Satu Audio untuk Banyak Speaker, Apa Teknologi di Baliknya?

Daftar Isi

 

Satu Audio untuk Banyak Speaker, Apa Teknologi di Baliknya?



Mendengarkan musik atau memutar suara melalui beberapa speaker secara bersamaan kini bukan lagi sesuatu yang terdengar rumit. Di berbagai perangkat audio modern, pengguna bahkan dapat menghubungkan banyak speaker agar menghasilkan suara yang lebih luas dan memenuhi satu ruangan atau area tertentu.

Menariknya, kemampuan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Teknologi audio mengalami perkembangan secara bertahap, mengikuti kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Jika dahulu satu sumber suara harus terhubung ke satu perangkat melalui kabel, kini satu sumber audio dapat menyiarkan suara ke banyak perangkat secara bersamaan melalui koneksi nirkabel.

Perubahan tersebut menjadi salah satu perkembangan menarik dalam teknologi Bluetooth, khususnya sejak hadirnya Bluetooth Low Energy (LE) Audio.

Lantas, bagaimana sebenarnya teknologi ini bekerja? Apa bedanya dengan Bluetooth biasa, dan bagaimana satu sumber audio bisa digunakan untuk mengirim suara ke banyak speaker sekaligus?

Dari Kabel hingga Koneksi Nirkabel

Sebelum koneksi nirkabel menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, perangkat audio umumnya mengandalkan koneksi kabel.

Sumber suara seperti pemutar musik atau perangkat elektronik harus terhubung secara langsung dengan speaker menggunakan kabel. Jika ingin menggunakan beberapa speaker, pengguna membutuhkan konfigurasi kabel dan perangkat pendukung tertentu.

Koneksi kabel memang memiliki keunggulan dari sisi kestabilan, tetapi kurang praktis ketika pengguna ingin membuat sistem audio yang lebih fleksibel.

Kemudian Bluetooth hadir dan mengubah cara perangkat audio berkomunikasi.

Dengan Bluetooth, smartphone tidak perlu lagi berada dalam kondisi terhubung secara fisik dengan speaker. Pengguna cukup melakukan pairing antara kedua perangkat, kemudian audio dari smartphone dapat diputar melalui speaker secara nirkabel.

Namun, Bluetooth pada awal perkembangannya masih memiliki pola komunikasi yang relatif sederhana, yaitu point-to-point.

Artinya, satu sumber audio pada dasarnya berkomunikasi dengan satu perangkat penerima. Konsep ini sudah sangat berguna untuk penggunaan sehari-hari, tetapi menjadi kurang ideal ketika pengguna ingin menyebarkan suara yang sama ke banyak perangkat sekaligus.

Mengapa Banyak Speaker Tidak Bisa Begitu Saja Terhubung?

Secara sederhana, mengirim suara ke satu speaker tentu lebih mudah dibandingkan mengirim suara yang sama ke banyak speaker sekaligus.

Ketika hanya ada satu penerima, sumber audio cukup mengirimkan aliran data menuju perangkat tersebut. Namun, ketika jumlah penerima bertambah, sistem harus memastikan setiap perangkat mendapatkan data audio yang tepat dan, yang tidak kalah penting, memutarnya secara sinkron.

Bayangkan ada beberapa speaker di sebuah ruangan.

Jika satu speaker memainkan suara sedikit lebih cepat dibandingkan speaker lainnya, suara yang dihasilkan bisa terdengar tidak serempak. Alih-alih menghasilkan pengalaman audio yang lebih luas, pengguna justru bisa mendengar gema atau perbedaan waktu antarspeaker.

Karena itu, sistem audio multi-speaker tidak hanya membutuhkan kemampuan mengirim data ke banyak perangkat. Sistem juga membutuhkan mekanisme agar aliran audio dapat dikirim secara terkoordinasi dan tetap sinkron.

Di sinilah perkembangan teknologi Bluetooth mulai memainkan peran yang lebih besar.

Baca juga : Cara Cek Sisa Umur Ponsel Realme, Beli HP Baru Sekarang atau Nanti?

Mengenal Bluetooth LE Audio

Perkembangan tersebut hadir melalui Bluetooth Low Energy atau Bluetooth LE Audio.

Menurut Bluetooth SIG, LE Audio dibangun di atas fitur baru dalam Bluetooth Core Specification 5.2. Teknologi ini membawa perubahan yang lebih mendasar dalam cara perangkat Bluetooth menangani audio.

