8 HP Android “Kembaran” iPhone Air, Harganya Mulai Rp 1 Jutaan

Daftar Isi

 

8 HP Android “Kembaran” iPhone Air, Harganya Mulai Rp 1 Jutaan



Apple dikenal sebagai salah satu perusahaan yang cukup berpengaruh dalam menentukan arah desain smartphone. Ketika Apple menghadirkan desain baru, bukan hal aneh jika konsep serupa kemudian muncul pada perangkat Android dari berbagai vendor.

Hal tersebut terlihat pada desain iPhone Air yang membawa pendekatan berbeda dibandingkan desain iPhone sebelumnya. Alih-alih menggunakan modul kamera belakang besar berbentuk kotak atau “boba”, iPhone Air mengusung modul kamera berbentuk pil yang memanjang secara horizontal di bagian atas punggung perangkat.

Modul tersebut terlihat menyatu dengan bodi, meskipun tetap sedikit menonjol dari permukaan belakang. Desain sederhana ini ternyata tidak hanya menjadi ciri khas iPhone Air. Sejumlah produsen smartphone Android juga mulai menghadirkan desain kamera belakang horizontal yang memiliki bentuk memanjang.

Menariknya, HP Android yang menggunakan bahasa desain tersebut datang dari berbagai kelas. Ada perangkat premium dengan harga belasan juta rupiah, tetapi ada pula smartphone murah yang dibanderol sekitar Rp 1 jutaan.

Berikut delapan HP Android yang sekilas memiliki desain mirip iPhone Air, lengkap dengan spesifikasi dan harganya.

1. Vivo V80 Lite 5G

Vivo V80 Lite 5G menjadi salah satu smartphone yang cukup mudah dikaitkan dengan desain iPhone Air. Bagian belakang perangkat menggunakan modul kamera berbentuk oval atau pil yang memanjang secara horizontal di sisi atas bodi.

Meski demikian, terdapat perbedaan pada konfigurasi kameranya. Vivo V80 Lite 5G membawa dua sensor kamera yang ditempatkan berdampingan di sisi kiri modul.

Kamera utamanya memiliki resolusi 50 MP dan menggunakan sensor Sony IMX852. Kamera tersebut ditemani kamera sekunder beresolusi 2 MP yang berfungsi sebagai sensor bokeh.

Dari sisi harga, Vivo V80 Lite 5G RAM 8 GB dengan penyimpanan 128 GB dibanderol 124.990 rupee Pakistan atau sekitar Rp 7,9 juta. Sementara varian 8 GB/256 GB dijual sekitar 145.999 rupee Pakistan atau setara Rp 9,3 juta.

Dengan demikian, Vivo V80 Lite 5G berada di kelas menengah dan bukan termasuk HP Android murah yang hanya mengandalkan tampilan serupa.

2. Sony Xperia 10 VIII

Sony juga mempunyai perangkat yang desainnya sekilas mengingatkan pada iPhone Air melalui Xperia 10 VIII.

Smartphone ini membawa modul kamera belakang yang dibuat memanjang secara horizontal. Tidak hanya modul kameranya, bodi Xperia 10 VIII juga memiliki karakter ramping yang semakin memperkuat kemiripan tersebut.

Sony Xperia 10 VIII menggunakan layar LTPS OLED berukuran 6,1 inci dengan resolusi Full HD Plus. Layar tersebut mendukung refresh rate 120 Hz sehingga animasi dan perpindahan tampilan dapat terlihat lebih mulus.

Menariknya, desain bagian depan ponsel ini juga cukup berbeda. Xperia 10 VIII tidak menggunakan poni maupun punch hole untuk kamera depan.

Untuk mendukung penggunaan sehari-hari, Sony membekali perangkat dengan baterai 5.000 mAh. Sony bahkan menjanjikan daya tahan hingga dua hari dalam sekali pengisian dalam kondisi penggunaan tertentu.

Sony Xperia 10 VIII dipasarkan dengan harga 599 euro atau sekitar Rp 12,3 juta. Harganya tentu berada jauh di atas sejumlah HP Android lain dalam daftar ini.

Baca juga : Kuota Internet Tak Boleh Lagi Hangus, Ini 7 Poin Penting Aturan Baru Komdigi

3. Tecno Spark 50 5G

Kalau mencari HP yang tampilannya mirip iPhone Air tetapi harganya jauh lebih murah, Tecno Spark 50 5G menjadi salah satu contohnya.

