Cara Membuat Mesh Network dari Beberapa Router Lama di Rumah

Daftar Isi

 

Cara Membuat Mesh Network dari Beberapa Router Lama di Rumah



Masalah WiFi yang tidak menjangkau seluruh bagian rumah sebenarnya cukup umum terjadi. Di ruang tamu, koneksi internet mungkin terasa cepat dan stabil. Namun, begitu berpindah ke kamar, dapur, halaman belakang, atau lantai dua, sinyal mulai melemah. Bahkan di beberapa titik tertentu, perangkat bisa kehilangan koneksi sama sekali.

Kondisi seperti ini biasanya terjadi karena jangkauan sinyal router terbatas. Dinding beton, lantai, perabotan, dan jarak antara perangkat dengan router juga dapat membuat kualitas sinyal WiFi menurun.

Salah satu solusi yang populer adalah menggunakan perangkat Mesh WiFi. Sistem ini memang dirancang untuk menyediakan jaringan WiFi dengan beberapa titik akses yang bekerja bersama. Sayangnya, perangkat Mesh WiFi khusus bisa membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun, ada alternatif yang lebih hemat jika kamu memiliki beberapa router lama di rumah. Router bekas dari ISP atau router yang sudah tidak digunakan sebenarnya masih bisa dimanfaatkan sebagai Access Point untuk memperluas jaringan WiFi.

Dengan konfigurasi yang tepat, beberapa router tersebut dapat dibuat menggunakan nama WiFi dan kata sandi yang sama sehingga perangkat seperti HP, tablet, atau laptop dapat berpindah dari satu titik akses ke titik lainnya tanpa harus memilih jaringan WiFi baru secara manual.

Perlu dicatat, sistem ini tidak selalu sama persis dengan Mesh WiFi modern. Router-router lama tersebut pada dasarnya bekerja sebagai beberapa Access Point dalam satu jaringan. Fitur perpindahan koneksi sepenuhnya juga bergantung pada kemampuan perangkat klien dan router yang digunakan.

Lantas, bagaimana cara membuatnya? Berikut panduan lengkapnya.

1. Siapkan Router Utama, Router Lama, dan Kabel LAN

Sebelum mulai melakukan konfigurasi, siapkan beberapa perangkat yang dibutuhkan.

Pertama adalah router utama. Perangkat ini merupakan router yang terhubung langsung ke modem atau sumber internet dari ISP. Router utama tetap bertugas mengatur jaringan, membagikan alamat IP, dan menghubungkan seluruh perangkat ke internet.

Kemudian siapkan satu atau beberapa router lama. Router tersebut nantinya tidak digunakan sebagai router utama lagi, melainkan diubah menjadi Access Point.

Terakhir, siapkan kabel LAN atau kabel Ethernet dengan panjang yang sesuai.

Penggunaan kabel LAN sebagai penghubung antar-router sangat disarankan karena koneksi yang disebut wired backhaul biasanya lebih stabil dibandingkan menghubungkan router tambahan secara nirkabel.

Sebagai contoh, jika rumah memiliki dua lantai, router utama dapat ditempatkan di lantai satu sementara router lama ditempatkan di lantai dua dan dihubungkan menggunakan kabel LAN.

2. Periksa Alamat IP Router Utama

Sebelum mengatur router lama, kamu perlu mengetahui alamat IP router utama.

Alamat yang sering digunakan antara lain:

  • 192.168.1.1
  • 192.168.0.1

Namun, alamat tersebut tidak selalu sama karena bergantung pada merek dan konfigurasi router.

Misalnya router utama menggunakan alamat 192.168.1.1. Artinya, router tambahan nantinya harus menggunakan alamat yang masih berada dalam jaringan yang sama, tetapi tidak boleh menggunakan alamat IP yang sama.

Contohnya, router lama bisa diberi alamat 192.168.1.2.

Alamat IP ini nantinya berguna jika kamu ingin kembali membuka halaman pengaturan router lama.

Baca juga : Cara Mengecek Kesehatan Baterai Laptop Windows dengan Command Prompt

3. Masuk ke Halaman Administrator Router Lama

Sekarang nyalakan router lama, tetapi jangan menghubungkannya ke router utama terlebih dahulu.

Hubungkan HP atau laptop ke WiFi router lama tersebut.

Kemudian buka browser dan masukkan alamat IP bawaan router. Alamatnya biasanya tercetak di bagian belakang perangkat atau terdapat pada buku manual.

Setelah halaman login muncul, masukkan username dan password administrator.

Tampilan menu setiap merek router bisa berbeda. Cari bagian yang berkaitan dengan Network, LAN, atau LAN Settings.