LE Audio menghadirkan sejumlah kemampuan baru, termasuk multi-stream audio dan broadcast audio.

Kedua kemampuan tersebut memiliki konsep yang berbeda, tetapi sama-sama membuka kemungkinan penggunaan audio yang lebih fleksibel dibandingkan koneksi Bluetooth konvensional.

Multi-stream audio berkaitan dengan kemampuan mengirim beberapa aliran audio secara terkoordinasi dan tersinkronisasi. Sementara itu, broadcast audio membawa konsep yang lebih luas, yaitu satu sumber dapat menyiarkan audio yang kemudian diterima oleh banyak perangkat di sekitarnya.

Dengan konsep tersebut, hubungan antara sumber audio dan perangkat penerima tidak lagi harus selalu satu lawan satu.

Apa Itu Multi-Stream Audio?

Multi-stream audio memungkinkan beberapa aliran audio dikirim secara terkoordinasi dan tersinkronisasi.

Teknologi ini penting untuk skenario yang membutuhkan beberapa perangkat audio bekerja secara bersamaan. Dengan sinkronisasi yang baik, suara dari perangkat yang berbeda dapat tetap terasa sebagai satu pengalaman audio.

Konsep tersebut juga dapat memberikan manfaat dalam penggunaan perangkat audio pribadi. Misalnya, sistem dapat menangani beberapa aliran audio secara lebih terkoordinasi dibandingkan pendekatan Bluetooth generasi sebelumnya.

Hal yang perlu digarisbawahi adalah multi-stream audio bukan sekadar membuat perangkat bisa terhubung lebih banyak. Sinkronisasi menjadi bagian penting karena setiap aliran suara harus diproses dengan koordinasi yang tepat.

Jika sinkronisasi tidak terjaga, pengguna akan lebih mudah menyadari adanya perbedaan waktu antara satu speaker dan speaker lainnya.

Broadcast Audio Membawa Konsep yang Berbeda

Jika multi-stream audio berfokus pada aliran audio yang terkoordinasi, broadcast audio membawa konsep penyiaran.

Dalam skenario broadcast audio, satu sumber dapat menyiarkan audio yang kemudian diterima oleh banyak perangkat di sekitarnya.

Bluetooth SIG menjelaskan bahwa broadcast audio dapat dikirimkan kepada jumlah perangkat penerima yang tidak terbatas selama perangkat-perangkat tersebut masih berada dalam jangkauan.

Konsep ini menarik karena pola komunikasinya berubah.

Sumber audio tidak perlu membuat koneksi satu per satu dengan setiap perangkat penerima dalam konsep yang sama seperti point-to-point. Sebaliknya, audio dapat disiarkan sehingga perangkat yang kompatibel di sekitar sumber dapat menerimanya.

Hal ini membuka berbagai kemungkinan baru untuk penggunaan audio di rumah, ruang publik, acara, hingga perangkat pribadi.

Auracast, Bentuk Nyata Broadcast Audio

Salah satu teknologi yang lahir dari konsep broadcast audio adalah Auracast.

Auracast merupakan konfigurasi broadcast audio berbasis Bluetooth LE Audio yang dirancang untuk memungkinkan berbagai perangkat menerima siaran audio yang sama.

Perangkat yang dapat memanfaatkan konsep ini tidak hanya speaker. Dalam ekosistemnya, Auracast dapat digunakan oleh berbagai perangkat seperti smartphone, laptop, televisi, sistem pengeras suara, earbuds, hingga alat bantu dengar.

Bayangkan sebuah televisi menyiarkan audio melalui Auracast.

Alih-alih hanya mengirimkan suara ke satu perangkat tertentu, siaran audio tersebut dapat diterima oleh berbagai perangkat kompatibel yang berada di sekitarnya.

Pengguna dengan earbuds yang mendukung Auracast dapat mendengarkan siaran tersebut. Speaker yang kompatibel juga dapat menerima audio yang sama. Konsep ini membuat sumber suara menjadi seperti stasiun pemancar audio kecil yang dapat diakses oleh perangkat penerima di sekitarnya.

Bagaimana dengan Puluhan Speaker?

Konsep broadcast tersebut juga membantu menjelaskan bagaimana satu sumber audio dapat digunakan untuk sistem dengan banyak speaker.

Saat ini sejumlah produk speaker sudah menawarkan kemampuan untuk menghubungkan banyak unit sekaligus. Salah satu contoh yang disebut dalam sumber adalah Polytron PartyMax Go.

Produk tersebut memiliki fitur Broadcast Mode yang memungkinkan hingga 99 speaker kompatibel terhubung dalam satu jaringan audio.

