DNS over HTTPS vs DNS over TLS: Mana yang Lebih Aman untuk Privasi Internet?

Daftar Isi

 

DNS over HTTPS vs DNS over TLS: Mana yang Lebih Aman untuk Privasi Internet?



Keamanan dan privasi menjadi dua hal penting ketika seseorang menggunakan internet. Setiap kali membuka situs web, perangkat akan melakukan proses komunikasi dengan server untuk menemukan alamat IP yang sesuai dengan nama domain tujuan. Proses ini melibatkan sistem bernama Domain Name System (DNS), yang menjadi salah satu komponen penting dalam aktivitas berselancar di internet.

Sayangnya, permintaan DNS konvensional tidak selalu terlindungi oleh enkripsi. Dalam kondisi tertentu, informasi mengenai domain yang dicari pengguna bisa diamati oleh penyedia layanan internet atau pihak lain yang memiliki akses ke jalur komunikasi jaringan. Risiko ini semakin perlu diperhatikan ketika pengguna terhubung ke jaringan Wi-Fi publik yang keamanannya belum tentu terjamin.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, hadir teknologi DNS over TLS (DoT) dan DNS over HTTPS (DoH). Keduanya dirancang untuk mengenkripsi permintaan DNS agar lebih sulit disadap atau dimanipulasi selama proses transmisi.

Meskipun mempunyai tujuan serupa, DoT dan DoH menggunakan pendekatan teknis yang berbeda. Perbedaan ini memengaruhi cara penerapan, kemudahan pengelolaan jaringan, serta kemampuan administrator dalam mengawasi lalu lintas internet.

Lantas, apa perbedaan DNS over HTTPS dan DNS over TLS, serta mana yang lebih cocok digunakan untuk kebutuhan sehari-hari?

Memahami Cara Kerja DNS Konvensional

Sebelum membahas DoH dan DoT, pengguna perlu memahami fungsi DNS dalam komunikasi internet.

DNS dapat diibaratkan sebagai buku alamat yang membantu perangkat menemukan lokasi server berdasarkan nama domain. Ketika seseorang mengetik nama situs di peramban, perangkat perlu mengetahui alamat IP yang digunakan server tujuan agar koneksi dapat dibuat.

Sebagai contoh, ketika pengguna memasukkan alamat sebuah situs berita, perangkat akan mengirimkan permintaan DNS kepada resolver untuk mencari alamat IP yang berkaitan dengan domain tersebut. Setelah memperoleh jawaban, peramban dapat melanjutkan proses koneksi ke server.

Dalam penggunaan DNS konvensional, permintaan ini umumnya dikirim melalui UDP port 53, meskipun TCP port 53 juga digunakan dalam kondisi tertentu.

Masalahnya, DNS konvensional tidak mengenkripsi isi permintaan secara bawaan. Pihak yang mampu mengamati lalu lintas jaringan dapat mengetahui nama domain yang sedang dicari. Dalam situasi tertentu, penyerang juga dapat mencoba memanipulasi jawaban DNS untuk mengarahkan pengguna ke alamat yang keliru.

Kondisi tersebut tidak berarti setiap pihak selalu bisa melihat seluruh aktivitas internet pengguna. Namun, permintaan DNS yang tidak terenkripsi memang membuka peluang pengawasan dan manipulasi pada jalur komunikasi.

Di sinilah DoH dan DoT berperan. Keduanya menambahkan perlindungan enkripsi melalui Transport Layer Security (TLS), tetapi mengemas permintaan DNS menggunakan mekanisme komunikasi yang berbeda.

Mengenal DNS over TLS (DoT)

DNS over TLS merupakan protokol yang mengenkripsi komunikasi DNS menggunakan TLS melalui koneksi TCP. Protokol ini umumnya menggunakan port 853 untuk komunikasi DNS terenkripsi.

Berbeda dengan DNS konvensional yang mengirimkan permintaan tanpa enkripsi, DoT melindungi isi permintaan dan jawaban DNS selama perjalanan antara perangkat dengan resolver yang mendukung protokol tersebut.

Dengan perlindungan ini, pihak yang mengamati jaringan tidak dapat begitu saja membaca nama domain di dalam permintaan DNS yang telah dienkripsi. Namun, perlindungan tersebut bergantung pada penggunaan koneksi TLS yang benar dan resolver yang tepercaya.

Salah satu karakteristik utama DoT adalah penggunaan port khusus. Hal ini membuat lalu lintas DNS terenkripsi lebih mudah dikenali oleh perangkat jaringan, seperti firewall dan sistem pemantauan perusahaan.

Baca juga : Perovskite Solar Cells, Teknologi Panel Surya Generasi Baru yang Siap Menantang Dominasi Silikon

Kelebihan DNS over TLS

Keunggulan pertama DoT adalah pemisahan lalu lintas DNS dari komunikasi web biasa. Administrator jaringan dapat mengenali koneksi DNS terenkripsi berdasarkan port yang digunakan, sehingga penerapan kebijakan keamanan menjadi lebih mudah.

