Accelerometer dan Gyroscope di HP: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya

Daftar Isi

 

Accelerometer dan Gyroscope di HP: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsinya




Pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana HP bisa mengetahui ketika layarnya diputar dari posisi portrait menjadi landscape? Atau bagaimana karakter dalam game bisa mengikuti gerakan HP ketika kamu menggerakkan perangkat ke kiri, kanan, atas, atau bawah?

Jawabannya ada pada sensor gerak yang tertanam di dalam smartphone. Dua sensor yang memiliki peran penting dalam mendeteksi gerakan tersebut adalah accelerometer dan gyroscope. Keduanya sama-sama berkaitan dengan gerakan perangkat, tetapi sebenarnya mengukur hal yang berbeda.

Accelerometer berfokus pada percepatan linier, sedangkan gyroscope mengukur gerakan rotasi. Ketika keduanya digunakan secara bersamaan, sistem operasi HP dapat memperoleh informasi yang jauh lebih lengkap mengenai bagaimana perangkat sedang bergerak, dimiringkan, atau diputar.

Teknologi ini memang berukuran sangat kecil dan tidak terlihat dari luar. Namun, keberadaannya sangat penting karena mendukung berbagai fitur smartphone modern, mulai dari rotasi otomatis layar, aplikasi kebugaran, game, kamera, hingga pengalaman augmented reality.

Lantas, apa sebenarnya accelerometer dan gyroscope? Bagaimana cara kerja keduanya dan apa perbedaannya?

Apa Itu Accelerometer?

Accelerometer atau akselerometer merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur percepatan linier sebuah perangkat. Sederhananya, sensor ini membantu HP mengetahui apakah perangkat sedang bergerak, berhenti, mengalami guncangan, atau berubah arah dalam garis lurus.

Menariknya, accelerometer juga dapat mendeteksi pengaruh gravitasi Bumi. Karena itu, sensor ini bukan hanya berguna ketika HP benar-benar bergerak. Saat perangkat diam di atas meja, accelerometer tetap dapat membaca arah gaya gravitasi yang bekerja terhadapnya.

Teknologi yang digunakan pada accelerometer smartphone umumnya berbasis MEMS (Micro-Electro-Mechanical Systems). MEMS memungkinkan komponen mekanis berukuran sangat kecil dibuat di dalam sebuah chip.

Di dalam accelerometer terdapat massa kecil yang terhubung dengan struktur seperti pegas mikroskopis. Ketika HP bergerak atau mengalami perubahan percepatan, massa tersebut mengalami pergeseran relatif terhadap struktur sensor.

Perubahan posisi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi perubahan sinyal listrik. Sistem HP selanjutnya mengolah sinyal tersebut menjadi data mengenai percepatan pada beberapa sumbu.

Dengan kata lain, accelerometer dapat memberikan informasi mengenai bagaimana HP mengalami perubahan gerakan secara linier.

Bagaimana Accelerometer Bekerja?

Bayangkan kamu memegang HP lalu tiba-tiba menggerakkannya ke kanan. Massa kecil di dalam sensor tidak langsung mengikuti gerakan tersebut karena memiliki inersia. Akibatnya, terjadi pergeseran relatif terhadap struktur sensor.

Pergeseran tersebut kemudian dibaca sebagai perubahan percepatan.

Hal yang sama terjadi ketika HP digerakkan ke depan, belakang, atas, atau bawah. Sensor akan mendeteksi perubahan gerakan tersebut pada sumbu yang berbeda.

Kemampuan membaca beberapa arah inilah yang membuat accelerometer dapat digunakan untuk mengetahui orientasi perangkat.

Misalnya, ketika kamu memiringkan HP dari posisi tegak menjadi mendatar, distribusi gaya gravitasi yang terdeteksi sensor ikut berubah. Sistem operasi kemudian menggunakan informasi tersebut untuk memutuskan bahwa layar perlu beralih dari portrait ke landscape.

Baca juga : Prediksi Teknologi yang Akan Booming di 2027

Fungsi Accelerometer di Smartphone

Accelerometer memiliki fungsi yang jauh lebih banyak daripada sekadar mengubah orientasi layar.

