6 Fitur iPhone Duo yang Mirip HP Android, Apa Saja?
6 Fitur iPhone Duo yang Mirip HP Android, Apa Saja?
Apple akhirnya masuk ke pasar ponsel lipat melalui iPhone Duo yang dirilis pada 9 September 2026. Kehadiran perangkat ini menjadi salah satu langkah besar Apple karena iPhone Duo merupakan ponsel lipat pertama yang menggunakan sistem operasi dan ekosistem khas Apple.
Sebagai perangkat generasi pertama, iPhone Duo tentu membawa sejumlah fitur baru. Mulai dari kamera depan punch hole, desain layar lipat, perubahan tampilan status bar, hingga penggunaan chipset Apple A20 Pro yang diklaim menawarkan performa tinggi.
Namun, kalau diperhatikan lebih jauh, tidak semua fitur iPhone Duo benar-benar baru di dunia smartphone. Sejumlah teknologi yang dibawa Apple ternyata sudah lebih dulu hadir pada HP Android.
Beberapa di antaranya bahkan sudah digunakan selama bertahun-tahun. Ada fingerprint di tombol power, kamera bawah layar, dukungan stylus, multitasking dua aplikasi, lapisan anti-reflektif, hingga fitur khusus untuk membantu mengambil foto anak.
Meski begitu, Apple tetap memiliki pendekatan sendiri dalam mengimplementasikan fitur-fitur tersebut. Jadi, meskipun konsepnya mirip, pengalaman pengguna dan cara kerjanya belum tentu benar-benar sama.
Lantas, apa saja fitur iPhone Duo yang mirip HP Android? Berikut enam di antaranya.
1. Fingerprint di Tombol Power
Salah satu perubahan paling menarik pada iPhone Duo adalah absennya Face ID. Apple menggantinya dengan sensor fingerprint yang ditempatkan pada Side Button atau tombol daya.
Penempatan sensor biometrik seperti ini sebenarnya sudah sangat umum di dunia Android. Bahkan, fingerprint yang menyatu dengan tombol power telah digunakan pada banyak HP Android, terutama perangkat entry level dan sejumlah perangkat kelas menengah.
Pada HP Android kelas menengah dan flagship, sensor fingerprint biasanya menggunakan teknologi in-display fingerprint. Sensor tersebut ditempatkan di bawah permukaan layar sehingga pengguna cukup menyentuh area tertentu pada layar untuk membuka perangkat.
iPhone Duo memilih pendekatan berbeda dengan menempatkan sensor fingerprint pada tombol samping. Secara penggunaan, cara ini dapat membuat proses membuka perangkat menjadi lebih praktis karena jari pengguna secara alami berada di sekitar tombol ketika memegang ponsel.
Menariknya, keputusan Apple untuk menggunakan fingerprint juga menunjukkan bahwa desain ponsel lipat dapat memengaruhi cara sistem biometrik digunakan. Pada perangkat dengan layar yang dapat dilipat, penempatan sensor pada tombol samping dapat menjadi pilihan yang lebih praktis dibandingkan mengandalkan sensor di layar.
2. Under Display Camera
Teknologi berikutnya adalah under display camera atau UDC. Sesuai namanya, teknologi ini memungkinkan kamera ditempatkan di bawah layar sehingga tidak membutuhkan notch maupun lubang kamera yang terlihat jelas.
Android sudah lebih dahulu menggunakan teknologi ini. UDC telah hadir sejak sekitar 2020 dan masih digunakan pada beberapa smartphone modern, termasuk REDMAGIC 11 Pro.
Apple menghadirkan teknologi serupa pada iPhone Duo melalui kamera FaceTime yang berada di bawah layar. Namun, pendekatan Apple mempunyai batasan tersendiri.
Apple tidak mengungkapkan resolusi kamera FaceTime tersebut. Kamera ini juga lebih difokuskan untuk kebutuhan video call atau FaceTime. Kemampuan perekamannya berada pada resolusi 1080p dengan pilihan 30 FPS dan 60 FPS.
