Meta VR Glasses Resmi Diperkenalkan, Kacamata VR 100 Gram Penantang Apple Vision Pro
Meta VR Glasses Resmi Diperkenalkan, Kacamata VR 100 Gram Penantang Apple Vision Pro
Meta kembali memperluas ambisinya di dunia virtual reality dengan memperkenalkan perangkat baru bernama Meta VR Glasses dalam ajang Connect 2026. Berbeda dari headset VR pada umumnya yang memiliki bodi besar dan menutupi sebagian besar wajah, perangkat baru Meta ini dibuat menyerupai kacamata hitam berukuran besar.
Meski tampil lebih ringkas, Meta VR Glasses tetap dirancang untuk menghadirkan pengalaman virtual reality lengkap. Perangkat ini dapat digunakan untuk menonton film dengan layar virtual berukuran besar, bermain gim, hingga menjalankan beberapa aplikasi sekaligus ketika terhubung dengan komputer.
Konsepnya memiliki kemiripan dengan Apple Vision Pro karena kacamata Meta menggunakan perangkat komputasi eksternal berbentuk pod. Bedanya, Meta mencoba membuat bagian yang dikenakan di kepala jauh lebih ringan.
Meta VR Glasses memiliki bobot sekitar 100 gram. Angka ini membuatnya jauh lebih ringan dibandingkan Apple Vision Pro yang bobotnya berada di kisaran 590 hingga 770 gram.
Dengan desain seperti ini, Meta tampaknya ingin menjawab salah satu persoalan yang sering muncul pada perangkat VR, yaitu kenyamanan ketika digunakan dalam waktu lama.
Bentuknya seperti Kacamata, Komputasinya Dipisah
Perangkat VR konvensional biasanya menempatkan sebagian besar komponen penting, termasuk prosesor, baterai, layar, sensor, dan sistem pendingin, langsung pada headset.
Konsekuensinya, perangkat menjadi cukup berat dan membutuhkan struktur yang kuat untuk menopang semua komponen tersebut.
Meta mengambil pendekatan berbeda melalui VR Glasses. Bagian yang dipasang di kepala dibuat lebih ringkas, sedangkan sebagian fungsi komputasi dan sumber daya dipindahkan ke perangkat eksternal berbentuk pod.
Pod tersebut memiliki bobot sekitar 300 gram dan dirancang agar cukup ringkas untuk dimasukkan ke dalam saku.
Dengan pembagian tersebut, pengguna tidak harus menanggung seluruh bobot perangkat di bagian kepala. Kacamata tetap menjadi perangkat utama untuk menampilkan visual dan membaca gerakan pengguna, sementara pod menangani kebutuhan komputasi dan daya.
Konsep ini membuat desain Meta VR Glasses sekilas lebih dekat dengan kacamata biasa dibandingkan headset VR berukuran besar.
Baca juga : Infinix Xbook 14 Neo Resmi di Indonesia, Laptop Ringan 1,2 Kg dengan RAM hingga 64 GB
Bobot Hanya Sekitar 100 Gram
Bobot menjadi salah satu aspek yang paling menarik dari perangkat baru Meta ini.
Meta VR Glasses memiliki bobot sekitar 100 gram. Sebagai perbandingan, kacamata layar seperti Xreal One Pro berada di kisaran bobot yang tidak jauh berbeda, sedangkan Apple Vision Pro jauh lebih berat.
Apple Vision Pro sendiri memiliki bobot sekitar 590 hingga 770 gram tergantung konfigurasi dan aksesori yang digunakan.
Perbedaan tersebut cukup besar ketika perangkat digunakan dalam durasi panjang. Pada perangkat yang dikenakan di kepala, tambahan bobot dapat memengaruhi kenyamanan, terutama ketika pengguna menonton film atau bermain gim dalam waktu lama.
Meta tentu masih harus membuktikan apakah desain ringan ini benar-benar memberikan pengalaman yang lebih nyaman. Berat bukan satu-satunya faktor. Distribusi bobot, bentuk bantalan, tekanan pada wajah, serta posisi kabel menuju pod juga akan memengaruhi pengalaman penggunaan.
Layar Micro-OLED 5K dengan Refresh Rate 120 Hz
Untuk bagian visual, Meta VR Glasses menggunakan layar micro-OLED dengan resolusi 5K.
Resolusi yang digunakan adalah 2.412 × 2.288 piksel, dengan refresh rate mencapai 120 Hz.
Kombinasi resolusi tinggi dan refresh rate tersebut dirancang untuk memberikan tampilan yang lebih tajam sekaligus membuat gerakan terlihat lebih mulus.
Refresh rate 120 Hz juga relevan untuk perangkat VR karena pergerakan kepala pengguna terjadi secara terus-menerus. Tampilan yang lebih responsif dapat membantu pengalaman terasa lebih natural ketika pengguna melihat sekeliling lingkungan virtual.
