5 Chipset dengan Skor AnTuTu Tertinggi Edisi September 2026

Daftar Isi

 

5 Chipset dengan Skor AnTuTu Tertinggi Edisi September 2026



Persaingan chipset smartphone pada 2026 semakin sengit. Qualcomm dan MediaTek terus menghadirkan prosesor mobile dengan kemampuan yang semakin tinggi, terutama untuk perangkat kelas flagship dan flagship killer. Peningkatan performa tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjalankan aplikasi sehari-hari, tetapi juga mendukung gaming, fotografi, kecerdasan buatan (AI), konektivitas, hingga berbagai kebutuhan komputasi berat.

Salah satu cara yang cukup populer untuk melihat gambaran performa sebuah chipset adalah melalui benchmark AnTuTu. Platform benchmark ini menghasilkan skor berdasarkan sejumlah aspek performa perangkat. Secara umum, skor yang lebih tinggi menunjukkan kemampuan komputasi yang lebih tinggi dalam pengujian tersebut.

Namun, skor benchmark bukan satu-satunya faktor yang menentukan pengalaman menggunakan smartphone. Performa nyata juga dipengaruhi oleh sistem pendingin, RAM, penyimpanan, software, optimasi produsen, hingga kemampuan perangkat mempertahankan performa dalam penggunaan jangka panjang.

Meski begitu, daftar AnTuTu tetap menarik untuk melihat bagaimana persaingan chipset flagship berlangsung. Lantas, chipset apa saja yang masuk lima besar dengan skor AnTuTu tertinggi edisi September 2026?

1. Snapdragon 8 Elite Gen 5, Skor 3,9 Jutaan

Posisi teratas ditempati Snapdragon 8 Elite Gen 5. Berdasarkan daftar yang dibahas dalam sumber, chipset flagship Qualcomm ini mencatat skor AnTuTu v11 sekitar 3,9 jutaan.

Angka tersebut membuat Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjadi salah satu chipset mobile dengan performa tertinggi pada 2026. Qualcomm juga membawa sejumlah peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya.

Chipset ini menggunakan proses fabrikasi 3 nm dan dilengkapi GPU Adreno 840. Untuk kecepatan clock, Snapdragon 8 Elite Gen 5 dapat mencapai 4,6 GHz. Qualcomm juga membekalinya dengan modem Snapdragon X85 5G serta Qualcomm Spectra AI ISP untuk mendukung pemrosesan gambar dan berbagai kebutuhan kamera.

Dari sisi CPU, Snapdragon 8 Elite Gen 5 mengandalkan dua core Oryon Gen 3 Prime dan enam core Oryon Gen 3 Performance.

Qualcomm mengklaim performa CPU meningkat hingga 20 persen, sedangkan efisiensi CPU meningkat 35 persen. Di sisi GPU, peningkatan performanya mencapai 23 persen dengan efisiensi GPU meningkat hingga 20 persen. Qualcomm juga menyebut chipset ini mampu menawarkan penghematan daya hingga 16 persen.

Chipset tersebut sudah digunakan pada sejumlah smartphone kelas atas, termasuk Samsung Galaxy S26 Ultra, vivo X300 Ultra, HONOR Magic V6, dan iQOO 15 Ultra.

Dengan kombinasi performa tinggi dan efisiensi yang ditingkatkan, tidak mengherankan jika Snapdragon 8 Elite Gen 5 berada di posisi pertama dalam daftar ini.

2. MediaTek Dimensity 9500, Skor 3,4 Jutaan

Jika Snapdragon 8 Elite Gen 5 berada di puncak, MediaTek Dimensity 9500 menjadi salah satu pesaing terdekatnya. Chipset ini menempati posisi kedua dengan skor AnTuTu v11 sekitar 3,4 jutaan.

Dimensity 9500 juga dibuat menggunakan proses fabrikasi 3 nm. GPU yang digunakan adalah Mali-G1 Ultra MP12, sementara clock speed-nya dapat mencapai 4,2 GHz.

