Cara Menyembunyikan Aplikasi di iPhone, Mudah dan Instan!
Cara Menyembunyikan Aplikasi di iPhone, Mudah dan Instan!
Menjaga privasi di smartphone bukan hanya soal menggunakan kata sandi pada layar kunci. Ada kalanya saya juga ingin aplikasi tertentu tidak langsung terlihat ketika seseorang sedang menggunakan iPhone saya. Misalnya, ada aplikasi yang berisi percakapan pribadi, catatan penting, data pekerjaan, atau informasi lain yang memang tidak ingin saya tampilkan kepada orang lain.
Kabar baiknya, Apple menyediakan fitur untuk menyembunyikan aplikasi secara langsung di iPhone. Fitur ini membuat aplikasi tidak lagi terlihat di layar utama dan hasil pencarian. Bahkan, aplikasi yang sudah disembunyikan akan ditempatkan di folder khusus yang membutuhkan autentikasi Face ID untuk membukanya.
Fitur tersebut tersedia mulai iOS 18. Jadi, sebelum mengikuti tutorial ini, saya perlu memastikan bahwa iPhone yang digunakan sudah menjalankan iOS 18 atau versi yang lebih baru.
Apa Bedanya Menyembunyikan dan Mengunci Aplikasi?
Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, saya perlu memahami perbedaan antara dua opsi yang tersedia.
Ketika saya memilih Require Face ID, aplikasi tetap terlihat di layar utama atau App Library, tetapi siapa pun yang ingin membukanya harus melakukan autentikasi Face ID.
Sementara itu, ketika saya memilih Hide and Require Face ID, aplikasi tidak hanya dikunci, tetapi juga disembunyikan. Ikonnya tidak lagi muncul secara normal di layar utama maupun hasil penelusuran.
Jadi, kalau tujuan saya hanya mencegah orang lain membuka aplikasi, opsi Require Face ID sudah cukup. Namun, kalau saya ingin aplikasinya sekaligus tidak terlihat, saya menggunakan fitur Hide and Require Face ID.
Cara Menyembunyikan Aplikasi di iPhone
Untuk memulai, saya mencari aplikasi yang ingin disembunyikan terlebih dahulu.
Saya bisa mencarinya langsung dari halaman Home Screen. Setelah menemukan aplikasi yang dimaksud, saya tidak langsung membukanya. Saya justru mengetuk dan menahan ikon aplikasi tersebut sampai muncul menu pintasan atau quick actions menu.
Di dalam menu tersebut, saya mencari pilihan Require Face ID.
Setelah pilihan tersebut diketuk, akan muncul opsi lanjutan. Saya memilih Hide and Require Face ID.
Pada tahap berikutnya, iPhone akan meminta saya melakukan autentikasi menggunakan Face ID. Saya cukup melihat ke arah layar agar sistem mengenali wajah saya.
Setelah autentikasi berhasil, saya akan mendapatkan pilihan Hide App.
Saya mengetuk pilihan tersebut untuk mengonfirmasi.
Selesai. Aplikasi yang tadi saya pilih sekarang sudah disembunyikan dari tampilan normal iPhone.
Kalau saya ingin menyembunyikan aplikasi lain, caranya sama. Saya tinggal mencari aplikasi berikutnya, mengetuk dan menahan ikonnya, memilih Require Face ID, kemudian memilih Hide and Require Face ID dan melakukan autentikasi.
Baca juga : Tutorial Cek iPhone 11 Mati Mendadak dengan Smart USB hingga Membuka Baut yang Dol
Di Mana Aplikasi yang Sudah Disembunyikan?
Setelah sebuah aplikasi disembunyikan, bukan berarti aplikasi tersebut benar-benar dihapus dari iPhone.
Aplikasi masih terpasang dan datanya tetap ada. Hanya saja, Apple memindahkannya ke area khusus bernama Hidden folder.
Untuk menemukan folder tersebut, saya perlu membuka App Library.
Caranya cukup mudah. Dari halaman Home Screen, saya terus menggeser layar ke arah kiri sampai mencapai halaman paling kanan. Di halaman tersebut terdapat App Library yang mengelompokkan berbagai aplikasi berdasarkan kategori.
Di dalam App Library, saya akan menemukan folder Hidden.
Folder inilah yang menjadi tempat aplikasi-aplikasi yang sudah disembunyikan.
Namun, saya tidak bisa langsung membukanya begitu saja. iPhone akan meminta autentikasi Face ID terlebih dahulu.
Setelah Face ID berhasil mengenali wajah saya, barulah isi folder tersebut bisa dibuka dan aplikasi yang disembunyikan dapat diakses kembali.
Dengan mekanisme seperti ini, aplikasi memang menjadi lebih sulit ditemukan oleh orang lain yang sekadar memegang iPhone saya.
Apa yang Terjadi pada Aplikasi Setelah Disembunyikan?
Ada beberapa perubahan yang perlu saya pahami setelah menggunakan fitur ini.
Pertama, ikon aplikasi tidak lagi muncul di Home Screen seperti biasanya.
Kedua, aplikasi juga tidak muncul dalam hasil pencarian normal. Jadi, orang yang mencoba mencari nama aplikasi melalui fitur Search tidak akan langsung menemukannya.
Ketiga, aplikasi ditempatkan di Hidden folder yang membutuhkan Face ID untuk diakses.
Dengan begitu, fitur ini cukup berguna ketika saya memberikan iPhone kepada orang lain untuk melakukan sesuatu, tetapi tidak ingin semua aplikasi pribadi saya terlihat begitu saja.
