipun latensinya tergolong sangat responsif di angka 8 ms.
Tantangan Infrastruktur dan Harapan Masa Depan
Ketertinggalan kecepatan internet Indonesia dibanding negara-negara tetangga dipengaruhi oleh sejumlah faktor kompleks. Geografi Indonesia yang berbasis kepulauan (archipelagic state) menjadi tantangan terbesar dalam pemerataan infrastruktur telekomunikasi. Menggelar kabel serat optik bawah laut dan membangun menara BTS (Base Transceiver Station) di puluhan ribu pulau membutuhkan investasi finansial yang sangat besar serta efisiensi regulasi yang tinggi.
Selain itu, penetrasi fixed broadband berbasis fiber ke rumah-rumah (Fiber to the Home atau FTTH) di Indonesia masih terkonsentrasi di kota-kota besar di Pulau Jawa, sementara wilayah luar Jawa masih menghadapi keterbatasan akses.
Meskipun demikian, adanya peningkatan dua peringkat pada kategori mobile internet menunjukkan bahwa upaya percepatan transmisi teknologi—seperti perluasan jaringan 5G dan optimalisasi spektrum frekuensi—mulai memberikan dampak bertahap. Agar tidak makin jauh tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya, dorongan kolaborasi antara pemerintah dan penyedia jasa telekomunikasi (ISP) dalam memperluas jangkauan serta meningkatkan kapasitas bandwith jaringan kabel maupun seluler menjadi agenda yang sangat mendesak demi menyongsong era ekonomi digital yang inklusif.

Posting Komentar