Apple Watch Ultra 4 Resmi Diperkenalkan, Baterai hingga 84 Jam dan Sensor Kesehatan Makin Canggih
Apple Watch Ultra 4 Resmi Diperkenalkan, Baterai hingga 84 Jam dan Sensor Kesehatan Makin Canggih
Apple kembali memperluas lini smartwatch premiumnya dengan memperkenalkan Apple Watch Ultra 4, generasi terbaru yang dirancang untuk pengguna aktif, penggemar olahraga, hingga mereka yang sering melakukan aktivitas luar ruangan. Kali ini, Apple tidak hanya membawa peningkatan pada sisi performa, tetapi juga memperkuat kemampuan pemantauan kesehatan dan daya tahan baterai.
Apple Watch Ultra 4 dibekali chip S11, Sistem Pengukuran Kesehatan baru, fitur Kesiapan untuk membantu pengguna menentukan intensitas aktivitas, serta sejumlah pembaruan pada kemampuan pelacakan olahraga. Salah satu peningkatan paling menarik tentu berada di sektor baterai.
Jika pada awalnya informasi mengenai perangkat ini menyebut baterai hingga 48 jam, Apple justru mengklaim Apple Watch Ultra 4 mampu bertahan hingga 50 jam untuk penggunaan sehari-hari. Dengan Mode Daya Rendah, angka tersebut dapat diperpanjang hingga 84 jam.
Buat smartwatch yang memang ditujukan untuk olahraga dan petualangan, peningkatan ini cukup penting. Pengguna tidak perlu terlalu sering mencari charger ketika sedang melakukan perjalanan panjang atau menjalani aktivitas outdoor selama berhari-hari.
Sistem Pengukuran Kesehatan Jadi Salah Satu Fitur Utama
Salah satu pembaruan terbesar Apple Watch Ultra 4 terletak pada sistem pemantauan kesehatan. Apple merancang ulang sistem pengukuran tersebut dengan sensor jantung optik dan elektrik generasi baru yang bekerja bersama chip S11.
Sensor jantung optik menggunakan LED hijau berukuran lebih besar yang diklaim lebih hemat energi. Kombinasi perangkat keras dan algoritme tersebut memungkinkan Apple Watch Ultra 4 melakukan pengukuran detak jantung setiap lima detik sepanjang hari.
Pengguna juga dapat melihat detak jantung secara real time melalui tampilan wajah jam baru. Artinya, informasi mengenai kondisi detak jantung tidak hanya tersedia ketika pengguna membuka aplikasi kesehatan, tetapi dapat dipantau secara langsung.
Apple menyebut teknologi tersebut telah diuji melalui studi ilmiah yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta. Dalam pengujian yang dilakukan perusahaan dan dibandingkan dengan sejumlah perangkat wearable terkemuka, Apple mengklaim Apple Watch mencatat tingkat akurasi tertinggi di antara perangkat yang dibandingkan.
Selain detak jantung, Apple juga meningkatkan pemantauan variabilitas detak jantung atau VDJ. Pengukuran VDJ kini dilakukan hingga 24 kali lebih sering.
Data tersebut kemudian dibagi menjadi VDJ pemulihan dan VDJ keseluruhan. VDJ pemulihan dirancang untuk memberikan gambaran mengenai stres serta proses pemulihan harian, sedangkan VDJ keseluruhan digunakan untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan yang lebih luas.
Meski demikian, data dari smartwatch tetap sebaiknya dipandang sebagai informasi pendukung. Perangkat wearable tidak menggantikan pemeriksaan medis atau diagnosis profesional.
Fitur Kesiapan Membantu Menentukan Intensitas Olahraga
Apple Watch Ultra 4 juga membawa fitur baru bernama Kesiapan. Fitur ini menarik karena tidak sekadar mencatat berapa banyak olahraga yang dilakukan pengguna, tetapi mencoba melihat apakah tubuh pengguna memang siap menerima aktivitas berikutnya.
Sistem tersebut menganalisis berbagai data, termasuk aktivitas terbaru, beban latihan, tanda vital, serta skor tidur. Seluruh informasi tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan skor harian antara 0 hingga 10.
Skor tersebut diterjemahkan menjadi empat rekomendasi utama, yakni Pulihkan Diri, Pelan-Pelan, Siap, dan Lanjutkan.