1. Rotasi otomatis layar

Ini merupakan salah satu penggunaan paling mudah dilihat. Ketika HP diputar, sensor membaca perubahan orientasinya terhadap gravitasi. Sistem kemudian menyesuaikan tampilan aplikasi.

2. Menghitung langkah kaki

Aplikasi kebugaran dapat memanfaatkan pola perubahan percepatan untuk memperkirakan langkah pengguna. Setiap langkah menghasilkan pola gerakan tertentu yang dapat dikenali oleh perangkat lunak.

Karena itu, HP dapat berfungsi sebagai pedometer tanpa membutuhkan sensor khusus berukuran besar.

3. Mendeteksi jatuh dan guncangan

Perubahan percepatan yang sangat cepat dapat digunakan untuk mendeteksi kejadian tertentu, seperti HP terjatuh atau mengalami benturan.

Fitur ini juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan deteksi gerakan atau aktivitas perangkat.

Apa Itu Gyroscope?

Jika accelerometer berfokus pada gerakan linier, gyroscope atau giroskop berfokus pada rotasi.

Sensor ini mengukur seberapa cepat HP berputar pada berbagai sumbu. Dalam konteks smartphone, gerakan tersebut biasanya direpresentasikan melalui tiga sumbu, yaitu X, Y, dan Z.

Ketiga sumbu tersebut memungkinkan sistem mengetahui berbagai bentuk rotasi, termasuk gerakan yang sering disebut sebagai pitch, roll, dan yaw.

Contohnya, ketika kamu memiringkan bagian atas HP ke depan atau belakang, perangkat mengalami salah satu bentuk rotasi. Ketika HP diputar seperti setir ke kiri dan kanan, terjadi rotasi pada sumbu lainnya.

Gyroscope memungkinkan sistem membaca perubahan tersebut secara lebih langsung dan cepat.

Bagaimana Cara Kerja Gyroscope?

Gyroscope smartphone modern juga umumnya menggunakan teknologi MEMS. Sensor ini memiliki struktur kecil yang dapat bergetar di dalam chip.

Cara kerjanya memanfaatkan prinsip fisika yang dikenal sebagai efek Coriolis.

Ketika struktur yang sedang bergetar mengalami rotasi, muncul gaya sekunder yang menyebabkan perubahan pada pola gerak struktur tersebut. Perubahan ini kemudian dapat dideteksi oleh sensor dan diterjemahkan menjadi data digital.

Dari data tersebut, sistem dapat mengetahui seberapa cepat HP sedang berputar dan ke arah mana rotasi terjadi.

Jadi, jika accelerometer bertanya, "Seberapa besar perangkat mengalami percepatan?", gyroscope lebih berfokus pada pertanyaan, "Seberapa cepat perangkat sedang berputar?"

Perbedaan fokus tersebut menjadi alasan mengapa keduanya sering digunakan secara bersamaan.

Fungsi Gyroscope di HP

Keberadaan gyroscope memberikan banyak manfaat, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan respons terhadap rotasi perangkat secara cepat dan presisi.

1. Kontrol game FPS

Salah satu contoh paling populer adalah game First-Person Shooter atau FPS seperti PUBG Mobile dan Call of Duty Mobile.

Pada game yang mendukung kontrol gyroscope, pemain dapat menggerakkan HP untuk mengarahkan bidikan. Ketika HP digeser atau diputar sedikit, arah kamera di dalam game ikut berubah.

Fitur ini memberikan kontrol yang lebih natural dibandingkan hanya mengandalkan joystick virtual pada layar.

Pemain bahkan dapat melakukan koreksi bidikan kecil dengan menggerakkan perangkat secara perlahan.

2. Menikmati konten 360 derajat

Gyroscope juga membantu ketika pengguna menikmati foto atau video 360 derajat.

Saat HP diarahkan ke suatu sisi, aplikasi dapat membaca perubahan orientasi perangkat dan menyesuaikan bagian gambar yang ditampilkan.

Pengalaman tersebut membuat pengguna seolah-olah sedang melihat sekeliling sebuah lingkungan virtual dengan menggerakkan HP secara langsung.

