6 Game Metroidvania yang Bisa Tamat Kurang dari 10 Jam, Cocok untuk Petualangan Singkat
6 Game Metroidvania yang Bisa Tamat Kurang dari 10 Jam, Cocok untuk Petualangan Singkat
Genre Metroidvania dikenal dengan ciri khas dunia yang saling terhubung, kemampuan karakter yang terus berkembang, serta berbagai rahasia yang baru bisa ditemukan setelah pemain mendapatkan skill tertentu. Formula tersebut membuat eksplorasi terasa memuaskan karena sebuah area yang sebelumnya terlihat tidak bisa dilewati mungkin ternyata menyimpan jalan rahasia yang baru dapat diakses beberapa jam kemudian.
Namun, ada satu hal yang terkadang membuat pemain berpikir dua kali untuk memainkan game Metroidvania, yaitu durasinya. Beberapa judul terkenal dalam genre ini dapat membutuhkan waktu puluhan jam, terutama jika pemain ingin menemukan berbagai rahasia dan menyelesaikan seluruh konten yang tersedia.
Untungnya, tidak semua game Metroidvania membutuhkan komitmen waktu sebesar itu. Ada sejumlah judul yang menawarkan petualangan lebih singkat dengan durasi utama kurang dari atau berada di sekitar 10 jam. Meski lebih ringkas, game-game tersebut tetap mempertahankan elemen penting seperti eksplorasi, kemampuan baru, area tersembunyi, platforming, hingga pertarungan.
Buat kamu yang ingin memainkan game Metroidvania tanpa harus menghabiskan waktu berminggu-minggu, berikut enam judul yang menarik untuk dicoba.
1. Castlevania: Symphony of the Night
Kalau membicarakan genre Metroidvania, rasanya kurang lengkap tanpa menyebut Castlevania: Symphony of the Night. Game garapan Konami ini merupakan salah satu fondasi penting yang membantu membentuk formula Metroidvania seperti yang dikenal pemain saat ini.
Dalam game ini, pemain mengendalikan Alucard, putra Dracula, yang harus menjelajahi kastel penuh misteri. Kastel tersebut bukan sekadar kumpulan ruangan yang harus dilewati secara linear. Berbagai area saling terhubung dan menyimpan banyak rahasia yang mendorong pemain untuk terus mengeksplorasi.
Alucard juga mendapatkan berbagai kemampuan dan perlengkapan baru selama perjalanan. Kemampuan tersebut kemudian membuka akses menuju area yang sebelumnya tidak dapat dijangkau.
Jika hanya berfokus pada cerita utama, Symphony of the Night dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 jam. Namun, durasinya bisa meningkat jauh apabila pemain mulai mengejar seluruh rahasia, item, area tersembunyi, serta konten tambahan.
Kombinasi desain kastel yang saling terhubung, sistem perkembangan karakter, pertarungan bos, dan visual bergaya piksel membuat game ini tetap menarik meskipun sudah berusia cukup lama.
Jadi, durasi singkat bukan berarti pengalaman yang dangkal. Symphony of the Night justru memberikan ruang bagi pemain untuk menentukan sendiri seberapa dalam mereka ingin menjelajahi kastel Dracula.
2. Shinobi: Art of Vengeance
Berbeda dari Symphony of the Night yang sangat identik dengan formula Metroidvania, Shinobi: Art of Vengeance lebih menonjolkan aksi cepat sebagai fondasi utamanya.
Pemain berperan sebagai seorang ninja yang harus menghadapi berbagai musuh menggunakan kombinasi serangan, gerakan akrobatik, serta kemampuan khusus. Pertarungannya memiliki tempo cepat dan mendorong pemain untuk tidak sekadar mengalahkan musuh dengan cara paling aman.
Sistem combo menjadi salah satu bagian penting dalam permainan. Pemain didorong untuk memanfaatkan berbagai serangan dan kemampuan secara agresif sehingga pertarungan terasa lebih stylish.
Elemen Metroidvania muncul melalui struktur level dan kemampuan yang diperoleh sepanjang perjalanan. Setelah mendapatkan alat atau skill tertentu, pemain dapat kembali ke area sebelumnya untuk mencari jalan tersembunyi, peningkatan kemampuan, atau rahasia yang sebelumnya tidak bisa dijangkau.