Konsepnya cukup sederhana. Jika pengguna baru saja menjalani latihan berat dan kualitas pemulihannya belum optimal, Apple Watch dapat memberikan rekomendasi agar aktivitas berikutnya dilakukan dengan lebih ringan. Sebaliknya, ketika berbagai indikator menunjukkan kondisi yang lebih siap, pengguna dapat memperoleh rekomendasi untuk melanjutkan aktivitas.
Menariknya, skor Kesiapan tidak hanya dihitung sekali pada pagi hari. Sistem dapat memperbaruinya ketika mendapatkan data baru sepanjang hari.
Misalnya, pengguna melakukan olahraga berat pada siang hari atau terjadi perubahan pada tanda vital. Data tersebut dapat memengaruhi penilaian sehingga rekomendasi lebih sesuai dengan kondisi terbaru.
Apple mengembangkan algoritme ini menggunakan data dari Apple Heart and Movement Study dan melibatkan ilmuwan olahraga serta dokter Apple dalam menentukan berbagai faktor yang digunakan untuk menghasilkan skor.
Baca juga : AI Mengubah Wajah Industri, Apakah Kita Siap Menghadapi Perubahannya
Baterai Tembus 50 Jam, Mode Daya Rendah hingga 84 Jam
Untuk pengguna Apple Watch Ultra, baterai memang menjadi salah satu aspek yang sangat penting. Apple Watch Ultra 4 membawa peningkatan cukup besar di bagian ini.
Dalam penggunaan sehari-hari, Apple mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 50 jam. Artinya, secara teori perangkat dapat digunakan lebih dari dua hari sebelum kembali diisi.
Jika Mode Daya Rendah diaktifkan, daya tahan tersebut bisa diperpanjang hingga 84 jam. Mode ini tentunya lebih cocok ketika pengguna sedang melakukan perjalanan jauh dan tidak memiliki akses mudah ke charger.
Apple juga meningkatkan kecepatan pengisian. Dengan mengisi selama sekitar 15 menit, Apple mengklaim pengguna bisa mendapatkan tambahan daya hingga 18 jam.
Buat pengguna yang sering lupa mengisi smartwatch sebelum berangkat, kemampuan ini cukup praktis. Mengisi dalam waktu singkat sebelum pergi bisa memberikan tambahan daya yang cukup panjang.
Untuk aktivitas olahraga outdoor, tersedia pula mode olahraga berdurasi panjang. Mode ini dapat memberikan daya hingga 25 jam dengan pembacaan GPS dan detak jantung lengkap.
Sementara itu, mode Olahraga Durasi Panjang Maks memungkinkan perangkat merekam aktivitas seperti berlari, berjalan, atau mendaki hingga 45 jam dengan pembacaan GPS setiap detik.
Menurut Apple, durasi tersebut umumnya cukup untuk mendukung perlombaan dengan jarak sekitar 160 kilometer. Angka sebenarnya tentu dapat berbeda tergantung kondisi penggunaan, pengaturan perangkat, temperatur, konektivitas, dan fitur yang aktif.
Chip S11 Mendukung Pelacakan Langkah yang Lebih Akurat
Apple Watch Ultra 4 menggunakan chip S11 sebagai fondasi untuk berbagai kemampuan baru. Salah satunya adalah sistem pedometer yang mendapatkan algoritme baru berbasis pembelajaran mesin.
Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan pengukuran jarak ketika pengguna berjalan atau berlari, terutama di dalam ruangan. Apple juga meningkatkan kemampuan perangkat dalam mencatat jumlah langkah sepanjang hari.
Jumlah langkah kini dapat ditampilkan secara real time melalui komplikasi Langkah pada wajah Apple Watch.
Apple bahkan mengklaim kombinasi chip S11 dan algoritme baru tersebut membuat Apple Watch Ultra 4 memiliki kemampuan pemantauan langkah paling akurat dibandingkan smartwatch lainnya.
Klaim seperti ini tentu menarik, tetapi tingkat akurasi dalam penggunaan nyata dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cara pengguna berjalan, posisi perangkat, dan jenis aktivitas yang dilakukan.
Pengenalan Bunyi dan Shazam Makin Terintegrasi
Chip S11 juga mendukung sejumlah fitur yang tidak secara langsung berkaitan dengan olahraga.
Salah satunya adalah Pengenalan Bunyi, fitur yang ditujukan terutama bagi pengguna tunarungu atau mereka yang mengalami kesulitan mendengar. Apple Watch dapat memanfaatkan mikrofon untuk mengenali suara-suara penting seperti sirene, alarm, bel pintu, atau tangisan bayi.
Ketika suara tersebut terdeteksi, Apple Watch dapat memberikan pemberitahuan kepada pengguna. Bahkan, fitur tersebut dapat bekerja ketika iPhone tidak berada di dekat pengguna.