Karena kualitasnya tidak ditujukan untuk menjadi kamera utama fotografi, Apple menyarankan penggunaan kamera lain ketika pengguna ingin mengambil foto atau video dengan kualitas lebih tinggi.
Pengguna dapat memanfaatkan kamera belakang atau kamera selfie yang terdapat pada layar luar iPhone Duo.
Dengan begitu, UDC pada iPhone Duo bukan sekadar cara untuk menghilangkan lubang kamera dari layar. Apple juga tampaknya menempatkannya sebagai kamera khusus untuk kebutuhan komunikasi video.
Baca juga : Apple A20 Pro vs Snapdragon 8 Elite Gen 5, Pertarungan Sengit Chipset HP Kelas Atas
3. Dukungan Apple Pencil USB-C
Selama bertahun-tahun, stylus Apple Pencil identik dengan iPad. iPhone tidak mendapatkan dukungan Apple Pencil secara resmi.
Kondisi tersebut berubah melalui iPhone Duo. Apple menyatakan bahwa perangkat ini akan mendukung Apple Pencil USB-C. Namun, dukungan tersebut baru tersedia kemudian pada 2026, sehingga pengguna harus menunggu hingga fitur tersebut benar-benar dirilis.
Meski demikian, penggunaan stylus pada smartphone sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Dunia Android sudah memiliki banyak perangkat yang menawarkan dukungan stylus.
Samsung, misalnya, telah menghadirkan dukungan S Pen pada seri Galaxy Z Fold. Samsung Galaxy Z Fold 5 merupakan salah satu contoh perangkat foldable yang mendukung penggunaan stylus.
OPPO juga menawarkan stylus pada perangkat foldable tertentu melalui OPPO AI Pen.
Apple Pencil USB-C sendiri memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah tidak adanya fitur pressure sensitivity. Artinya, pengalaman menggunakan stylus tersebut tidak akan sama seperti Apple Pencil yang memiliki kemampuan lebih lengkap pada perangkat tertentu.
Tetap saja, masuknya dukungan stylus ke iPhone merupakan perubahan menarik. Pengguna iPhone Duo nantinya dapat memanfaatkan layar besar perangkat lipat untuk mencatat, menggambar, atau melakukan berbagai aktivitas lain yang membutuhkan input pena digital.
4. Multitasking Split View
Layar besar merupakan salah satu alasan utama orang membeli ponsel lipat. Kalau hanya digunakan untuk membuka satu aplikasi dalam satu waktu, ukuran layar tersebut tentu belum dimanfaatkan secara maksimal.
Apple memahami hal tersebut melalui fitur Split View pada iPhone Duo.
Split View memungkinkan pengguna membuka dua aplikasi secara bersamaan dalam posisi berdampingan. Dengan begitu, aktivitas multitasking menjadi lebih praktis.
Misalnya, pengguna dapat membuka aplikasi catatan sambil melihat informasi dari aplikasi lain. Drag and drop serta aktivitas copy paste juga dapat dilakukan dengan lebih mudah karena dua aplikasi tampil secara bersamaan.
Namun, lagi-lagi konsep ini sudah sangat lama dikenal di Android.
Pada HP Android, fitur serupa biasanya disebut split screen atau multi window. Bahkan, fitur tersebut sudah tersedia di berbagai perangkat Android, mulai dari entry level hingga flagship.
Perbedaannya lebih terletak pada nama dan implementasi dalam ekosistem masing-masing. Apple memberikan nama Split View pada fitur tersebut dan mengintegrasikannya dengan pengalaman penggunaan iPhone Duo.
Jadi, fitur ini bukan inovasi konsep multitasking baru, tetapi merupakan salah satu cara Apple memanfaatkan layar foldable yang luas.
5. Layar dengan Coating Anti-Reflektif
Layar utama iPhone Duo juga memiliki fitur yang mungkin terasa familiar bagi pengguna smartphone flagship Android.
Apple melapisi layar iPhone Duo dengan nano-texture dan coating anti-reflektif. Tujuannya adalah mengurangi pantulan cahaya dan bayangan sehingga tampilan layar tetap lebih mudah dilihat ketika digunakan di lingkungan dengan pencahayaan terang.