Jika router utama menggunakan alamat:

192.168.1.1

maka kamu dapat mengubah alamat IP router lama menjadi:

192.168.1.2

Pastikan alamat tersebut belum digunakan perangkat lain.

Setelah konfigurasi disimpan, router mungkin melakukan restart. Jangan panik jika koneksi ke halaman pengaturan terputus. Hal tersebut terjadi karena alamat IP router sudah berubah.

4. Matikan DHCP Server pada Router Lama

Ini merupakan salah satu langkah paling penting.

DHCP Server adalah fitur yang bertugas memberikan alamat IP secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan.

Pada jaringan rumah sederhana, sebaiknya fungsi DHCP hanya dijalankan oleh router utama.

Misalnya router utama memberikan alamat IP kepada HP, laptop, televisi pintar, dan perangkat lainnya. Jika router lama juga menjalankan DHCP, bisa terjadi konflik atau perangkat mendapatkan konfigurasi jaringan yang tidak sesuai.

Karena itu, buka kembali halaman administrator router lama menggunakan alamat IP barunya.

Jika tadi alamatnya diubah menjadi 192.168.1.2, masukkan alamat tersebut ke browser.

Kemudian cari menu:

DHCP → DHCP Server

atau menu dengan nama serupa.

Ubah status DHCP Server dari Enable menjadi Disable.

Setelah itu tekan Save, Apply, atau tombol sejenis.

Mulai sekarang, router lama tidak lagi bertugas membagikan alamat IP. Tugas tersebut sepenuhnya dilakukan oleh router utama.

Dengan konfigurasi ini, router lama pada dasarnya berfungsi sebagai Access Point yang menyediakan akses WiFi tambahan.

5. Samakan Nama WiFi dan Password

Agar pengalaman berpindah ruangan terasa seperti menggunakan satu jaringan WiFi, pengaturan identitas WiFi perlu dibuat sama.

Masuk ke menu Wireless Settings atau Wi-Fi Settings pada router lama.

Kemudian ubah beberapa pengaturan.

Nama WiFi atau SSID

Gunakan nama WiFi yang sama persis dengan router utama.

Misalnya router utama menggunakan:

RumahKita

Maka router lama juga menggunakan:

RumahKita

Perhatikan huruf besar dan kecil.

Password

Gunakan password yang sama persis dengan router utama.

Dengan begitu, HP tidak melihat router tersebut sebagai jaringan WiFi yang berbeda dari sisi nama dan password.

Sistem keamanan

Jika router utama menggunakan WPA2-Personal atau WPA2-PSK dengan AES, gunakan pengaturan keamanan yang kompatibel pada router tambahan.

Kesamaan pengaturan keamanan dapat membantu perangkat berpindah antar-access point dengan lebih lancar.

6. Atur Channel WiFi Agar Tidak Saling Mengganggu

Jika router utama dan router tambahan berada berdekatan, keduanya dapat saling mengganggu apabila menggunakan channel yang sama.

Untuk WiFi 2,4 GHz, channel yang umum digunakan adalah:

  • Channel 1
  • Channel 6
  • Channel 11

Sebagai contoh, router utama dapat menggunakan Channel 1, sedangkan router tambahan menggunakan Channel 6.

Jika terdapat router tambahan kedua, kamu dapat menggunakan Channel 11.

Tujuannya bukan membuat sinyal menjadi lebih kuat secara ajaib, melainkan mengurangi kemungkinan interferensi antar-access point.

Untuk WiFi 5 GHz, pilihan channel lebih banyak, tetapi pengaturannya bergantung pada router dan lingkungan jaringan di rumah.

Jika router memiliki fitur pemilihan channel otomatis yang bagus, kamu juga dapat menggunakannya. Namun, untuk konfigurasi manual, pastikan access point yang berdekatan tidak menggunakan channel yang sama jika memungkinkan.

7. Hubungkan Router Utama dan Router Lama dengan Kabel LAN

Setelah seluruh konfigurasi selesai, sekarang waktunya menghubungkan perangkat.

Ambil kabel LAN.

Hubungkan salah satu ujung kabel ke port LAN router utama.

Kemudian hubungkan ujung lainnya ke port LAN router lama.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan port WAN/Internet pada router lama jika kamu ingin menjadikannya Access Point dengan konfigurasi LAN-to-LAN.

Sederhananya:

Router utama LAN → Router lama LAN

Bukan:

Router utama LAN → Router lama WAN

Dengan metode LAN-to-LAN, kedua perangkat berada dalam jaringan lokal yang sama.