Menariknya, konfigurasi CPU Dimensity 9500 berbeda dari Snapdragon 8 Elite Gen 5. MediaTek menggunakan satu core C1-Ultra, tiga core C1-Premium, dan empat core C1-Pro.

MediaTek juga membawa peningkatan pada sisi cache. L1 cache diklaim memiliki kapasitas hingga dua kali lebih besar, sementara L3 cache meningkat sekitar 33 persen.

Untuk performa single-core, peningkatannya disebut mencapai 32 persen. Efisiensi CPU juga meningkat hingga 37 persen, sedangkan efisiensi core Ultra diklaim naik hingga 55 persen.

Dimensity 9500 menjadi jantung sejumlah smartphone flagship 2026. Beberapa perangkat yang menggunakan chipset tersebut antara lain vivo X300 Pro, OPPO Find X9, iQOO 15T, REDMI K90 Max, dan OPPO Find X9 Pro.

Kehadiran Dimensity 9500 menunjukkan bahwa MediaTek tidak sekadar menjadi pemain pendamping Qualcomm. Di kelas flagship, perusahaan ini sudah mampu menghadirkan chipset yang memiliki skor benchmark sangat tinggi.

Baca juga : 4 Alasan untuk Berpikir Dua Kali Sebelum Memasang Adblocker di Browser

3. Snapdragon 8 Elite, Skor 3,1 Jutaan

Menariknya, chipset yang dirilis pada 2024 masih mampu bertahan di lima besar. Snapdragon 8 Elite menempati posisi ketiga dengan skor AnTuTu v11 sekitar 3,1 jutaan.

Padahal, usianya sudah hampir dua tahun. Kemampuannya bersaing dengan chipset yang lebih baru menunjukkan bahwa Snapdragon 8 Elite masih memiliki performa yang sangat mumpuni.

Snapdragon 8 Elite menjadi salah satu chipset penting dalam sejarah Qualcomm karena menjadi generasi pertama yang menggunakan CPU Oryon. Konfigurasinya terdiri dari dua core Oryon Phoenix L dan enam core Oryon Phoenix M dengan clock speed hingga 4,3 GHz.

Chipset ini juga dibuat dengan proses fabrikasi 3 nm.

Ketika pertama diperkenalkan, Qualcomm menyebut Snapdragon 8 Elite membawa peningkatan performa CPU hingga 44 persen dan efisiensi hingga 45 persen dibandingkan Snapdragon 8 Gen 3. Performa GPU juga meningkat sekitar 40 persen, sementara penghematan daya mencapai sekitar 27 persen.

Qualcomm turut meningkatkan kemampuan AI untuk memenuhi kebutuhan perangkat modern yang semakin banyak menggunakan pemrosesan berbasis kecerdasan buatan.

Ada pula Snapdragon 8 Elite for Galaxy yang digunakan pada perangkat Samsung tertentu. Versi tersebut memiliki clock speed maksimal hingga 4,4 GHz.

Keberadaan Snapdragon 8 Elite dalam daftar ini menjadi bukti bahwa chipset flagship tidak langsung kehilangan relevansinya hanya karena muncul generasi baru. Dengan optimasi yang tepat, performanya masih mampu memenuhi kebutuhan pengguna berat.

4. Snapdragon 8 Gen 5, Skor 3 Jutaan

Di posisi keempat ada Snapdragon 8 Gen 5 dengan skor AnTuTu v11 sekitar 3 jutaan.

Chipset ini diperkenalkan pada akhir 2025. Meskipun bukan varian tertinggi Qualcomm, Snapdragon 8 Gen 5 memiliki spesifikasi yang membuatnya menarik untuk smartphone kelas menengah atas hingga flagship killer.

Menurut informasi yang dicantumkan dalam sumber, Snapdragon 8 Gen 5 menggunakan dua core Oryon Prime dan enam core Oryon Performance dengan clock speed mencapai 3,8 GHz.

Untuk kebutuhan grafis, Qualcomm membekalinya dengan GPU Adreno 829 yang menggunakan arsitektur Adreno 800.