Teknologi anti-reflektif sebenarnya sudah hadir lebih dahulu di perangkat Android.
Samsung memperkenalkan teknologi serupa pada Galaxy S25 Ultra dan kemudian terus menggunakannya pada perangkat generasi berikutnya, termasuk lini Galaxy Z Fold 8.
Keberadaan lapisan anti-reflektif menjadi semakin penting pada perangkat foldable. Layar besar pada ponsel lipat dapat lebih mudah memantulkan sumber cahaya ketika digunakan di luar ruangan.
Dengan mengurangi pantulan tersebut, informasi pada layar dapat terlihat lebih jelas dan pengguna tidak perlu terlalu sering mengubah posisi perangkat untuk mencari sudut pandang yang nyaman.
Meski konsepnya serupa, Apple tetap menggabungkan teknologi tersebut dengan material dan karakteristik layar iPhone Duo.
6. Kid Cue untuk Menarik Perhatian Anak
Fitur terakhir yang cukup unik adalah Kid Cue.
Saat iPhone Duo dibuka, perangkat dapat menampilkan animasi tertentu pada layar luar. Animasi tersebut dirancang untuk menarik perhatian anak ketika pengguna ingin mengambil foto atau merekam video.
Fitur seperti ini tentu cukup sederhana jika dilihat dari sisi teknologi. Namun, manfaatnya bisa terasa ketika pengguna mencoba memotret anak kecil yang sulit diam atau tidak melihat ke arah kamera.
Menariknya, konsep tersebut juga bukan pertama kali muncul di smartphone.
Google sudah menghadirkan fitur Made You Look pada Pixel 9 Pro Fold pada 2024. Fitur tersebut memiliki tujuan yang serupa, yaitu membantu menarik perhatian anak agar melihat ke arah perangkat ketika foto diambil.
Perbedaannya terletak pada animasi dan implementasi yang digunakan.
Kehadiran Kid Cue menunjukkan bahwa Apple tidak hanya memikirkan spesifikasi dan performa ketika merancang iPhone Duo. Ada pula fitur kecil yang dirancang untuk menyelesaikan masalah praktis dalam penggunaan sehari-hari.
Apple Tidak Mengubah Tren Foldable, tetapi Menyempurnakannya
Kalau melihat keenam fitur tersebut, cukup jelas bahwa iPhone Duo tidak hadir untuk menciptakan seluruh kategori teknologi baru dari nol.
Fingerprint di tombol power sudah umum di Android. Kamera bawah layar juga telah digunakan sejak beberapa tahun lalu. Dukungan stylus sudah menjadi bagian dari sejumlah foldable Android. Multitasking dua aplikasi juga bukan hal baru, begitu pula layar anti-reflektif dan fitur untuk menarik perhatian anak.
Namun, kemiripan tersebut tidak otomatis berarti implementasinya identik.
Apple memiliki cara sendiri untuk mengintegrasikan fitur tersebut dengan perangkat keras, software, dan ekosistemnya. Misalnya, kamera bawah layar pada iPhone Duo lebih difokuskan untuk FaceTime, sedangkan dukungan stylus baru tersedia dengan Apple Pencil USB-C dan memiliki keterbatasan tertentu.
Apple tampaknya lebih berfokus pada bagaimana berbagai fitur tersebut dapat bekerja dalam pengalaman iPhone Duo daripada mencoba menemukan konsep yang benar-benar belum pernah ada.
Hal ini juga masuk akal karena teknologi foldable sendiri sudah berkembang cukup jauh di Android sebelum Apple akhirnya masuk ke kategori tersebut.
Dengan iPhone Duo, Apple membawa pendekatan khasnya ke pasar ponsel lipat. Beberapa fitur mungkin terasa familiar bagi pengguna Android, tetapi integrasi dan pengalaman pengguna yang ditawarkan Apple tetap menjadi bagian penting dari perangkat ini.
Pada akhirnya, persaingan foldable bukan hanya soal siapa yang pertama memperkenalkan sebuah teknologi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana teknologi tersebut dikemas, dioptimalkan, dan dibuat berguna dalam aktivitas sehari-hari.

Posting Komentar