Kisah Tim Berners-Lee Menciptakan World Wide Web dan Keputusan yang Mengubah Dunia

Daftar Isi

 

Kisah Tim Berners-Lee Menciptakan World Wide Web dan Keputusan yang Mengubah Dunia



Hari ini, membuka sebuah situs web terasa seperti aktivitas yang sangat biasa. Kita tinggal mengetik alamat, menekan tombol, lalu dalam hitungan detik berbagai informasi muncul di layar. Kita bisa membaca berita, menonton video, berbelanja, belajar, bekerja, hingga berkomunikasi dengan orang dari belahan dunia lain.

Namun, semua kemudahan tersebut tidak muncul begitu saja. Di baliknya ada sebuah penemuan yang mengubah cara manusia mengakses dan berbagi informasi, yaitu World Wide Web atau WWW.

Sosok yang berada di balik lahirnya teknologi tersebut adalah Tim Berners-Lee, ilmuwan komputer asal Inggris. Ia menciptakan konsep World Wide Web ketika bekerja di CERN, organisasi penelitian fisika yang berada di perbatasan Swiss dan Prancis.

Menariknya, salah satu keputusan terbesar Berners-Lee bukan hanya soal bagaimana menciptakan teknologi tersebut, tetapi juga bagaimana teknologi itu dibagikan. Ia bersama CERN memilih untuk membuat teknologi World Wide Web tersedia secara bebas tanpa royalti.

Keputusan inilah yang kemudian menjadi salah satu fondasi penting berkembangnya dunia digital seperti yang kita kenal sekarang.

Berawal dari Masalah Informasi di CERN

Kisah World Wide Web bermula dari sebuah persoalan yang sebenarnya terdengar sederhana: informasi yang sulit dihubungkan.

Pada akhir 1980-an, CERN menjadi tempat berkumpulnya ribuan ilmuwan dari berbagai negara. Mereka mengerjakan proyek penelitian dengan menggunakan komputer, sistem operasi, program, dan format data yang berbeda-beda.

Masalahnya, informasi yang dimiliki seorang peneliti tidak selalu mudah digunakan atau ditemukan oleh peneliti lainnya.

Bayangkan sebuah perpustakaan yang memiliki ribuan buku, tetapi setiap rak menggunakan sistem penomoran berbeda. Bahkan, beberapa buku hanya bisa dibaca menggunakan jenis perangkat tertentu. Informasinya sebenarnya ada, tetapi orang kesulitan menemukannya dan menghubungkannya dengan informasi lain.

Situasi seperti inilah yang dilihat Tim Berners-Lee.

Ia menyadari bahwa masalah tersebut bukan semata-mata kekurangan informasi. Justru sebaliknya, informasi sudah terlalu banyak dan tersebar di berbagai sistem.

Yang dibutuhkan adalah sebuah cara agar informasi tersebut dapat saling terhubung.

Dari gagasan itulah kemudian muncul konsep hypertext, yaitu sistem yang memungkinkan sebuah dokumen memiliki hubungan dengan dokumen lainnya melalui tautan.

Proposal yang Menjadi Awal World Wide Web

Pada Maret 1989, Tim Berners-Lee mengajukan proposal di CERN berjudul "Information Management: A Proposal".

Proposal tersebut pada awalnya tidak langsung menjadi sebuah revolusi global. Berners-Lee menawarkan gagasan mengenai sistem pengelolaan informasi yang memungkinkan berbagai informasi di CERN saling terhubung.

Namun, gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.

Berners-Lee membangun sistem yang menggabungkan hypertext dengan jaringan internet yang sudah ada. Perlu dibedakan bahwa World Wide Web bukanlah internet itu sendiri.

Internet merupakan jaringan infrastruktur yang menghubungkan komputer-komputer. Sementara itu, Web adalah salah satu sistem yang berjalan di atas jaringan tersebut untuk mengakses dan menghubungkan dokumen serta berbagai sumber informasi.

Perbedaan ini sering terlupakan karena dalam kehidupan sehari-hari istilah internet dan Web kerap digunakan secara bergantian.

Baca juga : Kisah Lahirnya Format MP3: Revolusi Industri Musik di Era Digital

Tiga Teknologi yang Menjadi Fondasi Web

Untuk membuat konsep tersebut benar-benar bekerja, Berners-Lee mengembangkan sejumlah teknologi penting. Tiga di antaranya kemudian menjadi fondasi utama World Wide Web.

Yang pertama adalah URL atau Uniform Resource Locator.

URL dapat dibayangkan seperti alamat sebuah rumah. Setiap sumber informasi di Web membutuhkan alamat tertentu agar komputer dapat menemukannya. Ketika kita mengetik sebuah alamat situs di browser, sebenarnya kita sedang memberi tahu komputer lokasi informasi yang ingin diakses.

