4 Cara Mengatasi Blue Screen di Windows Berdasarkan Kode Error, Dijamin Lebih Mudah!
4 Cara Mengatasi Blue Screen di Windows Berdasarkan Kode Error, Dijamin Lebih Mudah!
Blue Screen of Death (BSOD) menjadi salah satu masalah yang cukup merepotkan bagi pengguna PC maupun laptop Windows. Ketika layar tiba-tiba berubah menjadi biru dan perangkat melakukan restart sendiri, pekerjaan yang sedang dilakukan bisa terhenti. Kondisi ini bahkan dapat membuat komputer tidak bisa masuk ke desktop dan terus mengalami bootloop.
BSOD sebenarnya merupakan mekanisme perlindungan Windows ketika sistem mendeteksi kesalahan kritis yang tidak dapat ditangani dengan aman. Sistem akan menghentikan operasional sementara untuk mengurangi risiko kerusakan atau gangguan lebih lanjut. Oleh karena itu, kemunculan layar biru tidak selalu berarti perangkat keras komputer sudah rusak.
Penyebabnya cukup beragam, mulai dari file sistem yang rusak, driver yang tidak kompatibel, masalah RAM, gangguan SSD atau HDD, hingga pengaturan perangkat keras yang tidak stabil. Windows biasanya menampilkan kode error atau stop code yang dapat digunakan sebagai petunjuk awal untuk menemukan sumber masalah.
Lantas, bagaimana cara mengatasi blue screen di Windows berdasarkan kode error yang muncul? Berikut empat metode perbaikan yang bisa dicoba secara bertahap, mulai dari memperbaiki file sistem hingga memulihkan proses booting.
1. Cara Mengatasi Blue Screen dengan Kode CRITICAL_PROCESS_DIED
Kode error CRITICAL_PROCESS_DIED menunjukkan bahwa sebuah proses penting Windows berhenti bekerja secara tiba-tiba. Proses tersebut diperlukan agar sistem operasi dapat berjalan dengan normal. Ketika proses kritis mengalami kegagalan, Windows mungkin tidak dapat melanjutkan operasional dan akhirnya menampilkan BSOD.
Masalah ini bisa disebabkan oleh file sistem yang korup, driver bermasalah, pembaruan Windows yang gagal, atau gangguan pada perangkat penyimpanan. Untuk mengatasinya, pengguna dapat memulai dengan memeriksa dan memperbaiki file sistem menggunakan Command Prompt.
Berikut langkah-langkahnya.
Langkah pertama, buka Command Prompt sebagai administrator.
Jika komputer masih bisa masuk ke desktop, klik kanan tombol Start atau tekan kombinasi tombol Windows + X. Selanjutnya, pilih Terminal (Admin), Windows PowerShell (Admin), atau Command Prompt (Admin), bergantung pada versi Windows yang digunakan.
Jika muncul jendela User Account Control (UAC), pilih Yes untuk memberikan izin administrator.
Langkah kedua, jalankan System File Checker.
Ketik perintah berikut pada jendela terminal, kemudian tekan Enter.
sfc /scannow
Tunggu sampai proses pemindaian mencapai 100 persen. Perintah tersebut akan memeriksa integritas file sistem Windows dan berusaha memperbaiki file yang rusak menggunakan salinan yang tersedia.
Setelah proses selesai, perhatikan pesan yang muncul. Jika Windows berhasil memperbaiki file yang bermasalah, tutup terminal dan restart komputer untuk memeriksa apakah BSOD masih terjadi.
Langkah ketiga, gunakan DISM jika masalah belum teratasi.
Apabila SFC tidak mampu memperbaiki seluruh kerusakan, jalankan perintah berikut.
DISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealth
Tekan Enter dan tunggu sampai proses selesai. DISM berfungsi memperbaiki citra Windows yang digunakan sebagai sumber untuk pemulihan file sistem. Proses ini mungkin memerlukan koneksi internet jika Windows perlu mengambil berkas perbaikan dari Windows Update.
Setelah DISM selesai, jalankan kembali sfc /scannow, kemudian restart komputer.