Sebagai contoh, perusahaan dapat mengizinkan permintaan DNS terenkripsi hanya menuju resolver yang telah disetujui. Kebijakan tersebut membantu mengurangi risiko perangkat karyawan menggunakan layanan DNS yang tidak dikenal.

Keunggulan berikutnya adalah desain komunikasinya yang relatif langsung. DoT tidak membutuhkan lapisan HTTP seperti yang digunakan DoH. Namun, hal ini tidak otomatis menjamin DoT selalu lebih cepat karena kinerja juga dipengaruhi oleh latensi jaringan, kualitas resolver, penggunaan ulang koneksi, dan konfigurasi perangkat.

DoT juga dapat diterapkan pada tingkat sistem operasi atau router. Dengan konfigurasi yang tepat, perangkat yang terhubung ke jaringan dapat menggunakan layanan DNS terenkripsi tanpa harus mengaktifkan fitur tersebut satu per satu di setiap aplikasi.

Kekurangan DNS over TLS

Kelemahan utama DoT adalah penggunaan port khusus yang membuatnya relatif mudah dikenali dan diblokir oleh administrator jaringan.

Pada jaringan publik atau jaringan organisasi dengan aturan ketat, koneksi ke port 853 mungkin tidak diizinkan. Akibatnya, pengguna tidak dapat memakai DoT melalui jalur tersebut kecuali tersedia konfigurasi alternatif yang diizinkan.

Selain itu, penggunaan DoT tidak otomatis membuat seluruh aktivitas internet menjadi anonim. Pengelola resolver DNS masih dapat mengetahui permintaan domain yang diterimanya, sedangkan koneksi menuju situs tujuan tetap memiliki karakteristik lalu lintas tersendiri.

Karena itu, DoT lebih tepat dipahami sebagai teknologi perlindungan privasi DNS, bukan solusi yang menghilangkan seluruh jejak aktivitas internet.

Mengenal DNS over HTTPS (DoH)

DNS over HTTPS adalah protokol yang membawa permintaan DNS melalui HTTPS. Dalam implementasi umumnya, DoH menggunakan HTTP/2 atau HTTP/3 di atas koneksi yang dilindungi TLS.

DoH biasanya menggunakan port 443, yaitu port yang juga digunakan oleh sebagian besar koneksi HTTPS untuk mengakses situs web.

Pendekatan ini membuat permintaan DNS terenkripsi dapat berbagi infrastruktur komunikasi yang umum digunakan untuk lalu lintas web. Bagi pengamat jaringan, koneksi DoH dapat lebih sulit dibedakan hanya berdasarkan nomor port karena tidak menggunakan port khusus seperti DoT.

Meski demikian, DoH tidak selalu sepenuhnya tidak terdeteksi. Administrator jaringan masih mungkin mengenali layanan DNS tertentu melalui alamat IP resolver, nama host, kebijakan perangkat, atau metode pemantauan lainnya. Tingkat keterdeteksian bergantung pada konfigurasi jaringan dan teknologi yang digunakan.

Kelebihan DNS over HTTPS

Salah satu keunggulan DoH adalah kemampuannya membawa permintaan DNS melalui infrastruktur HTTPS yang sudah banyak tersedia.

Karena menggunakan port 443, DoH berpotensi tetap berfungsi pada jaringan yang membatasi koneksi ke port DNS terenkripsi khusus. Karakteristik ini juga dapat menyulitkan pemblokiran DNS berdasarkan port semata.

DoH juga cukup praktis untuk pengguna sehari-hari. Sejumlah peramban menyediakan pengaturan DNS over HTTPS sehingga pengguna dapat mengaktifkan fitur tersebut tanpa harus mengubah seluruh konfigurasi jaringan perangkat.

Sebagai contoh, Firefox menyediakan pengaturan DNS over HTTPS, sementara Google Chrome juga mendukung penggunaan DNS aman dengan layanan yang kompatibel.

Kemudahan ini membuat DoH menarik bagi pengguna yang ingin meningkatkan perlindungan privasi ketika mengakses internet melalui jaringan rumah, kantor, maupun Wi-Fi publik.

Kekurangan DNS over HTTPS

Di balik kelebihannya, DoH dapat menimbulkan tantangan bagi administrator jaringan yang membutuhkan pengawasan DNS terpusat.

Jika aplikasi menggunakan resolver DoH sendiri, permintaan DNS bisa melewati resolver internal yang biasanya digunakan organisasi. Akibatnya, kebijakan penyaringan domain berbahaya, pemantauan ancaman, dan pencatatan aktivitas DNS mungkin tidak berjalan sesuai rancangan.

Misalnya, perusahaan telah mengatur DNS internal untuk memblokir domain yang diketahui menyebarkan malware. Apabila perangkat menggunakan resolver DoH eksternal tanpa pengelolaan yang tepat, permintaan DNS dapat melewati mekanisme penyaringan tersebut.