Kemudian ada HTML atau Hypertext Markup Language.

HTML merupakan bahasa yang digunakan untuk menyusun halaman Web. Melalui HTML, teks dapat ditampilkan dalam struktur tertentu sekaligus dihubungkan dengan halaman lain menggunakan hyperlink.

Konsep hyperlink inilah yang membuat Web berbeda dari sekadar kumpulan dokumen digital. Sebuah halaman tidak harus berdiri sendiri. Ia dapat menunjuk ke halaman lain, yang kemudian dapat menunjuk ke halaman berikutnya.

Pilar ketiga adalah HTTP atau Hypertext Transfer Protocol.

HTTP menjadi aturan komunikasi antara komputer pengguna dan server. Secara sederhana, ketika kita membuka sebuah halaman Web, browser mengirimkan permintaan kepada server. Server kemudian memberikan data yang dibutuhkan agar halaman tersebut dapat ditampilkan.

Ketiga teknologi tersebut bekerja bersama-sama sehingga terciptalah sistem yang memungkinkan manusia mengakses informasi melalui jaringan secara relatif sederhana.

Browser dan Situs Web Pertama

Berners-Lee tidak berhenti pada pembuatan konsep. Ia juga membuat perangkat lunak yang diperlukan untuk membuktikan bahwa sistem tersebut benar-benar dapat digunakan.

Ia mengembangkan browser Web pertama, yang juga memiliki kemampuan untuk mengedit halaman Web.

Langkah tersebut sangat penting karena sebuah teknologi akan sulit berkembang jika hanya berhenti sebagai konsep di atas kertas.

Dengan membuat sistem yang benar-benar bisa digunakan, Berners-Lee menunjukkan bahwa komputer dapat digunakan untuk mengakses dokumen yang saling terhubung melalui jaringan.

Dari sinilah embrio Web mulai terbentuk.

Pada tahap awal, tentu saja Web masih sangat sederhana dibandingkan dengan situs yang kita kenal sekarang. Tidak ada media sosial, layanan streaming, toko online dengan jutaan produk, ataupun aplikasi Web kompleks.

Tetapi prinsip dasarnya sudah ada: dokumen dapat diberi alamat, ditulis menggunakan format tertentu, dan dihubungkan dengan dokumen lain melalui jaringan.

Keputusan Besar yang Membuat Web Menyebar

Bagian paling menarik dari sejarah World Wide Web justru terjadi setelah teknologinya berhasil dibuat.

Pada masa ketika banyak teknologi baru dapat menjadi sumber keuntungan melalui paten dan lisensi, CERN mengambil keputusan yang berbeda.

Pada 30 April 1993, CERN mengumumkan bahwa teknologi World Wide Web tersedia secara bebas bagi siapa saja.

Artinya, orang lain dapat menggunakan dan mengembangkan teknologi tersebut tanpa harus membayar royalti kepada CERN atau Tim Berners-Lee.

Keputusan ini mungkin terlihat sederhana jika dilihat dari zaman sekarang. Namun, dampaknya sangat besar.

Bayangkan jika setiap perusahaan yang ingin membuat situs harus membayar biaya lisensi kepada pemilik teknologi Web. Kemungkinan besar perkembangan Web akan jauh lebih lambat.

Perusahaan mungkin memilih membuat teknologi alternatif sendiri. Pengembang bisa terpecah menggunakan standar yang berbeda. Pada akhirnya, Web berpotensi menjadi ekosistem yang terfragmentasi.

Dengan membuka teknologinya secara bebas, CERN menghilangkan salah satu hambatan terbesar bagi adopsi.

Programmer di berbagai negara dapat menggunakan teknologi tersebut. Universitas dapat mengajarkannya. Perusahaan dapat membangun layanan baru. Individu juga dapat membuat situsnya sendiri.

Web akhirnya berkembang sebagai sebuah standar terbuka, bukan sebagai produk eksklusif milik satu perusahaan.

Dari Beberapa Halaman Menjadi Dunia Digital

Dampaknya kemudian berkembang dengan sangat cepat.

Semakin banyak orang memiliki akses terhadap Web, semakin banyak pula situs yang bermunculan. Mesin pencari berkembang untuk membantu pengguna menemukan informasi. Perusahaan mulai melihat Web sebagai tempat baru untuk menjalankan bisnis.

Kemudian lahirlah berbagai bentuk layanan digital.

