7 Game PlayStation Paling Fenomenal yang Berusia 10 Tahun di 2026
7 Game PlayStation Paling Fenomenal yang Berusia 10 Tahun di 2026
Tahun 2016 menjadi salah satu periode yang menarik bagi ekosistem PlayStation. Saat itu, PlayStation 4 masih berada dalam masa kejayaannya setelah dirilis pada 2013 dan terus mendapatkan berbagai game baru. Di sisi lain, PlayStation Vita juga masih aktif di pasaran, sementara PlayStation 3 tetap memperoleh sejumlah rilisan, terutama untuk pasar Jepang.
Sepuluh tahun kemudian, beberapa game yang hadir pada 2016 kini genap berusia satu dekade. Menariknya, sejumlah judul tersebut masih sering dikenang karena punya karakteristik dan pengalaman bermain yang kuat, bahkan beberapa di antaranya terus mendapatkan perhatian hingga bertahun-tahun setelah dirilis.
Mulai dari petualangan Nathan Drake, aksi penuh humor Ratchet & Clank, perjalanan emosional bersama makhluk raksasa di The Last Guardian, hingga kebangkitan No Man's Sky, berikut tujuh game PlayStation yang berusia 10 tahun pada 2026.
1. Uncharted 4: A Thief's End
Bagi penggemar seri Uncharted, Uncharted 4: A Thief's End menjadi salah satu game yang paling berkesan karena diposisikan sebagai penutup perjalanan Nathan Drake sebagai karakter utama.
Walaupun setelahnya hadir Uncharted: The Lost Legacy, game spin-off tersebut tidak menghadirkan Nathan Drake sebagai karakter utama. Karena itu, Uncharted 4 tetap dianggap sebagai akhir dari kisah utama Nathan.
Game ini awalnya dirilis sebagai judul eksklusif PlayStation 4. Seiring waktu, Uncharted 4 juga hadir di PlayStation 5 dan PC sehingga jangkauannya menjadi lebih luas.
Sebagai sebuah game yang membawa label "A Thief's End", Naughty Dog memberikan banyak hal yang diharapkan dari sebuah cerita penutup. Pemain mendapatkan adegan aksi yang bombastis, perjalanan yang terasa emosional, cerita yang lebih hangat, serta mekanisme tembak-menembak yang tetap solid.
Perpaduan antara eksplorasi, puzzle, aksi dan cerita membuat Uncharted 4 terasa seperti sebuah perjalanan panjang yang memang dirancang untuk menutup kisah Nathan Drake.
2. Ratchet & Clank
Ratchet & Clank versi 2016 merupakan sebuah reboot yang dibuat untuk mendampingi film adaptasi dengan judul yang sama. Meski berstatus reboot, game ini tetap mempertahankan berbagai elemen khas yang membuat seri Ratchet & Clank dikenal.
Salah satu daya tarik utamanya adalah visual. Untuk game yang pertama kali hadir di PS4 pada 2016, tampilannya masih terlihat menarik dan penuh warna.
Gameplay-nya juga tetap menawarkan formula khas seri tersebut. Pemain dapat menggunakan berbagai senjata kreatif dengan fungsi dan gaya serangan yang berbeda. Senjata-senjata tersebut menjadi salah satu bagian paling menyenangkan karena tidak hanya mengandalkan senjata api konvensional.
Humornya juga dibuat cukup ramah untuk anak-anak, tetapi bukan berarti pemain dewasa tidak bisa menikmatinya. Selain itu, elemen platforming menjadi bagian penting dalam permainan dan dieksekusi dengan cukup baik.
Dengan kombinasi visual menarik, humor, aksi dan platforming, Ratchet & Clank 2016 menjadi salah satu reboot yang mampu mempertahankan identitas seri aslinya.
Baca juga : Cara Mudah Cek Jangkauan Area 5G Indosat Ooredoo Terbaru 2026
3. The Last Guardian
The Last Guardian punya sejarah pengembangan yang cukup panjang. Game ini pertama kali diumumkan pada 2009 sebagai proyek untuk PlayStation 3. Saat itu, game tersebut dikembangkan oleh genDESIGN dan menjadi proyek ketiga setelah Ico dan Shadow of the Colossus.
Namun, proses pengembangannya mengalami berbagai kendala dan berlangsung cukup lama. Setelah bertahun-tahun, The Last Guardian akhirnya dirilis secara eksklusif untuk PlayStation 4 pada 2016.
Game ini memiliki premis yang cukup unik. Pemain mengikuti seorang anak laki-laki yang bertemu dan kemudian membangun hubungan dengan makhluk raksasa bernama Trico di sebuah reruntuhan kuno.
Untuk melarikan diri dari tempat tersebut, sang anak tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia harus bekerja sama dengan Trico untuk melewati berbagai rintangan dan memecahkan puzzle.
Hubungan antara anak dan makhluk raksasa tersebut menjadi salah satu elemen paling penting. The Last Guardian tidak hanya menawarkan puzzle dan eksplorasi, tetapi juga mencoba membangun ikatan emosional antara pemain dengan karakter yang ditemuinya.
4. Final Fantasy XV
Final Fantasy XV mungkin menjadi salah satu game dengan perjalanan pengembangan paling panjang dalam daftar ini. Game tersebut awalnya diumumkan pada 2006 dengan nama Final Fantasy Versus XIII.
Setelah bertahun-tahun mengalami perubahan dan berbagai masalah pengembangan, proyek tersebut akhirnya berubah menjadi bagian dari seri utama Final Fantasy dan dirilis sebagai Final Fantasy XV.
Salah satu perubahan terbesar yang dibawa adalah sistem pertarungan. Jika beberapa game Final Fantasy sebelumnya sangat identik dengan sistem pertarungan berbasis giliran, Final Fantasy XV lebih menonjolkan combat real-time.
