Cara Cek Daftar Sekolah Penerima Bantuan PID Tahap 2 2026, Simak Panduannya
Cara Cek Daftar Sekolah Penerima Bantuan PID Tahap 2 2026, Simak Panduannya
Pemerintah kembali menyiapkan penyaluran bantuan Papan Interaktif Digital (PID) pada Oktober 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat digitalisasi pendidikan di Indonesia, terutama untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan memanfaatkan teknologi.
Pada penyaluran tahap kedua, pemerintah menargetkan sekitar 147 ribu sekolah dasar (SD) yang tersebar di 519 kabupaten dan kota. Sekolah yang masuk dalam daftar sasaran direncanakan memperoleh tiga unit PID tambahan. Dengan demikian, sekolah yang sebelumnya sudah menerima satu unit pada tahap pertama berpotensi memiliki total empat unit perangkat.
Kabar ini tentu menarik bagi sekolah yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital. Namun, sebelum menunggu pengiriman perangkat, pihak sekolah perlu memastikan apakah satuan pendidikannya termasuk penerima bantuan tahap kedua.
Kabar baiknya, pengecekan dapat dilakukan secara daring melalui portal yang telah disediakan. Prosesnya relatif sederhana karena pihak sekolah hanya perlu menyiapkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan menyesuaikan informasi wilayah sekolah.
Lantas, bagaimana cara mengecek daftar sekolah penerima bantuan PID tahap 2 tahun 2026? Apa saja fungsi perangkat ini untuk kegiatan belajar mengajar? Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Apa Itu Bantuan Papan Interaktif Digital (PID)?
Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP) merupakan perangkat elektronik yang dirancang untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis digital. Bentuknya menyerupai layar besar yang dapat digunakan guru untuk menampilkan materi, mengoperasikan aplikasi pembelajaran, serta berinteraksi langsung dengan konten di layar.
Berbeda dari papan tulis konvensional, PID memungkinkan guru memanfaatkan berbagai sumber belajar digital dalam satu perangkat. Guru dapat menampilkan gambar, video, presentasi, materi interaktif, hingga aplikasi edukasi yang relevan dengan pelajaran.
Perangkat ini juga menggunakan sistem operasi Android sehingga mendukung penggunaan sejumlah aplikasi yang kompatibel. Dalam kegiatan belajar mengajar, fitur tersebut dapat membantu guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih variatif dan mudah dipahami siswa.
Pengadaan PID merupakan bagian dari Program Penguatan Digitalisasi Pembelajaran yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program tersebut bertujuan memperluas pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan, bukan sekadar menyediakan perangkat elektronik untuk sekolah.
Melalui digitalisasi pembelajaran, pemerintah berharap siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik. Sementara itu, guru diharapkan memiliki lebih banyak pilihan metode untuk menjelaskan materi sesuai kebutuhan peserta didik.
Meski demikian, keberadaan PID tetap perlu diimbangi dengan kesiapan guru, ketersediaan listrik, konektivitas internet jika diperlukan, serta pemeliharaan perangkat. Teknologi akan memberikan manfaat optimal apabila digunakan secara terencana dan sesuai tujuan pembelajaran.
2. Penyaluran PID Tahap 2 2026 Menyasar Sekitar 147 Ribu SD
Penyaluran PID bukanlah program yang baru dimulai pada 2026. Sebelumnya, pemerintah telah menjalankan distribusi perangkat untuk mendukung digitalisasi pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.
Pada tahap pertama yang dimulai pada 2025, program tersebut menyasar 288.865 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Setiap sekolah sasaran memperoleh satu unit PID sebagai bagian dari pengenalan dan penerapan pembelajaran berbasis teknologi.
Kini, pemerintah menyiapkan penyaluran lanjutan dengan sasaran yang lebih spesifik. Berdasarkan informasi dalam surat edaran Kemendikdasmen nomor 3710/B/C3/DM.00.02/2026 tertanggal 12 Oktober 2026, penyaluran tahap kedua ditujukan kepada sekitar 147 ribu SD di 519 kabupaten dan kota.
Sekolah yang memenuhi kriteria sasaran direncanakan menerima tiga unit PID tambahan. Jika sekolah tersebut sebelumnya telah memperoleh satu unit pada tahap pertama, jumlah perangkat yang dimiliki dapat mencapai empat unit setelah bantuan tambahan diterima.
Penambahan perangkat diharapkan membuat pemanfaatan teknologi di sekolah menjadi lebih fleksibel. Sekolah dapat mengatur penggunaan PID sesuai kebutuhan kelas, jadwal pembelajaran, dan ketersediaan ruang.
Namun, penting untuk dipahami bahwa jumlah perangkat yang disebutkan dalam program merupakan rencana penyaluran bagi sekolah sasaran. Pihak sekolah sebaiknya tetap memeriksa data pada portal resmi untuk mengetahui status penerimaan dan jumlah unit yang tercatat.