3. Membantu stabilisasi kamera

Sensor gerak juga dapat berkontribusi terhadap sistem stabilisasi kamera, baik dalam berbagai implementasi yang melibatkan OIS maupun EIS.

Dengan mengetahui adanya gerakan atau rotasi perangkat, sistem dapat melakukan kompensasi terhadap perubahan tersebut sehingga hasil foto atau video berpotensi terlihat lebih stabil.

Accelerometer vs Gyroscope: Apa Bedanya?

Meski keduanya sama-sama disebut sensor gerak, accelerometer dan gyroscope memiliki fungsi utama yang berbeda.

Aspek

Accelerometer

Gyroscope

Fokus

Percepatan linier

Kecepatan rotasi

Gerakan yang diukur

Lurus/linear

Putaran

Gravitasi

Dapat mendeteksi pengaruh gravitasi

Tidak berfokus pada gravitasi

Contoh penggunaan

Rotasi layar, pedometer, deteksi guncangan

Gaming, 360 derajat, stabilisasi

Respons terhadap rotasi

Terbatas jika hanya mengandalkan sensor ini

Sangat baik untuk gerakan rotasi

Perbedaan ini menjadi sangat penting. Accelerometer sendiri tidak selalu dapat menentukan rotasi perangkat dengan baik ketika HP diputar secara aktif tanpa perubahan percepatan linier yang signifikan.

Sebaliknya, gyroscope memang dirancang untuk mendeteksi perubahan rotasi.

Mengapa Keduanya Perlu Bekerja Sama?

Dalam smartphone modern, sistem biasanya tidak harus memilih salah satu sensor. Accelerometer dan gyroscope justru dapat bekerja bersama untuk menghasilkan informasi gerakan yang lebih lengkap.

Bayangkan kamu sedang bermain game. Kamu menggerakkan HP ke kiri sambil sedikit memiringkannya ke depan.

Accelerometer dapat membantu sistem memahami perubahan gerakan dan orientasi berdasarkan percepatan serta gravitasi. Sementara itu, gyroscope dapat memberikan informasi mengenai rotasi perangkat secara cepat.

Data dari kedua sensor kemudian dapat digabungkan menggunakan perangkat lunak sensor fusion. Dengan cara tersebut, sistem bisa mendapatkan estimasi orientasi dan pergerakan yang lebih stabil.

Inilah salah satu alasan pengalaman sensor gerak pada smartphone modern terasa sangat responsif.

Sensor Kecil, Peran Besar

Accelerometer dan gyroscope mungkin bukan komponen yang sering menjadi perhatian ketika seseorang membeli HP. Pengguna biasanya lebih sibuk melihat chipset, kamera, kapasitas baterai, layar, atau RAM.

Namun, kedua sensor ini sebenarnya bekerja di balik layar untuk mendukung banyak pengalaman yang kita anggap biasa.

Ketika layar otomatis berubah posisi, accelerometer berperan. Ketika langkah kaki dihitung, accelerometer kembali digunakan. Ketika kamu mengarahkan senjata di game dengan memiringkan HP, gyroscope menjadi sangat penting. Saat menikmati konten 360 derajat atau menggunakan fitur yang membutuhkan deteksi orientasi secara presisi, keduanya dapat berkolaborasi.

Perkembangan teknologi MEMS juga membuat sensor-sensor tersebut dapat dibuat sangat kecil sehingga bisa dimasukkan ke dalam smartphone tanpa membutuhkan ruang besar.

Pada akhirnya, accelerometer dan gyroscope bukanlah dua sensor yang saling menggantikan, melainkan dua teknologi yang saling melengkapi. Accelerometer unggul dalam membaca percepatan linier dan pengaruh gravitasi, sedangkan gyroscope unggul dalam mendeteksi rotasi.

Kombinasi keduanya membuat HP mampu memahami bagaimana perangkat sedang bergerak di dunia nyata. Dari fitur sederhana seperti rotasi layar hingga pengalaman gaming dan multimedia yang lebih imersif, dua sensor mungil ini menjadi salah satu fondasi penting dari smartphone modern.


Posting Komentar