Pemain mengendalikan Noctis, karakter yang memiliki gaya bertarung cepat dan agresif. Sistem combat real-time membuat pemain bisa bergerak, menyerang, berpindah posisi dan menggunakan berbagai kemampuan secara langsung.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu identitas penting Final Fantasy XV. Game ini juga tetap membawa unsur perjalanan, eksplorasi dan hubungan antarkarakter yang menjadi bagian penting dari pengalaman bermain.
5. Street Fighter V
Street Fighter V memiliki cerita yang cukup berbeda dibanding game lain dalam daftar ini. Jika sebagian besar judul di atas mendapatkan respons positif sejak awal, Street Fighter V justru mengalami masalah ketika pertama kali dirilis.
Game fighting tersebut hadir untuk PlayStation 4 dan PC. Salah satu kritik terbesar saat peluncuran adalah minimnya konten yang tersedia. Bahkan, mode cerita yang menjadi salah satu fitur penting bagi banyak pemain belum memberikan pengalaman yang memuaskan pada versi awal.
Meski demikian, satu hal yang sulit dibantah adalah kualitas combat-nya. Sebagai game fighting kompetitif, Street Fighter V tetap memiliki fondasi pertarungan yang kuat.
Capcom kemudian terus memberikan pembaruan dan konten tambahan. Perlahan, kondisi game tersebut membaik dan pengalaman yang ditawarkan menjadi jauh lebih lengkap dibanding ketika pertama kali diluncurkan.
Perjalanan Street Fighter V menunjukkan bahwa sebuah game tidak selalu berakhir pada kondisi saat pertama kali dirilis. Dukungan jangka panjang dari pengembang juga dapat mengubah pengalaman bermain secara signifikan.
6. No Man's Sky
No Man's Sky menjadi salah satu contoh paling terkenal mengenai game yang mengalami perjalanan panjang setelah peluncuran.
Ketika pertama kali dirilis, game ini mendapatkan banyak kritik karena pengalaman yang diberikan dianggap jauh dari berbagai ekspektasi sebelum peluncuran. Salah satu masalah yang paling banyak dibicarakan adalah minimnya fitur multiplayer serta gameplay yang terasa kurang memiliki arah dan tujuan jelas.
Secara teknis, performanya di PS4 tergolong berjalan dengan baik. Namun, persoalan utama justru terletak pada konten dan pengalaman yang dirasakan pemain.
Hal yang membuat No Man's Sky berbeda adalah keputusan Hello Games untuk tidak meninggalkan gamenya begitu saja. Pengembang terus menghadirkan pembaruan besar selama bertahun-tahun.
Perlahan, No Man's Sky berkembang menjadi game yang jauh lebih besar dibanding versi awalnya. Perjalanan panjang tersebut bahkan membawa game ini hingga mendapatkan penghargaan Best Ongoing Game di The Game Awards 2025.
Karena itu, No Man's Sky sering menjadi contoh bahwa sebuah game yang mendapatkan kritik keras ketika dirilis masih dapat berkembang apabila pengembang terus memberikan dukungan.
7. Alienation
Alienation merupakan game shooter top-down buatan Housemarque. Dibandingkan sejumlah game Housemarque lainnya, Alienation terasa lebih kuat dalam elemen RPG.
Pemain akan menjalankan berbagai misi sambil mengumpulkan loot untuk memperkuat karakter. Item yang dapat diperoleh mencakup armor, senjata dan berbagai perlengkapan lainnya.
Formula tersebut membuat pemain tidak hanya berfokus pada menembak musuh, tetapi juga memikirkan perkembangan karakter dan perlengkapan yang digunakan.
Seperti game Housemarque lainnya yang mengusung elemen bullet-hell, Alienation juga bukan game yang mudah, terutama ketika dimainkan sendirian. Musuh dapat datang dari berbagai arah dan pemain harus bergerak cepat sambil menghindari serangan.
Namun, tingkat kesulitan tersebut justru bisa menjadi lebih menyenangkan ketika dimainkan bersama teman. Alienation mendukung mode co-op sehingga pemain dapat bekerja sama menghadapi berbagai misi dan gelombang musuh.
Walaupun tidak sebesar beberapa nama lain dalam daftar ini, Alienation tetap menjadi salah satu game PS4 yang menarik bagi pemain yang menyukai kombinasi shooter, loot dan elemen RPG.
2016 Jadi Tahun yang Berkesan untuk PlayStation
Jika melihat kembali jajaran game yang dirilis pada 2016, terlihat bahwa PlayStation mendapatkan cukup banyak judul dengan karakteristik berbeda.
Uncharted 4 menawarkan penutup perjalanan Nathan Drake yang emosional dan penuh aksi. Ratchet & Clank menghadirkan reboot penuh warna dengan humor dan gameplay khas. The Last Guardian menawarkan hubungan emosional antara manusia dan makhluk raksasa.
Di sisi lain, Final Fantasy XV mencoba membawa sistem combat real-time ke seri utama Final Fantasy. Street Fighter V memperlihatkan bagaimana sebuah game dapat berkembang melalui dukungan pascarilis, sementara No Man's Sky menjadi contoh ekstrem mengenai proses perbaikan game selama bertahun-tahun.
Alienation sendiri menawarkan pengalaman shooter top-down yang lebih menantang dan terasa semakin seru ketika dimainkan bersama teman.
Sepuluh tahun setelah dirilis, usia tidak selalu membuat sebuah game kehilangan daya tarik. Beberapa judul justru tetap dikenang karena menawarkan pengalaman yang sulit digantikan. Dari ketujuh game tersebut, mana yang paling berkesan buat kamu?

Posting Komentar