4 HP Terpopuler yang Sulit Diperbaiki Sendiri, Ada iPhone hingga HP Lipat Samsung
4 HP Terpopuler yang Sulit Diperbaiki Sendiri, Ada iPhone hingga HP Lipat Samsung
Memilih HP baru pada 2026 bukan hanya soal performa chipset, kualitas kamera, kapasitas baterai, atau desain yang terlihat premium. Ada satu faktor lain yang sering luput dari perhatian, yaitu kemudahan perbaikan ketika perangkat mengalami kerusakan. Padahal, aspek ini sangat penting untuk menentukan seberapa lama sebuah HP bisa digunakan sebelum akhirnya harus diganti.
Harga HP flagship yang semakin mahal membuat konsumen perlu mempertimbangkan biaya perawatan dalam jangka panjang. Situasi tersebut semakin relevan ketika industri teknologi menghadapi tekanan pasokan komponen, termasuk memori. Memperbaiki HP lama seharusnya bisa menjadi pilihan ekonomis dibandingkan membeli perangkat baru, asalkan proses servis dan ketersediaan suku cadangnya tidak menyulitkan.
Sayangnya, sejumlah produsen justru menghadirkan desain yang membuat perbaikan mandiri semakin rumit. Bodi tipis, sertifikasi tahan air, penggunaan perekat kuat, hingga komponen yang terintegrasi menjadi tantangan tersendiri bagi teknisi maupun pengguna yang ingin membongkar perangkat di rumah.
Berdasarkan ulasan iFixit, ada beberapa HP populer yang memiliki tingkat kesulitan perbaikan cukup tinggi. Daftarnya mencakup Apple iPhone 14, Samsung Galaxy Z Fold7, Nothing Phone 3, dan Google Pixel Fold. Masing-masing mempunyai kendala berbeda, mulai dari pembatasan perangkat lunak hingga risiko kerusakan layar ketika dibongkar.
1. Apple iPhone 14, Perbaikan Terhambat Penguncian Komponen
Apple iPhone 14 menjadi contoh menarik karena perangkat ini sebenarnya tidak terlalu buruk dari sisi desain fisik. Apple merancang bagian belakangnya agar lebih mudah dilepas dibandingkan sejumlah generasi sebelumnya. Secara teori, pendekatan tersebut dapat membantu teknisi mengakses komponen internal ketika HP membutuhkan perbaikan.
Namun, persoalan utamanya justru terletak pada perangkat lunak. Apple menggunakan mekanisme yang dikenal sebagai parts pairing, yakni proses menghubungkan komponen tertentu dengan perangkat melalui sistem autentikasi. Akibatnya, mengganti komponen bukan selalu sekadar melepas bagian lama dan memasang penggantinya.
Ketika komponen pengganti tidak dikenali oleh sistem, pengguna bisa menjumpai peringatan mengenai komponen yang tidak dikenal. Dalam kondisi tertentu, fitur yang berkaitan dengan komponen tersebut juga dapat terganggu atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Contohnya adalah layar dan baterai. Penggantian komponen yang tidak melalui prosedur kalibrasi atau konfigurasi yang sesuai dapat memengaruhi akses terhadap fitur seperti True Tone, informasi kesehatan baterai, atau fungsi tertentu yang berkaitan dengan sistem autentikasi perangkat. Dampaknya bergantung pada jenis komponen, versi perangkat lunak, serta prosedur perbaikan yang digunakan.
Situasi tersebut membuat perbaikan mandiri terasa kurang praktis. Pengguna yang memiliki keterampilan membongkar HP sekalipun bisa menghadapi kendala setelah proses pemasangan selesai. Mereka mungkin membutuhkan perangkat diagnostik, prosedur konfigurasi khusus, atau bantuan penyedia servis yang memiliki akses ke sistem perbaikan resmi.