Dengan sistem seperti ini, pengguna dapat memperluas cakupan suara tanpa harus membuat setiap speaker memiliki sumber audio sendiri.

Namun, kemampuan tersebut tetap bergantung pada dukungan perangkat dan sistem yang digunakan. Tidak semua speaker Bluetooth otomatis bisa bergabung ke jaringan audio multi-speaker hanya karena sama-sama menggunakan Bluetooth.

Perangkat sumber, speaker, serta teknologi atau mode koneksi yang digunakan harus kompatibel.

Bukan Sekadar Soal Suara Lebih Keras

Ketika mendengar istilah menghubungkan banyak speaker, orang mungkin langsung berpikir bahwa tujuan utamanya hanya membuat suara menjadi lebih keras.

Padahal, perkembangan teknologi ini jauh lebih luas.

Dengan beberapa speaker yang bekerja secara terkoordinasi, pengguna dapat membangun cakupan suara yang lebih luas. Audio dapat digunakan untuk memenuhi ruangan atau area tertentu tanpa harus mengandalkan satu speaker dengan volume sangat tinggi.

Dalam skenario tertentu, sistem multi-speaker juga dapat membantu menciptakan pengalaman audio yang lebih merata. Speaker dapat ditempatkan di beberapa titik sehingga suara tidak hanya terpusat di satu lokasi.

Konsep broadcast bahkan memperluas penggunaannya. Satu sumber audio bisa menjadi pusat siaran yang dapat diterima banyak perangkat kompatibel di sekitarnya.

Evolusi Hubungan antara Sumber dan Pendengar

Perkembangan teknologi audio sebenarnya bukan hanya tentang meningkatkan kualitas suara.

Perubahan besar juga terjadi pada cara sumber suara berhubungan dengan perangkat pendengar.

Pada era awal, suara dikirim melalui kabel. Kemudian Bluetooth membuat koneksi audio menjadi nirkabel, tetapi pola penggunaannya masih banyak bergantung pada koneksi point-to-point.

Selanjutnya, perkembangan Bluetooth LE Audio memperkenalkan kemampuan multi-stream dan broadcast audio.

Dari sini, konsep sumber audio menjadi lebih fleksibel. Satu sumber tidak lagi selalu harus berbicara dengan satu penerima. Dalam skenario broadcast, satu sumber dapat menyiarkan audio yang kemudian diterima banyak perangkat selama masih berada dalam jangkauan.

Jadi, ketika melihat puluhan speaker memainkan lagu yang sama secara bersamaan, teknologi di baliknya bukan sekadar "Bluetooth yang dibuat lebih kuat".

Ada perkembangan standar komunikasi, mekanisme pengiriman audio, sinkronisasi, serta konsep broadcast yang memungkinkan pengalaman tersebut terjadi.

Kesimpulan

Kemampuan satu sumber audio untuk mengirim suara ke banyak speaker merupakan hasil dari evolusi teknologi audio yang berlangsung bertahap.

Perjalanan tersebut dimulai dari koneksi kabel, kemudian berkembang menuju Bluetooth nirkabel dengan pola point-to-point. Setelah itu, hadir Bluetooth LE Audio yang dibangun di atas fitur baru dalam Bluetooth Core Specification 5.2.

LE Audio membawa kemampuan seperti multi-stream audio dan broadcast audio. Multi-stream memungkinkan aliran audio dikirim secara terkoordinasi dan tersinkronisasi, sedangkan broadcast audio memungkinkan satu sumber menyiarkan audio untuk diterima banyak perangkat dalam jangkauan.

Konsep broadcast tersebut kemudian hadir dalam konfigurasi seperti Auracast, yang dapat digunakan oleh berbagai perangkat, mulai dari smartphone, laptop, televisi, speaker, earbuds, hingga alat bantu dengar.

Sementara itu, contoh produk seperti Polytron PartyMax Go menunjukkan bahwa konsep jaringan audio multi-speaker juga sudah hadir dalam perangkat konsumen, dengan kemampuan menghubungkan hingga 99 speaker kompatibel melalui Broadcast Mode.

Pada akhirnya, perkembangan audio bukan hanya soal suara yang semakin berkualitas. Yang berubah juga adalah cara suara didistribusikan. Dari satu kabel menuju satu perangkat, kemudian menjadi koneksi nirkabel, hingga kini satu sumber audio dapat disebarkan ke banyak perangkat secara bersamaan.

Posting Komentar