3. Cara Cek Daftar Sekolah Penerima PID Tahap 2 2026
Untuk mengetahui apakah sekolah termasuk penerima bantuan PID tahap kedua, pihak sekolah dapat menggunakan portal data sasaran digitalisasi pembelajaran.
Sebelum memulai, siapkan NPSN sekolah yang akan diperiksa. NPSN merupakan identitas unik satuan pendidikan yang digunakan untuk membedakan sekolah dalam sistem pendataan nasional.
Berikut langkah-langkah pengecekannya:
1. Buka browser di perangkat
Gunakan Google Chrome atau peramban lain yang mendukung akses ke portal berbasis Google Data Studio. Pengecekan bisa dilakukan melalui laptop, komputer, maupun ponsel selama koneksi internet tersedia.
2. Kunjungi portal data sasaran
Masukkan alamat berikut pada kolom alamat browser:
https://s.id/sasarandigipem2026
Pastikan alamat yang dibuka sesuai dengan portal yang digunakan untuk menampilkan data sasaran program digitalisasi pembelajaran.
3. Masukkan NPSN sekolah
Setelah halaman portal terbuka, cari kolom NPSN yang berada di bagian sebelah kiri. Masukkan nomor NPSN sekolah pada kolom bertuliskan "Enter a value".
Pastikan nomor yang dimasukkan benar. Kesalahan satu digit saja dapat menyebabkan data sekolah tidak muncul atau hasil pencarian tidak sesuai.
4. Pilih provinsi sekolah
Berikutnya, buka kolom Provinsi. Pilih provinsi tempat sekolah berada, kemudian gunakan kotak centang sesuai pilihan yang tersedia pada portal.
5. Sesuaikan kabupaten atau kota
Lanjutkan dengan memilih kabupaten atau kota sesuai alamat sekolah. Langkah ini membantu mempersempit hasil pencarian berdasarkan wilayah administratif.
6. Pilih kecamatan
Lakukan hal serupa pada kolom Kecamatan. Pastikan wilayah yang dipilih sesuai dengan lokasi sekolah yang sedang diperiksa.
7. Atur status penyaluran
Cari kolom Status, lalu pilih opsi Tahap 2. Pengaturan ini diperlukan agar data yang ditampilkan mengacu pada sasaran penyaluran PID tahap kedua, bukan tahap sebelumnya.
8. Periksa daftar sekolah
Setelah seluruh informasi dimasukkan, perhatikan bagian Daftar Sekolah. Jika sekolah tercantum sebagai sasaran penerima tahap kedua, namanya akan muncul pada hasil yang ditampilkan.
9. Periksa jumlah unit PID
Jangan hanya melihat nama sekolah. Perhatikan pula kolom Jumlah Unit PID untuk mengetahui jumlah perangkat yang tercatat akan disalurkan.
Berdasarkan informasi program, sekolah yang menjadi sasaran tahap kedua direncanakan memperoleh tiga unit tambahan. Jika data yang tampil berbeda atau sekolah tidak ditemukan, pihak sekolah sebaiknya memeriksa kembali NPSN dan pilihan wilayah sebelum mengambil kesimpulan.
Apabila status penerimaan masih belum jelas, konfirmasikan informasi tersebut melalui dinas pendidikan atau kanal resmi Kemendikdasmen.
Baca juga : Apa Itu iPhone HDC? Kenali Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Membedakannya dari iPhone Asli
4. Cara Melacak Pengiriman PID ke Sekolah
Setelah memastikan sekolah masuk dalam daftar sasaran, pertanyaan berikutnya adalah kapan perangkat akan tiba dan bagaimana cara mengetahui status pengirimannya.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam materi program, distribusi PID dilakukan oleh PT Sartrans sebagai pihak penyalur yang ditunjuk untuk mendukung pengiriman perangkat ke sekolah.
Pihak sekolah dapat mencoba memantau status pengiriman melalui situs resmi perusahaan di https://sartrans.co.id/.
NPSN sekolah digunakan sebagai nomor identifikasi pengiriman sebagaimana dijelaskan dalam informasi penyaluran tersebut. Karena itu, pihak sekolah sebaiknya menyiapkan NPSN sebelum melakukan pengecekan.
Jika status pengiriman belum ditemukan, pastikan data sekolah sudah benar dan periksa kembali secara berkala. Status yang belum muncul tidak serta-merta berarti bantuan dibatalkan, sebab informasi pengiriman dapat bergantung pada tahapan pemrosesan dan pembaruan data.
Sekolah juga sebaiknya berkoordinasi dengan operator atau penanggung jawab yang menangani penerimaan bantuan. Dengan begitu, informasi mengenai jadwal kedatangan, penerimaan barang, dan kebutuhan administrasi dapat ditindaklanjuti dengan lebih tertib.
Perlu diperhatikan bahwa jadwal pengiriman aktual dapat berbeda antarsekolah. Oleh karena itu, pihak sekolah sebaiknya tidak menganggap perkiraan waktu distribusi sebagai tanggal kedatangan yang pasti sebelum memperoleh konfirmasi resmi.