Berbeda dengan chipset flagship teratas yang banyak digunakan pada smartphone ultra-premium, Snapdragon 8 Gen 5 justru menarik karena hadir di perangkat yang menawarkan performa tinggi dengan harga relatif lebih terjangkau.

Beberapa smartphone yang menggunakan chipset ini antara lain Motorola Signature, realme Neo 8, iQOO Z11 Turbo, iQOO 15R, OnePlus Ace 6T, dan OnePlus 15R.

Posisinya cukup mirip dengan lini Snapdragon 8s yang selama ini menjadi pilihan bagi produsen smartphone untuk menghadirkan perangkat berperforma tinggi tanpa harus menggunakan chipset flagship paling mahal.

Karena itu, Snapdragon 8 Gen 5 bisa menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengejar performa tinggi, tetapi tidak selalu ingin membeli smartphone ultra-premium.

5. MediaTek Dimensity 9500s, Skor 3 Jutaan

Menutup lima besar adalah MediaTek Dimensity 9500s. Chipset ini mencatat skor AnTuTu v11 sekitar 3 jutaan.

Dari penamaan dan spesifikasinya, Dimensity 9500s merupakan versi yang lebih rendah dibandingkan Dimensity 9500 reguler. Salah satu perbedaannya terlihat dari clock speed yang berada di angka 3,7 GHz.

GPU yang digunakan adalah Mali-G925 Immortalis MP12. Sementara itu, konfigurasi CPU terdiri dari satu core Cortex-X925, tiga core Cortex-X4, dan empat core Cortex-A720.

Meski berada di bawah Dimensity 9500 dalam hierarki, MediaTek tetap membekali versi 9500s dengan sejumlah teknologi untuk kebutuhan modern.

Untuk gaming, misalnya, tersedia MediaTek Adaptive Gaming Technology 3.0 atau MAGT 3.0 serta MediaTek Frame Rate Converter 3.0 atau MRFC 3.0. Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu meningkatkan frame rate sekaligus menjaga efisiensi.

MediaTek juga mengoptimalkan NPU untuk mendukung pemrosesan AI yang lebih cepat dan efisien.

Selain gaming, Dimensity 9500s berfokus pada fotografi, AI, dan konektivitas. Artinya, chipset ini tidak hanya mengejar angka benchmark, tetapi juga dirancang untuk menangani berbagai kebutuhan smartphone modern.

Qualcomm Masih Mendominasi, tetapi MediaTek Semakin Dekat

Melihat lima chipset dengan skor AnTuTu tertinggi edisi September 2026, dominasi Qualcomm masih terlihat jelas. Tiga dari lima posisi ditempati oleh seri Snapdragon 8, termasuk Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang berada di peringkat pertama.

Namun, MediaTek tidak bisa dianggap remeh. Dimensity 9500 berhasil menempati posisi kedua, sementara Dimensity 9500s melengkapi posisi kelima.

Persaingan tersebut menjadi kabar menarik bagi konsumen. Semakin sengit kompetisi Qualcomm dan MediaTek, semakin besar pula tekanan bagi kedua perusahaan untuk menghadirkan performa, efisiensi, dan fitur yang lebih baik.

Meski demikian, pengguna sebaiknya tidak memilih smartphone hanya berdasarkan skor AnTuTu. Dua perangkat dengan chipset yang sama bisa memberikan pengalaman berbeda karena dipengaruhi sistem pendingin, software, RAM, storage, baterai, dan optimasi masing-masing produsen.

Skor benchmark sebaiknya dijadikan salah satu referensi, bukan satu-satunya patokan.

Pada akhirnya, daftar September 2026 ini memperlihatkan satu hal yang cukup jelas: performa chipset smartphone flagship sudah berada di level yang sangat tinggi. Snapdragon masih memegang mahkota, tetapi MediaTek terus memberikan tekanan. Pertarungan dua raksasa chipset mobile ini tampaknya masih jauh dari kata selesai.

Posting Komentar