Namun, spesifikasi layar yang tinggi juga harus diimbangi dengan kemampuan pemrosesan yang memadai. Untuk itu, Meta menggunakan platform Qualcomm Snapdragon Reality Elite XR2 Gen 3 sebagai bagian dari sistem VR Glasses.
Enam Kamera untuk Melihat Lingkungan Sekitar
Meta VR Glasses tidak hanya memiliki layar. Perangkat ini juga dilengkapi berbagai kamera untuk memahami gerakan pengguna dan lingkungan sekitar.
Terdapat enam kamera eksternal yang digunakan untuk mendukung pelacakan gerakan sekaligus teknologi full-color passthrough.
Dengan passthrough berwarna, pengguna dapat melihat lingkungan nyata melalui kamera sambil tetap mendapatkan elemen virtual yang ditampilkan di atasnya.
Teknologi ini menjadi bagian penting dalam pengalaman mixed reality. Pengguna tidak harus sepenuhnya terisolasi dari lingkungan ketika menggunakan perangkat.
Selain kamera eksternal, Meta memasang empat kamera internal yang digunakan untuk pelacakan mata.
Kombinasi kamera eksternal dan internal memungkinkan sistem memahami posisi kepala, gerakan mata, serta interaksi pengguna dengan lingkungan virtual.
Kontrol Gim Bisa Menggunakan Gerakan Tangan
Salah satu fitur yang juga dibawa Meta adalah pengoperasian berbasis gestur.
Kamera pada perangkat dapat mendeteksi tangan pengguna sehingga beberapa aktivitas dapat dilakukan tanpa harus selalu memegang kontroler.
Meta mengatakan perangkat ini akan diluncurkan dengan lebih dari 75 gim yang dapat dimainkan menggunakan gerakan tangan.
Bagi pengguna yang ingin memainkan gim VR dari ekosistem Quest yang sudah tersedia, Meta juga menyediakan opsi untuk menghubungkan dua kontroler Touch Plus.
Dengan demikian, Meta VR Glasses tidak sepenuhnya meninggalkan pola penggunaan VR konvensional. Pengguna dapat memilih antara kontrol tangan atau kontroler, tergantung gim dan kebutuhan.
Dukungan terhadap ekosistem Quest juga membuat perangkat ini memiliki akses ke kumpulan konten VR yang sudah dikembangkan untuk platform Meta.
Ada Autentikasi Menggunakan Iris
Fitur biometrik juga menjadi bagian dari perangkat ini.
Meta VR Glasses dilengkapi teknologi pengenalan iris yang dapat digunakan sebagai metode autentikasi.
Penggunaan biometrik membuat perangkat dapat mengenali pengguna dengan cara yang lebih personal dibandingkan sekadar menggunakan kode atau pola.
Selain autentikasi, Meta juga memperkenalkan fitur komunikasi virtual yang disebut “Hologram”.
Fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan teman melalui representasi digital pengguna. Konsep tersebut mencoba membuat percakapan virtual terasa lebih seperti interaksi langsung dibandingkan sekadar panggilan video dua dimensi.
Bisa Digunakan untuk Produktivitas
Meta tidak memposisikan VR Glasses hanya sebagai perangkat hiburan.
Perangkat ini juga dapat digunakan untuk produktivitas. Ketika terhubung ke komputer, pengguna dapat menjalankan beberapa jendela aplikasi dalam ruang virtual.
Konsep tersebut mirip dengan memiliki beberapa monitor virtual yang dapat ditempatkan di sekitar pengguna.
Bagi pengguna yang bekerja dengan banyak aplikasi, konsep seperti ini bisa berguna. Misalnya, satu layar digunakan untuk browser, layar lain untuk dokumen, sementara layar tambahan digunakan untuk komunikasi.
Perbedaannya, semua ruang kerja tersebut tidak membutuhkan monitor fisik tambahan.
Meski demikian, efektivitas fitur ini akan sangat bergantung pada kenyamanan penggunaan dan kualitas sistem pelacakan. Produktivitas selama beberapa jam tentu membutuhkan perangkat yang tidak membuat pengguna cepat lelah.
Pengalaman Nonton Film 3D
Hiburan menjadi salah satu fokus utama Meta VR Glasses.
Meta menyiapkan ratusan film 3D yang dapat dibeli atau disewa melalui perangkat tersebut. Layanan streaming seperti Disney Plus dan Peacock juga disebut akan menyediakan konten 3D yang dapat dinikmati menggunakan VR Glasses.
Konsep menonton film melalui VR memang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan televisi biasa.
Layar virtual dapat dibuat sangat besar tanpa membutuhkan ruang fisik. Pengguna cukup memakai kacamata dan dapat merasakan sensasi seperti memiliki layar bioskop pribadi.
Meta juga menyebut National Geographic berencana meluncurkan aplikasi baru pada 2027 yang menghadirkan video 3D dengan sudut pandang 180 derajat.