DoH juga bukan alat yang otomatis membebaskan pengguna dari seluruh pemblokiran internet. Situs masih dapat dibatasi melalui alamat IP, sistem penyaringan pada perangkat, kebijakan peramban, atau metode lain. Pengguna tetap perlu mematuhi aturan jaringan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Perbedaan DoH dan DoT yang Perlu Diketahui

Walaupun keduanya melindungi permintaan DNS menggunakan enkripsi, ada beberapa perbedaan mendasar yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih salah satunya.

Pertama, DoT menggunakan TLS secara langsung melalui TCP dengan port standar 853. Sementara itu, DoH membawa permintaan DNS melalui protokol HTTPS yang umumnya menggunakan port 443.

Kedua, karakteristik lalu lintasnya berbeda. DoT lebih mudah dikenali berdasarkan port khusus, sedangkan DoH dapat menyerupai komunikasi HTTPS lain dari sudut pandang pemantauan jaringan sederhana. Namun, keduanya tetap bisa dikenali menggunakan teknik yang lebih canggih.

Ketiga, cara penerapannya tidak selalu sama. DoT sering dikonfigurasi melalui sistem operasi atau router agar berlaku pada tingkat perangkat atau jaringan. DoH banyak digunakan melalui pengaturan peramban, meskipun penerapannya pada tingkat sistem juga dimungkinkan.

Keempat, keduanya menawarkan kelebihan dalam pengelolaan jaringan yang berbeda. DoT dapat memudahkan pengawasan lalu lintas DNS terenkripsi berdasarkan port, sedangkan DoH dapat lebih fleksibel pada jaringan yang telah mengandalkan HTTPS.

Dari sisi keamanan dasar, tidak tepat menyimpulkan bahwa salah satu protokol selalu lebih aman daripada yang lain. Keamanan aktual juga ditentukan oleh implementasi, validasi sertifikat, konfigurasi, serta kepercayaan terhadap penyedia resolver.

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Pilihan antara DoH dan DoT sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, perangkat yang digunakan, serta kebijakan jaringan tempat perangkat terhubung.

Jika pengguna ingin mengamankan permintaan DNS untuk seluruh perangkat di rumah, DoT bisa menjadi pilihan menarik ketika router atau sistem operasi mendukung konfigurasi tersebut. Pendekatan ini memungkinkan perlindungan DNS diterapkan secara terpusat tanpa mengatur setiap aplikasi secara terpisah.

DoT juga layak dipertimbangkan oleh perusahaan yang membutuhkan kontrol jaringan lebih terstruktur. Administrator dapat menentukan resolver yang diperbolehkan, memantau koneksi berdasarkan port, dan mengintegrasikan kebijakan DNS dengan sistem keamanan yang tersedia.

Sebaliknya, DoH cocok bagi pengguna yang menginginkan cara praktis untuk mengenkripsi permintaan DNS melalui peramban. Pengaturan ini dapat bermanfaat ketika menggunakan Wi-Fi publik, terutama untuk mengurangi risiko penyadapan permintaan DNS oleh pihak yang mengamati jaringan.

DoH juga bisa menjadi alternatif ketika koneksi ke port 853 dibatasi, selama jaringan masih mengizinkan koneksi menuju layanan DoH yang digunakan.

Meski begitu, pengguna perlu memperhatikan pengaturan DNS yang aktif. Mengaktifkan DoH hanya pada peramban belum tentu melindungi permintaan DNS dari aplikasi lain di perangkat. Sebaliknya, konfigurasi DNS pada sistem operasi belum tentu mengendalikan aplikasi yang menggunakan resolver sendiri.

Apa pun pilihannya, gunakan layanan DNS yang tepercaya, pastikan koneksi terenkripsi berfungsi dengan benar, dan pahami kebijakan privasi penyedia resolver. Enkripsi melindungi komunikasi selama perjalanan, tetapi tidak menjamin penyedia layanan tidak mencatat permintaan DNS.

Kesimpulan

DNS over HTTPS dan DNS over TLS merupakan dua teknologi penting untuk meningkatkan privasi dan keamanan komunikasi DNS. Keduanya membantu melindungi permintaan domain dari penyadapan dan manipulasi selama transmisi, tetapi menggunakan mekanisme serta karakteristik jaringan yang berbeda.

DoT menggunakan port 853 dan menawarkan pemisahan lalu lintas DNS yang memudahkan pengelolaan jaringan. Sementara itu, DoH menggunakan HTTPS melalui port 443 sehingga dapat lebih praktis diterapkan pada peramban dan lebih sulit dikenali melalui pemantauan port sederhana.

Tidak ada satu pilihan yang selalu unggul dalam semua situasi. Untuk perlindungan DNS terpusat dan pengelolaan jaringan, DoT bisa menjadi pilihan yang sesuai. Untuk penggunaan sehari-hari dan konfigurasi langsung melalui peramban, DoH menawarkan kemudahan tersendiri.

Pada akhirnya, perlindungan privasi internet tidak hanya bergantung pada protokol DNS yang digunakan. Pemilihan resolver tepercaya, konfigurasi perangkat yang tepat, pembaruan perangkat lunak, dan kebiasaan berselancar yang aman tetap menjadi bagian penting dari keamanan digital.

Posting Komentar