Jika rumah memiliki beberapa router lama, prinsipnya dapat diterapkan kembali:

Router utama → Router lama 1

Router utama → Router lama 2

Router utama → Router lama 3

Selama router tambahan dikonfigurasi sebagai Access Point dan DHCP-nya dimatikan.

8. Tempatkan Router Tambahan di Lokasi yang Tepat

Jangan asal menaruh router tambahan di tempat yang sinyalnya sudah sangat buruk.

Idealnya, router tambahan ditempatkan di lokasi yang masih mendapatkan koneksi jaringan dengan baik melalui kabel LAN, kemudian diposisikan untuk memberikan cakupan WiFi ke area yang membutuhkan.

Misalnya router utama berada di ruang tamu, sementara kamar di belakang rumah memiliki sinyal lemah. Router tambahan dapat ditempatkan lebih dekat ke area tersebut.

Jika rumah memiliki dua lantai, router tambahan bisa ditempatkan di lantai dua.

Penempatan perangkat tetap penting karena Access Point hanya dapat memancarkan sinyal sesuai kemampuan perangkat dan kondisi lingkungan.

9. Uji Perpindahan WiFi dari Satu Ruangan ke Ruangan Lain

Setelah semuanya selesai, hubungkan HP ke nama WiFi yang sudah dibuat.

Kemudian berjalanlah dari area dekat router utama menuju area dekat router tambahan.

Karena kedua router menggunakan SSID dan password yang sama, HP dapat memilih access point yang dianggap lebih sesuai berdasarkan kondisi sinyal dan algoritma perangkat.

Namun, jangan menganggap perpindahan tersebut selalu benar-benar "seamless" seperti sistem Mesh profesional.

Beberapa HP mungkin tetap mempertahankan koneksi ke access point lama meskipun sinyalnya sudah melemah. Hal ini karena keputusan untuk berpindah koneksi sebagian besar juga dipengaruhi perangkat klien.

Karena itu, hasilnya dapat berbeda antara HP, laptop, dan perangkat lainnya.

10. Lakukan Tes Kecepatan

Langkah terakhir adalah melakukan pengujian.

Coba lakukan tes kecepatan internet di beberapa lokasi:

  • Dekat router utama
  • Di kamar
  • Di dapur
  • Di lantai dua
  • Di area yang sebelumnya menjadi blank spot

Bandingkan hasilnya.

Selain kecepatan internet, perhatikan juga kestabilan koneksi. Jangan hanya melihat angka download. Ping dan kestabilan koneksi juga penting, terutama jika jaringan digunakan untuk bermain game online, video call, atau streaming.

Jika koneksi di router tambahan jauh lebih lambat, periksa kembali kabel LAN, port yang digunakan, konfigurasi jaringan, serta kualitas router lama.

Apakah Router Lama Bisa Benar-Benar Menggantikan Mesh WiFi?

Jawabannya adalah bisa untuk kebutuhan tertentu, tetapi tidak identik dengan Mesh WiFi modern.

Konfigurasi beberapa router lama sebagai Access Point dapat menjadi solusi murah untuk memperluas cakupan WiFi. Kamu bahkan bisa memanfaatkan perangkat yang sebelumnya hanya menjadi barang elektronik tidak terpakai.

Namun, sistem Mesh khusus biasanya memiliki fitur yang lebih terintegrasi, seperti pengelolaan beberapa node dari satu sistem, optimasi roaming, pemilihan jalur komunikasi, dan fitur lain yang bergantung pada mereknya.

Sementara itu, konfigurasi router lama lebih sederhana dan membutuhkan pengaturan manual.

Meski demikian, untuk rumah yang membutuhkan tambahan jangkauan WiFi dengan anggaran terbatas, metode ini sangat menarik untuk dicoba.

Kesimpulan

Mengubah beberapa router lama menjadi jaringan WiFi dengan konsep Access Point merupakan salah satu cara hemat untuk mengatasi masalah sinyal WiFi di rumah.

Kuncinya sebenarnya cukup sederhana. Pertama, pastikan setiap router memiliki alamat IP yang berbeda. Kedua, matikan DHCP pada router tambahan agar hanya router utama yang membagikan alamat IP. Ketiga, samakan SSID, password, dan pengaturan keamanan WiFi. Keempat, gunakan kabel LAN dengan konfigurasi LAN-to-LAN untuk mendapatkan koneksi yang stabil.

Dengan konfigurasi tersebut, beberapa router lama dapat bekerja bersama dalam satu jaringan dan memberikan cakupan WiFi yang jauh lebih luas.

Jadi, sebelum membeli perangkat baru, coba periksa kembali gudang atau lemari di rumah. Bisa saja router lama yang selama ini tidak digunakan ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk membuat jaringan WiFi yang lebih luas dan stabil.

Posting Komentar