5. Manfaat PID untuk Mendukung Pembelajaran Interaktif
Penambahan perangkat PID di sekolah diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah fasilitas teknologi, tetapi juga membantu guru mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik.
Salah satu pendekatan yang ingin didukung melalui digitalisasi pembelajaran adalah Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning. Pendekatan ini menekankan pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).
Dalam praktiknya, PID dapat dimanfaatkan untuk mendukung beberapa kegiatan berikut.
Menampilkan materi dalam format visual
Guru dapat menggunakan gambar, video, diagram, animasi, dan presentasi untuk menjelaskan konsep yang sulit dipahami jika hanya disampaikan secara lisan. Misalnya, pelajaran sains dapat dibantu dengan animasi sistem tata surya, sedangkan pelajaran matematika bisa memanfaatkan visualisasi bangun ruang.
Meningkatkan keterlibatan siswa
Layar interaktif membuka peluang bagi siswa untuk ikut mengerjakan soal, menandai bagian gambar, atau mempraktikkan langkah penyelesaian masalah di depan kelas. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru.
Menghadirkan permainan edukatif
Guru dapat menggunakan aplikasi atau permainan edukasi yang sesuai dengan materi. Kegiatan seperti kuis, tebak gambar, dan latihan soal interaktif dapat membantu siswa mengulang pelajaran dengan cara yang lebih menyenangkan.
Meski begitu, permainan harus tetap memiliki tujuan pembelajaran yang jelas. Penggunaannya sebaiknya membantu siswa memahami materi, bukan sekadar menjadi hiburan selama jam pelajaran.
Membantu pemanfaatan kecerdasan buatan
Jika didukung aplikasi dan akses yang sesuai, PID juga dapat digunakan untuk mengakses layanan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Guru dapat memanfaatkannya untuk mencari inspirasi aktivitas pembelajaran, menyusun pertanyaan latihan, atau menyederhanakan penjelasan suatu konsep.
Penggunaan AI tetap perlu disertai pemeriksaan fakta dan pengawasan guru. Informasi yang dihasilkan teknologi tidak selalu benar, sehingga guru harus memastikan materi sesuai dengan kurikulum dan tingkat pemahaman siswa.
6. Apakah Digitalisasi Pembelajaran Otomatis Membuat Pendidikan Lebih Baik?
Kehadiran PID merupakan langkah yang berpotensi membantu sekolah beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun, keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak bisa diukur hanya dari jumlah perangkat yang dibagikan.
Faktor penting lainnya adalah kesiapan tenaga pendidik dalam menggunakan teknologi. Guru membutuhkan pelatihan agar mampu mengintegrasikan PID ke dalam pembelajaran, bukan sekadar menggunakannya sebagai pengganti papan tulis atau proyektor.
Ketersediaan infrastruktur juga perlu diperhatikan. Sekolah membutuhkan pasokan listrik yang memadai, pengelolaan perangkat yang baik, serta akses internet apabila metode pembelajaran yang digunakan membutuhkannya.
Selain itu, sekolah perlu memastikan perangkat dirawat secara rutin dan digunakan sesuai kebutuhan. Pengaturan jadwal pemakaian, keamanan perangkat, serta pendampingan bagi guru yang belum terbiasa menggunakan teknologi dapat membantu memaksimalkan manfaat bantuan.
Pemerintah dan sekolah juga perlu memperhatikan kesenjangan fasilitas antardaerah. Perangkat digital akan lebih bermanfaat apabila sekolah memiliki dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai untuk mengoperasikannya.
Pada akhirnya, PID hanyalah salah satu sarana pendukung pendidikan. Peran guru, kualitas materi, metode pengajaran, dan keterlibatan siswa tetap menjadi unsur penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif.
7. Kesimpulan
Pengecekan daftar sekolah penerima bantuan PID tahap 2 tahun 2026 dapat dilakukan secara daring melalui portal https://s.id/sasarandigipem2026. Pihak sekolah perlu menyiapkan NPSN, memilih provinsi, kabupaten atau kota, serta kecamatan yang sesuai, kemudian mengatur status penyaluran menjadi Tahap 2.
Program ini menargetkan sekitar 147 ribu SD di 519 kabupaten dan kota. Sekolah yang masuk sasaran direncanakan memperoleh tiga unit PID tambahan sehingga, bagi sekolah yang telah menerima satu unit pada tahap pertama, total perangkat dapat mencapai empat unit.
Pengiriman perangkat dilakukan melalui PT Sartrans dan statusnya dapat ditelusuri melalui situs perusahaan dengan menggunakan NPSN sekolah sesuai mekanisme yang diinformasikan.
Dengan pemanfaatan yang tepat, PID berpotensi membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa, serta mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Meski demikian, sekolah tetap perlu memastikan status bantuan melalui portal dan kanal resmi, sekaligus menyiapkan tenaga pendidik serta infrastruktur agar perangkat dapat digunakan secara optimal.

Posting Komentar