Dari sisi biaya, penggantian layar iPhone 14 juga tidak murah. Berdasarkan informasi harga yang dicantumkan dalam laporan sumber, biaya penggantian layar model standar berada di kisaran US$279 atau sekitar Rp5 juta, sedangkan varian Pro dapat melampaui US$300 atau sekitar Rp5,5 juta. Angka tersebut merupakan perkiraan konversi dan biaya aktual dapat berbeda berdasarkan wilayah, jenis layanan, serta kondisi perangkat.
Meski begitu, bukan berarti semua iPhone generasi baru memiliki kendala yang persis sama. Apple telah mengubah sejumlah aspek proses perbaikan pada generasi setelah iPhone 14. Dukungan perbaikan juga dapat berbeda bergantung pada model dan komponen yang diganti.
Pelajaran penting dari kasus ini adalah bahwa kemudahan membongkar perangkat tidak otomatis membuatnya mudah diperbaiki. Dukungan perangkat lunak dan kebebasan menggunakan suku cadang juga berpengaruh besar.
2. Samsung Galaxy Z Fold7, Layar Lipatnya Sangat Rentan
Samsung Galaxy Z Fold7 menawarkan desain yang lebih tipis untuk sebuah HP lipat. Perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan layar besar untuk bekerja, membaca dokumen, menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, atau menikmati konten multimedia.
Namun, desain ramping tersebut membawa tantangan tersendiri ketika perangkat harus diperbaiki. Struktur internal HP lipat lebih kompleks dibandingkan HP konvensional karena produsen harus mengakomodasi dua bagian bodi, engsel, kabel fleksibel, baterai, serta layar yang dapat dilipat.
Salah satu kendala utama Galaxy Z Fold7 adalah penggunaan perekat yang kuat untuk menahan sejumlah komponen. Perekat tersebut membantu menjaga susunan perangkat tetap kokoh, tetapi membuat proses pembongkaran membutuhkan ketelitian dan alat yang tepat.
Untuk menjangkau baterai, teknisi harus membuka panel belakang, melepas sejumlah sekrup, dan menangani kabel yang menghubungkan komponen internal. Proses ini membutuhkan perhatian ekstra karena kesalahan ketika mencongkel panel atau menarik kabel dapat menyebabkan kerusakan tambahan.
Baterainya pun tidak mudah dilepaskan. Perekat yang menahannya membuat proses pengangkatan harus dilakukan secara hati-hati. Jika bagian penarik baterai atau pull tab putus ketika digunakan, teknisi perlu mencari cara lain untuk mengangkat baterai tanpa merusak komponen di sekitarnya.
Tantangan yang lebih besar muncul ketika layar bagian dalam mengalami kerusakan. Panel OLED fleksibel pada HP lipat berbeda dari layar HP biasa. Struktur layar, lapisan pelindung, bezel, dan rangka dirancang agar dapat mengikuti gerakan engsel berulang kali.
Ketika layar harus diganti, proses pelepasan berisiko merusak panel atau bagian rangka yang menempel padanya. Karena itu, penggantian layar bagian dalam umumnya bukan pekerjaan yang cocok dilakukan oleh pengguna awam.
Dalam sejumlah kasus, perbaikan juga dapat melibatkan penggantian modul yang lebih besar, bukan hanya panel layar secara terpisah. Hal ini berpotensi meningkatkan biaya servis, terutama jika kerusakan terjadi pada bagian utama perangkat lipat.
Galaxy Z Fold7 menunjukkan bahwa inovasi desain tidak selalu berjalan beriringan dengan kemudahan perbaikan. HP lipat memang menawarkan pengalaman penggunaan yang unik, tetapi pemiliknya perlu memahami bahwa biaya dan kompleksitas servis bisa menjadi konsekuensi dari teknologi tersebut.
Baca juga : Lenovo L32-4e Resmi Disiapkan, Monitor 32 Inci dengan Refresh Rate 144Hz untuk Gaming Budget
3. Nothing Phone 3, Desain Transparan Tidak Menjamin Mudah Dibongkar
Nothing Phone 3 memiliki identitas visual yang berbeda dari kebanyakan HP flagship. Bagian belakangnya menampilkan elemen transparan dan susunan desain khas Nothing yang membuat perangkat terlihat futuristis.
