6 Aplikasi Terbaik untuk Melacak Kalori dari Makanan yang Kamu Makan
6 Aplikasi Terbaik untuk Melacak Kalori dari Makanan yang Kamu Makan
Menjaga pola makan sekarang tidak harus selalu dilakukan dengan membawa kalkulator atau mencatat satu per satu kandungan makanan di buku. Berkat perkembangan teknologi, kamu bisa menggunakan aplikasi pelacak kalori untuk mengetahui berapa banyak energi yang masuk ke tubuh setiap hari.
Aplikasi semacam ini biasanya bekerja dengan cara yang cukup sederhana. Kamu tinggal mencari makanan di dalam database, memasukkan jumlah atau porsinya, kemudian aplikasi akan menghitung perkiraan kalori sekaligus kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi lainnya.
Beberapa aplikasi bahkan sudah dilengkapi pemindai barcode sehingga makanan kemasan bisa dicatat dengan lebih cepat. Ada pula layanan yang menawarkan pemindaian makanan menggunakan kamera, pencatatan olahraga, penghitung langkah, hingga fitur intermittent fasting.
Namun, banyaknya pilihan justru bisa membuat bingung. Tidak semua aplikasi memiliki database, tingkat detail nutrisi, fitur gratis, maupun pengalaman penggunaan yang sama. Karena itu, berikut enam aplikasi yang bisa dipertimbangkan untuk membantu mencatat asupan kalori sehari-hari.
1. MyNetDiary
MyNetDiary menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan aplikasi dengan database makanan yang cukup besar sekaligus informasi nutrisi yang detail.
Salah satu daya tarik utamanya adalah database makanan yang diklaim memiliki lebih dari dua juta item dan melalui proses verifikasi staf. Database tersebut juga dibangun menggunakan sumber seperti USDA dan NCC sehingga pengguna tidak hanya bergantung pada data yang dimasukkan oleh komunitas.
Hal ini penting karena kesalahan data makanan bisa membuat hasil pencatatan menjadi kurang akurat. Misalnya, satu jenis makanan dapat memiliki beberapa variasi ukuran porsi atau merek dengan kandungan kalori yang berbeda.
MyNetDiary tidak hanya berfokus pada hitungan kalori. Aplikasi ini juga dapat menampilkan informasi hingga 108 jenis nutrisi. Jadi, pengguna bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai apa yang dikonsumsi.
Versi gratisnya sudah menyediakan fitur seperti food diary dan pemindai barcode. Sementara itu, pengguna berlangganan dapat memperoleh fitur Meal Scan untuk membantu mengenali makanan melalui foto.
Menariknya lagi, MyNetDiary menyediakan pendekatan khusus untuk beberapa kebutuhan diet, termasuk diabetes, keto, serta pengguna obat GLP-1. Ada pula rencana diet lanjutan dan penyesuaian anggaran kalori berdasarkan perkembangan pengguna.
Jika kamu ingin aplikasi yang terasa seperti jurnal makanan digital dengan informasi nutrisi sangat lengkap, MyNetDiary layak masuk daftar pertimbangan.
2. Cronometer
Kalau prioritasmu adalah mengetahui detail nutrisi sedalam mungkin, Cronometer merupakan salah satu pilihan yang menarik.
Aplikasi ini dikenal karena menggunakan banyak sumber data makanan yang terverifikasi. Fokusnya bukan sekadar memberikan angka kalori, tetapi membantu pengguna memahami komposisi nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.
Cronometer dapat melacak hingga sekitar 95 jenis nutrisi. Informasi tersebut mencakup vitamin, mineral, asam amino, hingga asam lemak.
Dengan begitu, aplikasi ini cocok bagi pengguna yang tidak puas hanya mengetahui bahwa makan siangnya memiliki "500 kalori". Kamu bisa melihat lebih jauh apa yang menyusun angka tersebut.
Fitur pemindai barcode dan pencatatan makanan manual juga tersedia. Proses pencatatannya relatif straightforward sehingga pengguna bisa memasukkan makanan tanpa harus menghabiskan terlalu banyak waktu.
Kekurangannya, Cronometer mungkin terasa lebih sederhana dibandingkan aplikasi yang menawarkan banyak fitur tambahan. Aplikasi ini juga tidak terlalu berfokus pada penyediaan rencana makan khusus seperti beberapa kompetitornya.