Misalnya, saya mungkin hanya ingin seseorang membuka browser untuk mencari sesuatu. Dengan aplikasi pribadi yang sudah disembunyikan, orang tersebut tidak akan langsung melihat ikon aplikasi tersebut di Home Screen.
Ada Batasan yang Perlu Diperhatikan
Meskipun cukup praktis, fitur Hide and Require Face ID tidak berlaku untuk semua aplikasi.
Berdasarkan informasi yang menjadi dasar tutorial ini, fitur penyembunyian tersebut ditujukan untuk aplikasi yang dipasang melalui Apple App Store.
Sementara itu, untuk aplikasi bawaan iOS, saya umumnya hanya akan menemukan pilihan Require Face ID. Artinya, aplikasi bawaan tertentu dapat dikunci menggunakan Face ID, tetapi tidak selalu bisa disembunyikan menggunakan mekanisme yang sama.
Karena itu, jangan heran kalau menu Hide and Require Face ID tidak muncul ketika saya mencoba menggunakannya pada aplikasi bawaan tertentu.
Cara Menyembunyikan Aplikasi pada iPhone dengan iOS Lama
Bagaimana kalau iPhone saya masih menggunakan iOS 17 atau versi yang lebih lama?
Saya memang belum bisa menggunakan fitur penyembunyian aplikasi seperti pada iOS 18. Namun, masih ada cara untuk membuat aplikasi tidak terlihat dari Home Screen.
Caranya juga cukup sederhana.
Pertama, saya mencari aplikasi yang ingin saya hilangkan dari layar utama.
Setelah menemukannya, saya mengetuk dan menahan ikon aplikasi tersebut sampai menu quick actions muncul.
Dari menu itu, saya memilih Remove App.
Setelah itu, akan muncul beberapa pilihan. Saya memilih Remove from Home Screen.
Aplikasi kemudian tidak lagi muncul di Home Screen.
Namun, ada hal penting yang harus saya pahami. Cara ini sebenarnya tidak menyembunyikan aplikasi sepenuhnya. Aplikasi hanya dihapus dari tampilan Home Screen.
Aplikasi tersebut masih bisa ditemukan melalui App Library.
Jadi, metode ini lebih tepat disebut sebagai cara merapikan atau menghilangkan ikon aplikasi dari Home Screen, bukan fitur privasi penuh seperti Hide and Require Face ID di iOS 18.
Perbedaan iOS 18 dan iOS 17 ke Bawah
Supaya lebih mudah dipahami, saya bisa membedakannya seperti ini.
Pada iOS 18 atau versi lebih baru, saya dapat menggunakan Hide and Require Face ID untuk aplikasi yang mendukung fitur tersebut. Aplikasi akan masuk ke Hidden folder dan membutuhkan Face ID untuk membukanya.
Sementara pada iOS 17 atau versi sebelumnya, saya hanya dapat menggunakan opsi Remove from Home Screen.
Perbedaannya cukup besar.
Pada iOS lama, aplikasi masih mudah ditemukan melalui App Library. Selain itu, aplikasi juga masih dapat menampilkan notifikasi dan muncul dalam hasil penelusuran.
Jadi, kalau tujuan saya benar-benar untuk menjaga privasi aplikasi, fitur bawaan iOS 18 jauh lebih efektif dibandingkan sekadar menghapus ikon aplikasi dari Home Screen.
Tips Sebelum Menyembunyikan Aplikasi
Saya juga sebaiknya tidak asal menyembunyikan aplikasi tanpa memahami konsekuensinya.
Pertama, saya harus mengingat aplikasi apa saja yang saya sembunyikan. Kalau terlalu banyak aplikasi dimasukkan ke Hidden folder, saya sendiri bisa kesulitan menemukannya kembali.
Kedua, saya perlu memastikan Face ID berfungsi dengan baik. Sebab, akses ke Hidden folder sangat bergantung pada autentikasi tersebut.
Ketiga, saya perlu membedakan antara menyembunyikan aplikasi dan menghapus aplikasi. Menyembunyikan aplikasi tidak berarti data aplikasi ikut terhapus. Aplikasi tetap berada di perangkat.
Keempat, kalau menggunakan iOS versi lama, saya tidak boleh menganggap Remove from Home Screen sebagai perlindungan privasi penuh. Orang lain yang mengetahui keberadaan App Library tetap dapat menemukan aplikasi tersebut.
Kesimpulan
Menyembunyikan aplikasi di iPhone sekarang jauh lebih praktis, terutama sejak Apple menghadirkan fitur Hide and Require Face ID pada iOS 18.
Langkahnya juga tidak rumit. Saya hanya perlu mencari aplikasi, mengetuk dan menahan ikonnya, memilih Require Face ID, kemudian memilih Hide and Require Face ID. Setelah autentikasi Face ID berhasil, aplikasi akan disembunyikan dan dipindahkan ke Hidden folder di App Library.
Untuk mengaksesnya kembali, saya tinggal membuka App Library dan masuk ke Hidden folder menggunakan Face ID.
Sementara itu, pengguna iPhone dengan iOS 17 atau versi lebih lama masih dapat menghilangkan aplikasi dari Home Screen melalui opsi Remove App > Remove from Home Screen. Namun, cara tersebut tidak benar-benar menyembunyikan aplikasi karena aplikasi masih dapat ditemukan melalui App Library, pencarian, maupun notifikasi.
Jadi, kalau tujuan saya adalah menjaga aplikasi pribadi agar tidak mudah terlihat maupun dibuka orang lain, fitur Hide and Require Face ID di iOS 18 menjadi pilihan yang jauh lebih tepat.

Posting Komentar