Sekilas, desain tersebut mungkin memberi kesan bahwa komponen internal mudah dijangkau. Keberadaan sekrup yang terlihat juga dapat membuat pengguna mengira proses pembongkaran akan berlangsung sederhana. Sayangnya, kenyataannya tidak demikian.
Menurut penilaian iFixit yang dikutip dalam laporan sumber, Nothing Phone 3 memperoleh skor reparabilitas 3 dari 10. Nilai tersebut menunjukkan bahwa perbaikan perangkat menghadapi sejumlah hambatan yang cukup berarti.
Salah satu masalahnya terletak pada panel belakang yang direkatkan dengan kuat. Walaupun beberapa sekrup dapat terlihat dari luar, melepas sekrup tersebut belum tentu cukup untuk membuka perangkat. Ada sekrup tersembunyi di balik stiker dekoratif yang harus ditangani terlebih dahulu.
Stiker tersebut menambah tahapan pembongkaran. Jika dilepas secara sembarangan, bagian dekoratifnya bisa rusak dan sulit dipasang kembali dengan hasil yang rapi. Proses mengangkat panel belakang juga perlu dilakukan dengan hati-hati agar kaca tidak retak.
Masalah berikutnya berkaitan dengan baterai. Komponen ini masih ditahan oleh perekat sehingga tidak bisa langsung diangkat setelah penutup perangkat dibuka. Pengguna membutuhkan teknik pelepasan yang tepat agar baterai dan bagian internal di sekitarnya tidak mengalami kerusakan.
Layar juga menjadi komponen yang berisiko ketika harus diganti. Perekat yang mengikat layar ke modul perangkat membuat proses pelepasan lebih sulit. Kesalahan saat mencongkel panel dapat merusak layar, kaca, atau rangka yang sebenarnya masih berfungsi.
Selain persoalan fisik, ketersediaan suku cadang dan dokumentasi perbaikan menjadi faktor penting. Laporan sumber menyebut Nothing tidak menyediakan panduan perbaikan serta suku cadang resmi yang dapat dibeli secara bebas untuk mendukung perbaikan mandiri. Ketersediaan komponen dan layanan dapat berubah berdasarkan wilayah dan kebijakan terbaru perusahaan.
Kondisi tersebut membuat pengguna berpotensi kesulitan mencari komponen yang sesuai ketika baterai, layar, atau bagian lain mengalami kerusakan.
Nothing Phone 3 memperlihatkan bahwa desain yang menarik belum tentu mencerminkan kemudahan perawatan. Bagi konsumen yang ingin menggunakan HP selama bertahun-tahun, akses terhadap panduan servis dan komponen pengganti layak menjadi pertimbangan sebelum membeli.
4. Google Pixel Fold, Suku Cadang Tersedia tetapi Prosesnya Rumit
Google Pixel Fold juga masuk dalam daftar HP yang sulit diperbaiki sendiri. Menariknya, Google memiliki pendekatan yang sedikit berbeda dari beberapa perangkat lain dalam daftar ini.
Google bekerja sama dengan iFixit untuk menyediakan suku cadang resmi bagi perangkat tertentu, termasuk komponen seperti baterai dan layar. Dukungan ini menjadi nilai tambah karena pengguna atau teknisi mempunyai jalur untuk memperoleh komponen pengganti yang sesuai.
Meski demikian, tersedianya suku cadang tidak otomatis membuat proses perbaikan menjadi mudah. Pixel Fold memiliki susunan internal yang rapat, sementara sejumlah komponen masih menggunakan perekat. Membongkar perangkat membutuhkan ketelitian, alat yang sesuai, serta pemahaman mengenai struktur HP lipat.