Apple juga mengintegrasikan kemampuan Shazam ke dalam Apple Watch Ultra 4. Pengguna dapat mengenali musik yang sedang diputar di sekitarnya dan mendapatkan informasi mengenai judul lagu serta artis melalui widget Kenali Musik di Smart Stack.
Fitur ini memang sederhana, tetapi cukup berguna dalam situasi ketika pengguna mendengar lagu menarik di tempat umum dan ingin mengetahui judulnya tanpa harus mengeluarkan iPhone.
watchOS 27 Membawa Pengalaman Penggunaan Baru
Apple Watch Ultra 4 menjalankan watchOS 27 yang membawa sejumlah perubahan pada antarmuka dan cara pengguna berinteraksi dengan smartwatch.
Salah satu pembaruan adalah grid aplikasi dinamis yang dapat menampilkan lima aplikasi berdasarkan rekomendasi Siri. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan aplikasi yang sering digunakan maupun aplikasi yang baru saja dipakai.
Apple juga memperluas interaksi menggunakan satu tangan melalui gerakan ketuk baru. Pengguna dapat mengetukkan jari telunjuk dan ibu jari untuk membuka widget di Smart Stack.
Gerakan ketuk dua kali dapat digunakan untuk menggulir daftar, sementara satu ketukan dapat digunakan untuk memilih widget tertentu. Sistem seperti ini cukup masuk akal untuk perangkat yang sering digunakan ketika tangan pengguna sedang sibuk.
Smart Stack juga semakin kontekstual. Widget yang ditampilkan dapat berubah berdasarkan situasi pengguna, misalnya menampilkan informasi parkir kendaraan dari Peta atau pengingat ulang tahun ketika kontak terdekat sedang berulang tahun.
Selain itu, pelacakan siklus mendapatkan dukungan tambahan untuk perimenopause dan menopause melalui Apple Watch dan aplikasi Kesehatan di iPhone.
Hadir dengan Material Titanium
Dari sisi desain, Apple Watch Ultra 4 tetap mempertahankan karakter sebagai smartwatch premium untuk olahraga dan aktivitas outdoor.
Perangkat tersedia dalam pilihan titanium alami dan titanium hitam. Apple juga memperbarui sejumlah pilihan tali jam, termasuk Trail Loop, Alpine Loop, dan Ocean Band dengan warna-warna baru.
Kombinasi material titanium, baterai besar, GPS, sensor kesehatan, dan fitur olahraga membuat Apple Watch Ultra 4 tetap mempertahankan identitas Ultra sebagai perangkat yang menyasar pengguna dengan kebutuhan lebih berat dibandingkan Apple Watch standar.
Apple memastikan Apple Watch Ultra 4 beserta pilihan tali jam terbarunya akan segera tersedia di Indonesia.
Apple Watch Ultra 4 Bukan Sekadar Upgrade Performa
Secara keseluruhan, Apple Watch Ultra 4 terlihat membawa pendekatan yang cukup jelas. Apple tidak hanya mengejar peningkatan performa, tetapi mencoba menjadikan smartwatch sebagai perangkat yang lebih aktif dalam memahami kondisi pengguna.
Sensor kesehatan yang melakukan pengukuran lebih sering, fitur Kesiapan, algoritme pelacakan langkah, serta peningkatan daya tahan baterai menunjukkan bahwa Apple ingin Apple Watch Ultra 4 semakin berguna sebelum, selama, dan setelah pengguna beraktivitas.
Baterai hingga 50 jam dalam penggunaan sehari-hari dan hingga 84 jam dengan Mode Daya Rendah juga menjadi peningkatan penting untuk perangkat yang ditujukan bagi petualangan.
Pada akhirnya, daya tarik terbesar Apple Watch Ultra 4 bukan hanya soal spesifikasi di atas kertas. Nilainya justru terletak pada bagaimana berbagai sensor, chip S11, watchOS 27, GPS, algoritme pembelajaran mesin, dan data kesehatan bekerja bersama dalam satu ekosistem.
Untuk pengguna yang memang aktif berolahraga atau sering melakukan aktivitas luar ruangan, kombinasi tersebut membuat Apple Watch Ultra 4 menjadi salah satu perangkat yang layak diperhatikan. Sementara bagi pengguna biasa, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah fitur kesehatan, baterai panjang, dan kemampuan outdoor tersebut memang sepadan dengan harga premium yang harus dibayar.

Posting Komentar