Jika BSOD masih muncul, periksa apakah masalah mulai terjadi setelah pemasangan aplikasi, driver, atau pembaruan tertentu. Menghapus aplikasi yang dicurigai atau mengembalikan driver ke versi sebelumnya dapat menjadi langkah berikutnya.
2. Cara Mengatasi Blue Screen dengan Kode MEMORY_MANAGEMENT
Kode MEMORY_MANAGEMENT berkaitan dengan gangguan pengelolaan memori pada Windows. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah RAM yang bermasalah, tetapi error ini juga dapat dipicu oleh driver, kerusakan data sistem, atau masalah perangkat penyimpanan.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak langsung membeli RAM baru hanya berdasarkan kode tersebut. Lakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah masalah benar-benar berasal dari perangkat keras.
Langkah pertama, jalankan Windows Memory Diagnostic.
Buka kolom pencarian Windows, kemudian ketik Windows Memory Diagnostic. Pilih aplikasi tersebut dan klik opsi Restart now and check for problems jika tersedia.
Komputer akan melakukan restart dan menjalankan pemeriksaan memori sebelum Windows dimuat kembali. Simpan pekerjaan terlebih dahulu karena proses ini akan menutup sesi Windows yang sedang berjalan.
Setelah pemeriksaan selesai, komputer biasanya kembali ke Windows. Hasil diagnostik dapat muncul melalui notifikasi atau diperiksa melalui Event Viewer apabila tidak ditampilkan secara langsung.
Jika ditemukan masalah memori, pengguna perlu mempertimbangkan pemeriksaan fisik RAM. Pada PC desktop, modul RAM dapat diperiksa pemasangannya setelah komputer dimatikan dan kabel daya dilepas. Namun, jika tidak terbiasa membongkar perangkat, lebih aman meminta bantuan teknisi.
Langkah kedua, periksa kondisi SSD atau HDD.
Gangguan penyimpanan juga dapat menyebabkan kerusakan data yang berujung pada BSOD. Untuk memeriksa sistem berkas, buka Terminal atau Command Prompt sebagai administrator, kemudian jalankan perintah berikut.
chkdsk C: /f
Tekan Enter. Jika Windows meminta pemeriksaan dilakukan saat restart berikutnya karena drive sedang digunakan, ikuti petunjuk yang muncul.
Perintah /f digunakan untuk memperbaiki kesalahan sistem berkas. Jika ingin melakukan pemindaian tambahan terhadap sektor yang bermasalah, pengguna dapat mempertimbangkan perintah chkdsk C: /f /r. Namun, proses ini bisa memakan waktu cukup lama, terutama pada HDD berkapasitas besar.
Perlu diingat bahwa CHKDSK bukan alat yang dapat memperbaiki kerusakan fisik SSD atau HDD. Jika komputer menunjukkan gejala seperti suara tidak normal dari HDD, sering membeku, atau drive tiba-tiba menghilang, segera prioritaskan pencadangan data penting dan pemeriksaan kesehatan penyimpanan.
Baca juga : Jensen Huang, Sosok di Balik Dominasi NVIDIA dan Revolusi AI Dunia
3. Cara Mengatasi Blue Screen dengan Kode DPC_WATCHDOG_VIOLATION
Kode DPC_WATCHDOG_VIOLATION menandakan bahwa Windows mendeteksi operasi tertentu yang berlangsung terlalu lama atau tidak merespons sesuai batas waktu yang diharapkan. Masalah ini dapat berkaitan dengan driver, perangkat penyimpanan, firmware, atau konfigurasi perangkat keras.
Driver kartu grafis memang bisa menjadi salah satu penyebab, tetapi bukan satu-satunya. Karena itu, perbaikan sebaiknya dimulai dengan mengidentifikasi perubahan yang terjadi sebelum BSOD muncul.
Langkah pertama, perbarui driver perangkat.
Jika error mulai muncul setelah memasang kartu grafis baru atau memperbarui driver, kunjungi situs resmi produsen perangkat. Pengguna NVIDIA dapat memeriksa pembaruan melalui aplikasi NVIDIA, sedangkan pengguna AMD bisa menggunakan AMD Software.