Menurut estimasi yang dikutip dalam laporan sumber, penggantian layar bagian dalam Pixel Fold dapat memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Sementara itu, penggantian baterai bisa membutuhkan waktu satu hingga dua jam. Durasi aktual tentu bergantung pada tingkat kerusakan, pengalaman teknisi, dan kondisi perangkat.
Salah satu kendala lain adalah komponen yang terintegrasi dengan bagian utama perangkat. Contohnya, port USB-C pada desain yang dibahas dilaporkan disolder ke motherboard. Jika port mengalami kerusakan, perbaikannya dapat menjadi lebih rumit dibandingkan desain yang menggunakan modul port terpisah.
Dalam kondisi tertentu, kerusakan kecil yang tampaknya sederhana bisa membutuhkan pekerjaan pada papan utama atau penggantian komponen dengan biaya lebih besar. Karena itu, diagnosis awal sangat penting sebelum teknisi memutuskan tindakan perbaikan.
Pixel Fold tidak memiliki kendala penguncian komponen yang identik dengan sistem parts pairing pada iPhone 14. Namun, risiko kerusakan fisik selama pembongkaran tetap tinggi jika proses dilakukan tanpa pengalaman yang memadai.
Untuk pemilik Pixel Fold, menggunakan jasa teknisi profesional merupakan pilihan yang masuk akal, terutama ketika kerusakan melibatkan layar lipat, baterai, atau komponen yang terhubung langsung ke motherboard.
Kasus ini menegaskan bahwa ekosistem perbaikan yang menyediakan suku cadang resmi memang membantu, tetapi harus disertai desain perangkat yang memungkinkan komponen tersebut diganti dengan aman dan efisien.
Mengapa Kemudahan Perbaikan HP Penting?
Keempat perangkat tersebut memiliki kendala yang berbeda, tetapi ada satu kesamaan: proses perbaikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengguna membongkar perangkat. Desain internal, penggunaan perekat, ketersediaan komponen, dokumentasi servis, dan dukungan perangkat lunak juga sangat menentukan.
Laporan Public Interest Research Group atau PIRG yang disebut dalam sumber turut menyoroti persoalan ini. Organisasi tersebut memberikan nilai D-minus kepada Apple, D kepada Samsung, dan C-minus kepada Google dalam penilaian terkait kemudahan perbaikan. Penilaian semacam ini memiliki cakupan dan metodologi tersendiri sehingga tidak otomatis menggambarkan seluruh model dari masing-masing merek.
Bagi konsumen, ada beberapa hal yang layak diperiksa sebelum membeli HP. Pertama, cari tahu apakah baterai dan layar tersedia sebagai suku cadang resmi. Kedua, periksa kebijakan garansi dan biaya servis. Ketiga, cari informasi mengenai dukungan pembaruan perangkat lunak serta ketersediaan panduan perbaikan.
Pengguna juga sebaiknya tidak memaksakan perbaikan mandiri pada perangkat yang memiliki baterai tertanam, layar lipat, atau komponen berperekat kuat jika belum mempunyai pengalaman. Baterai lithium-ion yang tertusuk atau tertekuk dapat menimbulkan risiko keselamatan, sedangkan kesalahan saat membongkar HP tahan air dapat mengurangi kemampuan perangkat menahan air.
Pada akhirnya, HP yang bagus bukan hanya perangkat dengan spesifikasi tinggi dan desain menarik. Kemudahan memperoleh suku cadang, biaya perawatan yang masuk akal, dan peluang memperpanjang usia pemakaian juga patut diperhitungkan.
iPhone 14, Samsung Galaxy Z Fold7, Nothing Phone 3, dan Google Pixel Fold menjadi pengingat bahwa perangkat mahal sekalipun belum tentu mudah diperbaiki. Sebelum membeli HP berikutnya, jangan hanya bertanya seberapa cepat chipsetnya atau seberapa bagus kameranya. Pertimbangkan juga satu pertanyaan sederhana: jika perangkat ini rusak, seberapa mudah dan terjangkau untuk memperbaikinya?

Posting Komentar