Dengan format tersebut, pengguna dapat melihat konten dengan perspektif yang lebih imersif.
Ada Format VR Enhanced Cinema
Meta juga memperkenalkan format bernama VR Enhanced Cinema.
Teknologi ini memungkinkan efek visual dari film 3D meluas ke lingkungan nyata pengguna.
Konsepnya dapat dibayangkan seperti efek pencahayaan ambient pada televisi, tetapi diterapkan dalam lingkungan VR atau mixed reality.
Dengan pendekatan ini, pengalaman menonton tidak hanya terjadi di dalam layar virtual. Elemen visual dari film dapat dibuat seolah-olah menyebar ke ruang di sekitar pengguna.
Meta menyebut beberapa film populer, termasuk Avengers: Infinity War dan Star Wars: Episode IV, A New Hope, akan tersedia dalam format VR tersebut pada tahun berikutnya.
Menggunakan Quest OS
Dari sisi perangkat lunak, Meta VR Glasses menggunakan Quest OS.
Hal ini membuat perangkat tersebut berpotensi terhubung dengan ekosistem Quest yang selama ini menjadi salah satu bagian penting dari bisnis VR Meta.
Pengguna bisa mendapatkan keuntungan dari dukungan terhadap aplikasi dan gim yang dikembangkan untuk platform tersebut.
Integrasi ini juga menjadi salah satu strategi Meta agar VR Glasses tidak berdiri sebagai produk terpisah yang harus membangun ekosistem dari nol.
Dengan semakin banyaknya perangkat berbasis Quest OS, Meta dapat memperluas basis pengguna dan pengembang dalam ekosistem VR mereka.
Bagaimana dengan Kacamata Biasa?
Berdasarkan tampilan produknya, Meta VR Glasses tampaknya tidak dirancang untuk digunakan langsung di atas kacamata biasa.
Namun, pengguna yang membutuhkan koreksi penglihatan tetap dapat memesan lensa resep yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pilihan ini penting karena perangkat yang dikenakan di wajah harus dapat mengakomodasi pengguna dengan kondisi penglihatan yang berbeda.
Detail mengenai pilihan lensa, dukungan resep, serta ketersediaannya tentu akan menjadi informasi yang perlu diperhatikan ketika produk resmi dijual.
Harga Meta VR Glasses
Meta menjadwalkan peluncuran VR Glasses pada musim semi 2027.
Harga yang diumumkan berada di angka 1.300 dollar AS, atau sekitar Rp23,2 juta berdasarkan perkiraan nilai rupiah yang dicantumkan dalam sumber.
Jika dibandingkan dengan Apple Vision Pro yang diperkenalkan dengan harga sekitar 3.700 dollar AS atau sekitar Rp66,2 juta, harga Meta VR Glasses berada jauh di bawahnya.
Namun, perbandingan harga saja belum cukup untuk menentukan perangkat mana yang lebih sesuai. Keduanya memiliki pendekatan teknologi, ekosistem, spesifikasi, dan skenario penggunaan yang berbeda.
Meta VR Glasses menawarkan desain lebih ringan dengan komputasi yang dipisahkan ke perangkat pod. Sementara itu, Apple Vision Pro menggabungkan komponen utama dalam headset yang jauh lebih berat.
Meta Ingin Membuat VR Lebih Praktis
Meta VR Glasses memperlihatkan upaya perusahaan untuk membawa pengalaman virtual reality ke bentuk yang lebih ringan dan praktis.
Bobot sekitar 100 gram menjadi daya tarik utama, sementara pod eksternal digunakan untuk menyediakan komputasi dan sumber daya yang dibutuhkan perangkat.
Di sisi lain, Meta tetap membawa fitur kelas tinggi seperti layar micro-OLED 5K 120 Hz, pelacakan mata, pengenalan iris, full-color passthrough, kontrol gestur, dukungan kontroler Touch Plus, serta akses ke ekosistem Quest.
Perangkat ini juga tidak hanya ditujukan untuk bermain gim. Kemampuan menjalankan layar virtual, menonton film 3D, mengakses konten imersif, hingga mendukung produktivitas menunjukkan bahwa Meta ingin menjadikan VR Glasses sebagai perangkat serbaguna.
Tantangannya adalah bagaimana semua teknologi tersebut bisa diterjemahkan menjadi pengalaman yang nyaman dalam penggunaan sehari-hari.
Jika Meta mampu menjaga keseimbangan antara bobot, performa, kenyamanan, daya tahan baterai, dan kualitas pengalaman VR, perangkat ini berpotensi menjadi salah satu pendekatan baru terhadap perangkat realitas virtual.
Peluncurannya sendiri baru dijadwalkan pada 2027. Jadi, masih ada waktu bagi Meta untuk mematangkan perangkat sebelum benar-benar tersedia di pasaran.

Posting Komentar