Untuk laptop, driver dari situs resmi produsen laptop juga layak diprioritaskan karena terkadang telah disesuaikan dengan konfigurasi perangkat tersebut.
Unduh driver yang sesuai dengan model perangkat dan versi Windows. Hindari mengunduh driver dari situs yang tidak jelas karena berisiko membawa perangkat lunak berbahaya atau versi yang tidak kompatibel.
Langkah kedua, kembalikan driver ke versi sebelumnya.
Jika BSOD justru mulai terjadi setelah pembaruan driver, mengembalikan versi sebelumnya dapat membantu.
Buka Device Manager melalui pencarian Windows. Cari perangkat yang dicurigai, misalnya Display adapters untuk kartu grafis, lalu klik kanan perangkat dan pilih Properties.
Buka tab Driver dan periksa apakah tombol Roll Back Driver tersedia. Jika tersedia, klik tombol tersebut dan ikuti petunjuk sampai selesai.
Apabila opsi tersebut tidak tersedia, pengguna dapat mengunduh versi driver sebelumnya yang kompatibel dari situs resmi produsen.
Langkah ketiga, periksa pengaturan overclocking.
Overclocking merupakan upaya meningkatkan kecepatan kerja komponen seperti CPU, GPU, atau RAM di atas pengaturan standar. Konfigurasi yang tidak stabil dapat menyebabkan komputer mengalami crash.
Jika BSOD mulai muncul setelah mengaktifkan overclocking atau mengubah pengaturan memori, kembalikan konfigurasi ke pengaturan standar. Pengaturan ini bisa dilakukan melalui aplikasi yang digunakan untuk overclocking atau BIOS/UEFI, sesuai sumber perubahan.
Berhati-hatilah saat mengubah BIOS. Jangan mengubah pengaturan yang tidak dipahami, terutama konfigurasi penyimpanan dan booting. Jika error tetap terjadi, periksa pula pembaruan firmware dan driver pengontrol penyimpanan melalui produsen perangkat.
4. Cara Mengatasi Blue Screen dengan Kode INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE
Kode INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE muncul ketika Windows kehilangan akses ke perangkat atau partisi yang diperlukan untuk menjalankan sistem operasi. Akibatnya, komputer gagal menyelesaikan proses booting dan bisa terus mengalami restart.
Penyebabnya dapat berupa driver pengontrol penyimpanan yang tidak sesuai, perubahan pengaturan BIOS/UEFI, gangguan pembaruan Windows, kerusakan sistem berkas, atau masalah pada SSD maupun HDD.
Langkah pertama, periksa koneksi perangkat penyimpanan.
Jika menggunakan PC desktop dan memiliki pengalaman membongkar komputer, matikan perangkat, cabut kabel daya, kemudian periksa kabel SATA pada SSD atau HDD. Pastikan konektor terpasang dengan baik.
Untuk SSD NVMe, periksa pemasangan modul pada slot motherboard. Jangan melakukan pemeriksaan ketika komputer masih terhubung ke sumber listrik.
Jika menggunakan laptop, hindari membongkar perangkat apabila tidak memiliki pengalaman yang memadai. Pemeriksaan oleh teknisi lebih aman, terutama jika perangkat masih memiliki garansi.
Langkah kedua, periksa pengaturan BIOS/UEFI.
Nyalakan komputer dan tekan tombol untuk masuk ke BIOS/UEFI, yang biasanya berupa F2, Delete, atau tombol lain sesuai produsen perangkat.
Periksa apakah SSD atau HDD terdeteksi. Jika drive tidak muncul, kemungkinan terdapat masalah pada perangkat penyimpanan, koneksi, atau pengontrolnya.
Perlu diperhatikan bahwa tidak semua komputer menggunakan pengaturan penyimpanan yang sama. Jangan langsung mengubah mode SATA ke AHCI atau RAID hanya karena mengikuti tutorial umum. Jika Windows sebelumnya dipasang menggunakan konfigurasi tertentu, perubahan mode tanpa persiapan dapat membuat sistem gagal booting.