Dengan demikian, Shinobi: Art of Vengeance mungkin tidak terasa seperti Metroidvania tradisional sepanjang waktu. Game ini lebih tepat disebut sebagai game aksi yang menggunakan elemen eksplorasi Metroidvania untuk memperkaya desain levelnya.
Pendekatan tersebut membuat pengalamannya terasa lebih padat. Pemain tetap mendapatkan sensasi membuka area baru dan menemukan rahasia tanpa harus berkomitmen memainkan game selama puluhan jam.
Baca juga : Siri AI vs Gemini 3.8 Live: Ini Perbedaan Fitur, Cara Kerja, dan Ekosistemnya
3. Metroid: Zero Mission
Metroid: Zero Mission merupakan remake dari game Metroid pertama dan menjadi salah satu pilihan menarik bagi pemain yang ingin merasakan formula klasik Metroid dengan pengalaman yang lebih mudah diakses.
Game ini membawa pemain kembali ke planet Zebes bersama Samus Aran. Sebagai seorang bounty hunter, Samus harus menjelajahi lingkungan yang penuh musuh, memperoleh kemampuan baru, serta menemukan jalan menuju area-area yang sebelumnya belum dapat dijangkau.
Salah satu kekuatan Zero Mission adalah bagaimana game ini mempertahankan unsur eksplorasi sambil membuat pengalaman bermainnya lebih terarah dibandingkan game Metroid original.
Pemain tetap diberikan kebebasan untuk mencari berbagai rahasia, tetapi tidak harus terus-menerus merasa tersesat untuk memahami ke mana harus pergi selanjutnya.
Kontrol Samus juga terasa responsif. Kemampuan menembak, melompat, bergerak, dan menggunakan berbagai perlengkapan menjadi bagian penting dalam eksplorasi.
Durasi yang relatif singkat membuat Zero Mission cocok bagi pemain yang ingin memahami akar genre Metroidvania tanpa harus menghabiskan waktu terlalu lama.
Menariknya, meskipun kampanye utamanya ringkas, desain level tetap memberikan alasan untuk kembali menjelajahi area sebelumnya dan mencari berbagai rahasia yang terlewat.
4. Greak: Memories of Azur
Kalau kamu mencari Metroidvania dengan pendekatan yang lebih berbeda, Greak: Memories of Azur bisa menjadi pilihan menarik.
Game ini tidak hanya mengandalkan satu karakter. Pemain dapat mengendalikan tiga karakter dengan kemampuan, ukuran tubuh, dan fungsi yang berbeda.
Perbedaan kemampuan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari gameplay. Pemain harus berganti karakter untuk menyelesaikan puzzle, menghadapi musuh, membuka jalur baru, dan melanjutkan perjalanan.
Mekanisme tersebut membuat eksplorasi terasa berbeda dibandingkan Metroidvania konvensional. Alih-alih hanya mengandalkan satu karakter yang terus mendapatkan skill baru, pemain harus memahami kelebihan masing-masing anggota kelompok.
Dari sisi visual, Greak: Memories of Azur juga mempunyai daya tarik tersendiri. Game ini menggunakan animasi 2D yang terlihat modern, dunia penuh warna, serta desain karakter yang ekspresif.
Cerita yang dibawakan juga memiliki sisi emosional karena berkaitan dengan keluarga dan perjuangan bertahan hidup dalam situasi yang sulit.
Hasilnya adalah sebuah petualangan yang tidak terlalu panjang tetapi tetap terasa lengkap. Pemain mendapatkan eksplorasi, puzzle, pertarungan, dan cerita dalam satu paket tanpa harus menyediakan puluhan jam waktu bermain.
5. Crypt Custodian
Crypt Custodian punya salah satu premis paling unik dalam daftar ini.
Alih-alih memainkan karakter pahlawan dengan tugas menyelamatkan dunia, pemain berperan sebagai karakter yang harus membersihkan alam baka menggunakan sapu.
Premis tersebut tidak hanya menjadi gimmick. Konsep membersihkan alam baka diterapkan ke berbagai bagian permainan, termasuk dunia, desain level, dan mekanisme gameplay.