Smartphone yang diperkenalkan di pasar India ini menggunakan modul kamera belakang berbentuk horizontal dan memanjang di bagian atas bodi. Bentuk tersebut sekilas menyerupai konsep modul kamera pada iPhone Air.

Namun, konfigurasi kameranya lebih sederhana. Tecno Spark 50 5G hanya memiliki satu kamera belakang utama dengan resolusi 50 MP yang ditemani lampu LED flash.

Layarnya berukuran cukup besar, yaitu 6,78 inci dengan resolusi HD Plus. Panel tersebut mendukung refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan maksimal hingga 560 nits.

Di India, Tecno Spark 50 5G dibanderol mulai 16.999 rupee atau sekitar Rp 3 jutaan untuk varian RAM 4 GB/128 GB. Varian RAM 6 GB/128 GB dijual sekitar 18.999 rupee atau Rp 3,4 jutaan.

Ini menunjukkan bagaimana desain yang terinspirasi tren smartphone premium bisa dibawa ke perangkat dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

4. Honor Magic8 Pro Air

Honor Magic8 Pro Air bahkan disebut sebagai salah satu “kembaran” iPhone Air karena kombinasi bodi tipis dan modul kamera belakang horizontalnya.

Smartphone ini diperkenalkan di China pada Januari 2026. Ketebalannya hanya sekitar 6,1 mm dengan bobot 155 gram.

Sebagai pembanding, iPhone Air memiliki ketebalan sekitar 5,6 mm dengan bobot 165 gram. Artinya, Honor Magic8 Pro Air memang menawarkan bodi yang sangat tipis meskipun tidak sepenuhnya identik dengan iPhone Air.

Dari sisi harga, Honor Magic8 Pro Air dipasarkan mulai 4.999 yuan atau sekitar Rp 12,1 juta.

Harga tersebut memang masih tergolong mahal dibandingkan mayoritas HP Android dalam daftar ini. Namun, jika dibandingkan dengan harga iPhone Air yang berada di kisaran Rp 21 jutaan, selisihnya tetap sangat besar.

5. Tecno Pova Slim

Tecno kembali masuk dalam daftar melalui Pova Slim. Sesuai namanya, salah satu daya tarik utama perangkat ini adalah desain bodinya yang ramping.

Tecno Pova Slim memiliki ketebalan sekitar 5,95 mm. Bagian belakangnya menggunakan modul kamera berbentuk kapsul horizontal yang membentang di sisi atas perangkat.

Modul tersebut menampung dua kamera. Kamera utamanya mempunyai resolusi 50 MP, sedangkan lampu LED flash ditempatkan di bagian tengah modul.

Bahasa desain seperti ini membuat Pova Slim sekilas terlihat seperti smartphone yang memiliki hubungan dengan konsep desain iPhone Air, terutama jika dilihat dari bagian belakang.

Untuk harganya, Tecno Pova Slim dijual sekitar 19.999 rupee atau setara Rp 3,6 jutaan.

Dengan harga tersebut, Pova Slim menjadi contoh menarik bahwa bodi tipis dan desain kamera horizontal tidak selalu identik dengan smartphone premium.

6. Nubia Air

Nubia Air juga membawa kombinasi bodi tipis dan modul kamera horizontal yang membuatnya terlihat mirip iPhone Air.

Perangkat ini memiliki ketebalan sekitar 6,7 mm. Pada bagian tertentu, titik tertipisnya disebut mencapai 5,9 mm pada rangka tengah atau midframe.

Di bagian belakang, Nubia Air menggunakan modul kamera berbentuk pil yang memanjang secara horizontal.

Namun, konfigurasi kameranya lebih ramai. Nubia Air dibekali tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 50 MP, kamera depth 4 MP, dan lensa tambahan 0,08 MP.

Nubia Air dipasarkan di Eropa dengan harga sekitar 250 euro atau Rp 4,8 jutaan.

Jika dibandingkan dengan iPhone Air yang harganya berada di kisaran Rp 21 jutaan, Nubia Air menawarkan konsep tampilan yang serupa dengan harga yang jauh lebih rendah.

7. Tecno Spark Go 5G

Tecno Spark Go 5G menjadi salah satu perangkat paling murah dalam daftar ini.

Smartphone tersebut memiliki modul kamera belakang horizontal yang memanjang di bagian atas bodi. Modul tersebut memuat kamera utama 50 MP dan satu lensa sekunder yang pada dasarnya tidak mempunyai fungsi kamera utama.

Lensa tambahan tersebut lebih ditujukan sebagai elemen desain atau gimmick agar tampilan belakang terlihat seperti memiliki lebih dari satu kamera.