Jika error muncul setelah perubahan BIOS, pertimbangkan untuk mengembalikan pengaturan yang sebelumnya digunakan. Lakukan dengan hati-hati dan jangan mengubah opsi lain secara sembarangan.
Langkah ketiga, gunakan Startup Repair.
Jika komputer tidak bisa masuk ke desktop, gunakan lingkungan pemulihan Windows atau Windows Recovery Environment.
Pada beberapa perangkat, menu pemulihan dapat muncul otomatis setelah beberapa kali proses booting gagal. Jika tidak muncul, gunakan media instalasi Windows yang sesuai untuk membuka opsi perbaikan.
Setelah masuk ke menu pemulihan, pilih Troubleshoot, kemudian Advanced options, lalu Startup Repair. Pilih sistem operasi yang ingin diperbaiki jika diminta dan tunggu sampai proses selesai.
Startup Repair akan mencoba memperbaiki masalah yang menghambat Windows melakukan booting. Jika penyebabnya berupa kerusakan fisik SSD atau HDD, fitur ini mungkin tidak dapat menyelesaikannya.
Langkah Darurat Jika Komputer Terjebak Bootloop
Jika layar biru muncul berulang kali dan Windows tidak bisa masuk ke desktop, ada dua fitur pemulihan yang bisa dicoba sebelum mempertimbangkan instalasi ulang.
1. Masuk ke Safe Mode
Safe Mode menjalankan Windows dengan komponen dan driver terbatas sehingga pengguna dapat melakukan pemeriksaan dasar.
Untuk mengaksesnya, masuk ke Windows Recovery Environment, lalu pilih Troubleshoot > Advanced options > Startup Settings > Restart. Setelah komputer restart dan menampilkan pilihan, tekan F4 untuk masuk ke Safe Mode.
Jika pilihan tersebut tersedia, pengguna juga dapat menekan F5 untuk Safe Mode with Networking.
Setelah berhasil masuk, hapus aplikasi atau driver yang baru dipasang dan dicurigai menyebabkan masalah. Pengguna juga dapat memeriksa riwayat pembaruan Windows, menjalankan pemeriksaan file sistem, atau melakukan pencadangan data penting.
2. Gunakan System Restore
System Restore dapat mengembalikan konfigurasi sistem ke titik pemulihan yang dibuat sebelumnya. Fitur ini berguna jika BSOD mulai terjadi setelah pembaruan driver, pemasangan aplikasi, atau perubahan konfigurasi tertentu.
Dari Windows Recovery Environment, pilih Troubleshoot > Advanced options > System Restore. Selanjutnya, pilih titik pemulihan yang tersedia sebelum masalah muncul dan ikuti petunjuk.
System Restore tidak selalu tersedia karena bergantung pada konfigurasi dan keberadaan titik pemulihan. Fitur ini juga tidak dirancang untuk mengembalikan semua file pribadi yang terhapus.
Sebelum menjalankan perbaikan besar, prioritaskan pencadangan data jika masih memungkinkan. Hindari langsung melakukan reset atau instalasi ulang Windows apabila data penting belum diamankan.
Kesimpulan
Mengatasi Blue Screen of Death di Windows sebaiknya dimulai dengan membaca kode error yang muncul. CRITICAL_PROCESS_DIED dapat ditangani dengan pemeriksaan file sistem, MEMORY_MANAGEMENT memerlukan pemeriksaan RAM dan penyimpanan, DPC_WATCHDOG_VIOLATION perlu ditelusuri melalui driver serta konfigurasi perangkat, sedangkan INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE berkaitan dengan akses ke perangkat booting.
Jika komputer masih bisa masuk ke desktop, lakukan pemeriksaan dari langkah yang paling sederhana. Namun, apabila Windows terjebak bootloop, manfaatkan Safe Mode, Startup Repair, atau System Restore sebelum mengambil tindakan yang lebih drastis.
Jika BSOD terus berulang setelah semua langkah dicoba, catat kode error, perubahan terakhir yang dilakukan, serta hasil pemeriksaan RAM dan penyimpanan. Informasi tersebut akan membantu menentukan apakah masalah berasal dari perangkat lunak atau memerlukan pemeriksaan hardware lebih lanjut.

Posting Komentar