Namun, justru kesederhanaan tersebut bisa menjadi kelebihan. Cronometer cocok untuk kamu yang ingin menjadikan aplikasi sebagai alat pemantau nutrisi, bukan sebagai platform kebugaran yang penuh fitur.
Baca juga : Tutorial Prompt ChatGPT & Gemini: Buat Kalender Konten 30 Hari Otomatis
3. Yazio
Yazio mencoba mengambil pendekatan yang lebih lengkap dengan menggabungkan pencatatan makanan, penghitungan kalori, kebugaran, dan intermittent fasting dalam satu aplikasi.
Ketika pertama kali digunakan, Yazio akan meminta pengguna menjawab beberapa pertanyaan untuk membantu menentukan target kalori. Setelah itu, aplikasi akan menampilkan berapa banyak kalori yang sudah dikonsumsi, berapa yang telah dibakar, serta berapa banyak anggaran kalori yang masih tersisa.
Tampilan semacam ini cukup membantu karena pengguna tidak perlu menghitung semuanya secara manual. Informasi mengenai protein, karbohidrat, dan lemak juga dapat ditampilkan sehingga perkembangan pola makan lebih mudah dipantau.
Yazio turut menyediakan pemindai barcode untuk makanan kemasan. Ada juga fitur pencatatan air minum yang bisa membantu pengguna membangun kebiasaan hidrasi.
Fitur yang cukup menarik adalah timer intermittent fasting. Pengguna dapat menentukan periode puasa dan makan sehingga aplikasi sekaligus berfungsi sebagai pengingat kapan waktunya makan kembali.
Sebagian fitur tambahan tersedia melalui versi berbayar. Karena itu, Yazio lebih cocok untuk pengguna yang ingin satu aplikasi menangani beberapa aspek gaya hidup sehat sekaligus.
4. FatSecret
FatSecret menawarkan pendekatan yang relatif sederhana dan praktis. Aplikasi ini memiliki berbagai fitur dasar yang biasanya dicari ketika seseorang ingin mulai menghitung kalori.
Ada food diary untuk mencatat makanan, database makanan, ringkasan nutrisi, pemindai barcode, serta fitur pencatatan olahraga.
Setiap kali makanan dimasukkan, aplikasi akan memperbarui total kalori dan makronutrien harian. Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui apakah konsumsi hariannya masih berada dalam target yang ditentukan.
Salah satu pendekatan FatSecret yang menarik adalah kalori yang terbakar melalui olahraga tidak otomatis ditambahkan kembali ke anggaran kalori harian. Bagi sebagian pengguna, pendekatan seperti ini terasa lebih konservatif karena aktivitas olahraga tidak langsung dianggap sebagai "jatah makan tambahan".
Fitur gratis yang cukup lengkap juga menjadi salah satu alasan FatSecret menarik untuk pengguna yang tidak ingin langsung membayar langganan.
Sementara itu, versi berbayarnya menyediakan fitur tambahan, termasuk pemindaian makanan menggunakan foto serta rencana diet yang dirancang dengan bantuan ahli gizi.
Kalau kamu baru pertama kali mencoba calorie tracking dan ingin memulai tanpa terlalu banyak fitur rumit, FatSecret bisa menjadi pilihan yang cukup masuk akal.
5. MyFitnessPal
Membicarakan aplikasi penghitung kalori rasanya kurang lengkap tanpa MyFitnessPal.
Nama ini sudah sangat dikenal di dunia pencatatan makanan dan kebugaran, salah satunya karena database makanan yang sangat besar. Pengguna dapat mencari berbagai makanan, produk kemasan, hingga menu restoran.
Pengalaman pengguna juga menjadi salah satu kekuatan MyFitnessPal. Pencatatan makanan dirancang agar berlangsung cepat, sementara ringkasan konsumsi kalori harian dapat dilihat dengan cukup jelas.
Selain makanan, aplikasi ini dapat digunakan untuk mencatat latihan secara manual serta menghitung langkah. Data aktivitas juga dapat disinkronkan dengan perangkat atau layanan kesehatan yang kompatibel.
MyFitnessPal memiliki komunitas berbasis topik yang bisa membantu pengguna mendapatkan motivasi terkait kebugaran maupun penurunan berat badan. Namun, komunitas tersebut tentu bukan pengganti konsultasi langsung dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan.
Kelemahan yang cukup penting adalah beberapa fitur yang tersedia gratis pada aplikasi lain, seperti pemindai barcode, dapat berada di balik paket berbayar.
Meski begitu, jika kamu menginginkan aplikasi dengan ekosistem besar dan database makanan yang luas, MyFitnessPal masih menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan.