E-commerce memungkinkan manusia membeli barang tanpa harus datang langsung ke toko. Portal berita membuat informasi dapat disebarkan dengan jauh lebih cepat. Forum dan layanan komunikasi menghubungkan orang-orang dengan minat yang sama.

Pada akhirnya, Web juga menjadi tempat lahir dan berkembangnya berbagai perusahaan teknologi besar.

Media sosial mengubah cara manusia berinteraksi. Layanan video mengubah kebiasaan menonton. Platform pendidikan membawa materi pembelajaran ke layar komputer dan smartphone. Bahkan banyak pekerjaan yang sekarang sepenuhnya bergantung pada layanan berbasis Web.

Semua perkembangan tersebut memang tidak diciptakan langsung oleh Berners-Lee. Banyak perusahaan, programmer, ilmuwan, dan pengguna lain yang berkontribusi terhadap perkembangan ekosistem digital.

Namun, mereka dapat membangun di atas fondasi yang telah dibuat sebelumnya.

Mengapa Keputusan "Gratis" Begitu Penting?

Ada satu pelajaran menarik dari keputusan CERN dan Berners-Lee.

Teknologi tidak selalu berkembang paling cepat ketika penciptanya berusaha mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari teknologi tersebut.

Dalam kasus Web, keterbukaan justru menjadi salah satu faktor yang membuat teknologi tersebut dapat diadopsi secara luas.

Ketika standar dasarnya bebas digunakan, semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi.

Pertumbuhan tersebut kemudian menciptakan efek jaringan. Semakin banyak situs yang tersedia, semakin berguna Web bagi pengguna. Semakin banyak pengguna, semakin besar pula alasan bagi perusahaan dan pengembang untuk membangun layanan baru.

Siklus tersebut terus berkembang hingga akhirnya Web menjadi bagian penting dari kehidupan modern.

Dari Web Sederhana ke Web Modern

Web yang kita gunakan sekarang tentu sudah sangat berbeda dari Web pada awal 1990-an.

Dulu, sebuah halaman Web pada dasarnya merupakan dokumen sederhana. Kini, situs dapat menjadi aplikasi yang sangat kompleks.

Kita bisa mengedit dokumen secara real-time, melakukan konferensi video, memainkan game melalui browser, menggunakan layanan cloud, melakukan transaksi keuangan, hingga menjalankan berbagai sistem berbasis kecerdasan buatan melalui Web.

Perkembangan tersebut menunjukkan betapa jauhnya teknologi tersebut berevolusi.

Namun, prinsip dasarnya masih tetap terasa: komputer mengakses sumber daya melalui alamat tertentu, menggunakan standar komunikasi, dan informasi dapat saling terhubung.

Warisan Tim Berners-Lee

Kontribusi Tim Berners-Lee kemudian mendapatkan berbagai penghargaan. Ia dianugerahi gelar knight oleh Ratu Elizabeth II dan menerima Turing Award, salah satu penghargaan paling bergengsi dalam ilmu komputer.

Tetapi mungkin warisan terbesarnya bukanlah penghargaan tersebut.

Warisan terbesar Berners-Lee adalah sebuah gagasan bahwa informasi seharusnya dapat saling terhubung dan diakses melalui sistem yang terbuka.

Keputusan untuk tidak menjadikan World Wide Web sebagai teknologi eksklusif juga menunjukkan bagaimana sebuah keputusan teknis dapat memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi yang sangat besar.

Tanpa Web, internet mungkin tetap akan berkembang dalam bentuk lain. Namun, dunia digital yang kita kenal sekarang kemungkinan akan memiliki bentuk yang sangat berbeda.

Hari ini, ketika seseorang membuka browser, mengklik sebuah tautan, membaca artikel, menonton video, atau mengunjungi sebuah toko online, sebenarnya ia sedang menggunakan hasil dari sebuah gagasan yang berawal dari persoalan sederhana di sebuah laboratorium penelitian.

Tim Berners-Lee melihat sebuah masalah: informasi terlalu terpecah dan sulit dihubungkan.

Ia kemudian membangun sebuah sistem untuk mengatasinya.

Dan ketika sistem itu berhasil, ia bersama CERN memilih untuk tidak menguncinya sebagai teknologi eksklusif.

Dari keputusan tersebut, World Wide Web berkembang menjadi salah satu teknologi paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Bukan hanya mengubah cara kita mencari informasi, tetapi juga mengubah cara manusia bekerja, belajar, berbisnis, berkomunikasi, dan membangun kehidupan di dunia digital.

Sebuah teknologi memang bisa dimulai dari satu orang dan satu ide. Namun, ketika ide tersebut dibuka untuk semua orang, dampaknya bisa berkembang jauh melampaui bayangan penciptanya.

Posting Komentar