Crypt Custodian menawarkan eksplorasi dengan struktur yang cukup dekat dengan formula Metroidvania tradisional. Pemain akan menemukan area yang belum dapat diakses, kemudian memperoleh kemampuan baru yang memungkinkan mereka kembali ke lokasi sebelumnya untuk membuka jalur atau menemukan rahasia.
Dunia dalam game ini juga dibuat menarik untuk dijelajahi. Visualnya memiliki gaya yang menyenangkan, sementara desain area memberikan cukup banyak alasan bagi pemain untuk memperhatikan lingkungan sekitar.
Gameplay-nya tidak berusaha menjadi terlalu rumit. Justru kesederhanaan tersebut menjadi salah satu daya tariknya.
Buat pemain yang ingin memainkan Metroidvania dengan mekanisme yang mudah dipahami tetapi tetap memberikan kepuasan ketika menemukan area baru, Crypt Custodian bisa menjadi pilihan yang menarik.
6. Constance
Constance menawarkan pendekatan yang cukup berbeda dibandingkan judul lain dalam daftar ini.
Game tersebut menggunakan genre Metroidvania sebagai sarana untuk menyampaikan tema yang lebih personal. Ceritanya berkaitan dengan proses kreatif, tekanan, kelelahan, serta berbagai persoalan yang dapat dialami seseorang dalam mengejar sesuatu yang dianggap penting.
Karena itu, Constance tidak hanya mengandalkan pertarungan melawan musuh atau bos sebagai daya tarik utama.
Platforming justru menjadi salah satu elemen yang sangat menonjol. Karakter dapat bergerak dengan lincah melewati berbagai rintangan, sementara dunia yang dirancang dengan gaya visual khas membantu memperkuat identitas game.
Pendekatan tersebut membuat Constance terasa berbeda dari Metroidvania yang lebih konvensional.
Pemain yang terbiasa dengan game yang menjadikan eksplorasi dan pertarungan sebagai fokus utama mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian. Namun, justru keberanian Constance untuk membawa tema personal ke dalam gameplay membuatnya menarik untuk dicoba.
Game ini cocok bagi pemain yang ingin mendapatkan pengalaman Metroidvania yang tidak hanya menawarkan tantangan mekanis, tetapi juga memiliki gagasan dan pesan yang ingin disampaikan.
Metroidvania Singkat Bukan Berarti Kurang Memuaskan
Salah satu kesalahpahaman mengenai game Metroidvania adalah anggapan bahwa pengalaman yang bagus harus selalu memiliki durasi panjang.
Padahal, enam game di atas menunjukkan bahwa petualangan singkat tetap bisa memberikan pengalaman yang berkesan.
Castlevania: Symphony of the Night menawarkan formula klasik yang menjadi fondasi genre. Shinobi: Art of Vengeance menggabungkan aksi cepat dengan elemen eksplorasi. Metroid: Zero Mission menghadirkan pengalaman Metroid klasik yang lebih terarah.
Sementara itu, Greak: Memories of Azur menawarkan mekanisme tiga karakter, Crypt Custodian menghadirkan formula Metroidvania dengan premis yang unik, dan Constance mencoba membawa tema personal ke dalam genre tersebut.
Durasi yang lebih singkat juga bisa menjadi keuntungan bagi pemain dengan waktu luang terbatas. Tidak semua orang memiliki waktu untuk menyelesaikan game yang membutuhkan puluhan atau bahkan ratusan jam.
Dengan petualangan yang lebih padat, pemain bisa menikmati proses eksplorasi, mendapatkan kemampuan baru, menemukan rahasia, menghadapi tantangan, dan akhirnya menyelesaikan perjalanan tanpa merasa memiliki pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai.
Jadi, kalau kamu sedang mencari game Metroidvania yang bisa dimainkan dalam waktu relatif singkat, keenam judul tersebut layak masuk daftar pertimbangan. Tinggal pilih apakah kamu lebih tertarik dengan aksi cepat, eksplorasi klasik, puzzle, cerita emosional, atau pengalaman dengan tema yang lebih personal.

Posting Komentar