6. Lose It!
Lose It! mengambil pendekatan yang lebih menekankan kesederhanaan. Pengguna bisa menetapkan anggaran kalori harian yang dipersonalisasi, mencatat makanan melalui pencarian, memantau berat badan, serta melihat perkembangan dari waktu ke waktu.
Database makanan yang ditawarkan juga sangat besar, dengan lebih dari 27 juta item menurut informasi yang dicantumkan pada layanan tersebut.
Bagi pengguna iPhone, Lose It! menyediakan widget yang dapat menampilkan informasi seperti target kalori dan makronutrien langsung dari layar perangkat. Android juga mendapatkan dukungan widget, meskipun implementasinya lebih sederhana.
Lose It! juga menarik bagi pengguna yang sudah memiliki perangkat kebugaran karena dapat terintegrasi dengan layanan seperti Fitbit, Garmin, Samsung Health, dan Apple Health untuk menyinkronkan data aktivitas.
Namun, sama seperti MyFitnessPal, fitur pemindai barcode tidak sepenuhnya menjadi bagian dari pengalaman gratisnya. Beberapa fitur tambahan lainnya juga tersedia melalui paket premium, termasuk timer puasa dan pengalaman tanpa iklan.
Bagi kamu yang tidak ingin aplikasi terlalu kompleks tetapi tetap membutuhkan fitur pencatatan makanan dan integrasi kebugaran, Lose It! bisa menjadi alternatif menarik.
Jangan Terlalu Terpaku pada Angka Kalori
Meskipun aplikasi-aplikasi di atas bisa membantu membuat pola makan lebih terukur, ada satu hal yang tetap perlu diingat: angka kalori yang ditampilkan aplikasi bukanlah angka yang selalu 100 persen presisi.
Ukuran bahan, cara memasak, merek makanan, jumlah minyak, ukuran porsi, dan berbagai faktor lainnya dapat membuat kandungan energi makanan berbeda. Foto makanan juga tidak selalu mampu mengetahui secara akurat berapa banyak bahan yang digunakan.
Karena itu, aplikasi pelacak kalori sebaiknya digunakan sebagai alat bantu untuk memahami pola makan, bukan sebagai satu-satunya sumber kebenaran.
Misalnya, jika selama ini kamu tidak sadar bahwa minuman manis ternyata menyumbang cukup banyak kalori, pencatatan selama beberapa hari bisa membuat hal tersebut terlihat dengan jelas. Dari sana, kamu bisa mulai mengambil keputusan yang lebih masuk akal.
Yang juga penting adalah jangan sampai aktivitas menghitung kalori berubah menjadi obsesi terhadap setiap angka. Pola makan sehat bukan cuma soal berapa kalori yang masuk, tetapi juga kualitas makanan, kecukupan protein, serat, vitamin, mineral, hidrasi, aktivitas fisik, dan kondisi tubuh secara keseluruhan.
Jadi, Mana yang Paling Cocok?
Tidak ada satu aplikasi yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang.
MyNetDiary menarik jika kamu mengutamakan database terverifikasi dan informasi nutrisi yang sangat detail. Cronometer cocok untuk pengguna yang ingin memantau vitamin, mineral, asam amino, dan nutrisi secara lebih mendalam.
Sementara itu, Yazio lebih cocok bagi pengguna yang ingin menggabungkan calorie tracking dengan intermittent fasting dan kebugaran. FatSecret bisa dipertimbangkan jika kamu mencari fitur gratis yang cukup lengkap.
Untuk database besar dan ekosistem kebugaran, MyFitnessPal masih menjadi pilihan populer. Sedangkan Lose It! cocok bagi pengguna yang menginginkan pengalaman pencatatan yang lebih sederhana sekaligus integrasi dengan berbagai platform kesehatan.
Pada akhirnya, aplikasi terbaik adalah aplikasi yang benar-benar kamu gunakan secara konsisten. Karena sehebat apa pun database atau fitur sebuah aplikasi, semuanya tidak akan banyak membantu kalau setelah tiga hari penggunaannya malah terlupakan di dalam folder aplikasi.
Mulailah dengan mencatat makanan yang memang biasa kamu makan sehari-hari. Setelah beberapa minggu, data tersebut bisa memberikan gambaran yang jauh lebih berguna tentang kebiasaan makanmu dibanding sekadar menebak-nebak apakah pola makanmu sudah sesuai target.

Posting Komentar