Meski berada di kelas terjangkau, Spark Go 5G membawa baterai berkapasitas besar, yakni 6.000 mAh. Pengisian dayanya mendukung daya 18 watt.

Untuk varian RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB, Tecno Spark Go 5G dibanderol 9.999 rupee atau sekitar Rp 1,8 jutaan.

Inilah salah satu contoh paling jelas bahwa desain ala smartphone premium kini bisa ditemukan pada HP dengan harga kurang dari Rp 2 juta.

8. Realme 16 5G

Realme juga tidak mau ketinggalan tren desain tersebut melalui Realme 16 5G.

Smartphone ini memiliki modul kamera belakang yang memanjang secara horizontal di bagian atas punggung. Secara visual, bentuk tersebut mengingatkan pada pendekatan desain iPhone Air.

Namun, Realme menawarkan keunggulan tersendiri pada sektor kamera. Realme 16 5G memiliki konfigurasi kamera dengan kamera utama 50 MP dan kamera selfie 50 MP.

Kamera belakangnya menggunakan sensor Sony IMX852 dan didukung teknologi LumaColor Image. Realme mengklaim Realme 16 Series 5G menjadi lini pertama mereka yang menggunakan teknologi kamera tersebut.

Perangkat ini telah dirilis di Indonesia pada Maret 2026. Ketika pertama kali meluncur, Realme 16 5G dibanderol Rp 5.499.000 untuk varian RAM 8 GB/256 GB dan Rp 5.999.000 untuk model RAM 12 GB/256 GB.

Tren Desain Smartphone Makin Mirip

Kemunculan delapan HP tersebut memperlihatkan satu hal menarik dalam industri smartphone: desain yang awalnya menjadi identitas perangkat premium dapat dengan cepat menyebar ke berbagai segmen harga.

Modul kamera horizontal berbentuk pil atau kapsul memiliki keuntungan tersendiri dari sisi visual. Bentuknya dapat membuat bagian belakang smartphone terlihat lebih sederhana dibandingkan modul kamera kotak berukuran besar.

Namun, kemiripan desain tidak berarti spesifikasi maupun pengalaman penggunaan perangkat tersebut sama. Vivo, Sony, Honor, Tecno, Nubia, dan Realme tetap memiliki pendekatan masing-masing dalam hal kamera, layar, baterai, performa, dan harga.

Perbedaan harga juga sangat ekstrem. Dalam daftar ini, ada Tecno Spark Go 5G yang harganya sekitar Rp 1,8 jutaan, sementara Sony Xperia 10 VIII berada di kisaran Rp 12,3 juta. Honor Magic8 Pro Air juga mencapai sekitar Rp 12,1 juta.

Sementara itu, iPhone Air yang menjadi inspirasi desain tersebut berada di kisaran Rp 21 jutaan.

Jadi, konsumen sebenarnya tidak perlu mengeluarkan puluhan juta rupiah hanya untuk mendapatkan smartphone dengan bahasa desain yang sekilas mengingatkan pada iPhone Air.

Kesimpulan

Tren smartphone “kembaran” iPhone Air menunjukkan bahwa desain ponsel semakin cepat menyebar dari satu kelas ke kelas lainnya.

Mulai dari Vivo V80 Lite 5G, Sony Xperia 10 VIII, Tecno Spark 50 5G, Honor Magic8 Pro Air, Tecno Pova Slim, Nubia Air, Tecno Spark Go 5G, hingga Realme 16 5G, semuanya memiliki elemen desain yang sekilas mengingatkan pada iPhone Air, terutama melalui penggunaan modul kamera belakang horizontal yang memanjang.

Yang membuat tren ini semakin menarik adalah rentang harganya. Konsumen dengan anggaran sekitar Rp 1 jutaan pun sudah dapat menemukan HP Android dengan desain yang memiliki nuansa serupa.

Meski begitu, jangan hanya memilih smartphone berdasarkan kemiripan tampilan. Desain hanyalah salah satu bagian dari sebuah perangkat. Spesifikasi kamera, kualitas layar, performa, kapasitas baterai, dukungan software, hingga harga harus tetap menjadi pertimbangan utama.

Pada akhirnya, tren ini memperlihatkan bahwa desain smartphone premium tidak lagi eksklusif. Ketika sebuah bahasa desain dianggap menarik oleh pasar, produsen Android dapat menghadirkannya dalam berbagai bentuk dan rentang harga, membuat konsumen punya semakin banyak pilihan.

Posting Komentar