4 Fitur Apple Maps yang Belum Ada di Google Maps, Navigasi Jadi Lebih Pintar

Daftar Isi

 

4 Fitur Apple Maps yang Belum Ada di Google Maps, Navigasi Jadi Lebih Pintar



Google Maps memang sudah sangat familiar bagi pengguna smartphone. Aplikasi navigasi milik Google tersebut memiliki cakupan peta yang luas, informasi tempat yang lengkap, hingga Street View yang memudahkan pengguna mengenali kondisi lokasi sebelum berangkat.

Namun, bukan berarti Apple Maps tidak punya keunggulan. Dalam beberapa tahun terakhir, Apple terus mengembangkan layanan petanya agar tidak hanya mampu menunjukkan rute, tetapi juga memberikan pengalaman navigasi yang lebih terintegrasi dengan perangkat Apple.

Menariknya, beberapa fitur Apple Maps menawarkan pendekatan yang berbeda dari Google Maps. Fokusnya bukan hanya pada bagaimana pengguna menemukan rute, tetapi juga bagaimana petunjuk tersebut disampaikan, bagaimana navigasi tetap berjalan ketika tidak ada koneksi internet, serta bagaimana informasi perjalanan terhubung dengan perangkat seperti Apple Watch dan iPhone.

Berikut empat fitur Apple Maps yang menarik dan belum tersedia di Google Maps dengan pendekatan yang sama.

1. Rute Offline Lebih Spesifik untuk Pendakian

Google Maps sebenarnya sudah menyediakan fitur untuk mengunduh peta agar pengguna tetap bisa melakukan navigasi ketika tidak memiliki koneksi internet. Fitur ini sangat berguna ketika bepergian ke daerah dengan sinyal buruk atau saat pengguna sedang berada di luar negeri.

Namun, kebutuhan navigasi ketika berkendara di kota tentu berbeda dengan kebutuhan seorang pendaki.

Ketika mendaki gunung atau menjelajahi kawasan terpencil, pengguna tidak hanya membutuhkan gambaran jalan raya. Informasi seperti jalur pendakian, kontur wilayah, perubahan elevasi, dan trek yang akan dilewati justru jauh lebih penting.

Apple Maps menawarkan pendekatan yang lebih spesifik melalui kemampuan membuat dan menyimpan rute tertentu. Pengguna dapat menentukan perjalanan dari satu titik ke titik lainnya dan menyimpan rute tersebut untuk digunakan kemudian.

Rute yang dibuat juga dapat memberikan informasi topografi dan perubahan ketinggian. Hal ini membuat pengguna bisa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perjalanan, termasuk bagaimana medan akan berubah sepanjang rute.

Yang menarik, rute tersebut tetap dapat digunakan untuk memperoleh panduan navigasi meskipun perangkat berada di area tanpa sinyal.

Fitur seperti ini tentu lebih relevan bagi pengguna yang sering melakukan aktivitas luar ruangan. Ketika berada di wilayah terpencil, mengandalkan koneksi internet bukan pilihan yang ideal.

Dengan menyimpan rute sebelum berangkat, pengguna dapat mengurangi ketergantungan terhadap jaringan seluler.

2. Petunjuk Arah Tidak Sekadar Mengandalkan Jarak

Petunjuk navigasi biasanya menggunakan informasi jarak untuk memberitahu pengguna kapan harus berbelok.

Misalnya, pengguna bisa mendapatkan instruksi seperti “belok dalam 500 meter” atau “belok setelah 2 kilometer”. Cara tersebut memang sederhana, tetapi tidak selalu mudah dipahami ketika pengguna sedang berada di jalan yang ramai atau lingkungan yang benar-benar asing.

Masalahnya, pengguna harus terus memperkirakan jarak sambil mencocokkannya dengan kondisi jalan yang sedang dilewati.

Apple Maps mencoba memberikan pendekatan yang lebih kontekstual.

Alih-alih hanya mengandalkan angka jarak, petunjuk dapat menggunakan penanda yang lebih mudah dikenali di lingkungan sekitar. Misalnya, pengguna diarahkan untuk melewati lampu lalu lintas tertentu sebelum melakukan belokan di lokasi berikutnya.

Dengan cara tersebut, pengguna tidak hanya berpikir mengenai “berapa meter lagi harus belok”, tetapi juga mencari ciri nyata yang memang terlihat di jalan.

Pendekatan ini bisa terasa lebih natural karena manusia pada dasarnya lebih mudah mengenali lokasi berdasarkan landmark atau tanda tertentu dibandingkan menghitung jarak secara terus-menerus.

Fitur seperti ini juga berpotensi mengurangi kebutuhan pengguna untuk sering melihat layar smartphone ketika berkendara. Mata dapat tetap lebih fokus pada kondisi jalan, sementara instruksi membantu pengguna memahami posisi berdasarkan lingkungan sekitar.

Baca juga : Dunia Takut AI Lepas Kendali, Tombol Pembunuh Mulai Dibahas

3. Apple Watch Bisa Memberikan Petunjuk Belok Lewat Pola Getaran

Salah satu fitur Apple Maps yang menarik terlihat ketika layanan navigasi digunakan bersama Apple Watch.

Smartwatch memang bisa menjadi perangkat pendamping navigasi yang praktis. Pengguna tidak perlu terus mengeluarkan smartphone hanya untuk memastikan arah perjalanan.

Namun, getaran saja terkadang belum cukup.

Jika smartwatch hanya memberikan satu jenis getaran ketika pengguna mendekati persimpangan, pengguna tetap perlu melihat layar untuk mengetahui apakah harus belok ke kiri atau kanan.

Apple Maps mengambil pendekatan yang lebih detail dengan memanfaatkan haptic feedback pada Apple Watch.

Melalui Taptic Engine, Apple Watch dapat menggunakan pola getaran tertentu untuk menyampaikan informasi arah. Pola tersebut dirancang agar pengguna dapat membedakan instruksi tanpa harus melihat layar.

Dalam informasi yang dibahas, belokan ke kiri ditandai dengan tiga rangkaian tap ganda. Sementara itu, belokan ke kanan menggunakan rangkaian 12 tap cepat.

Ketika pengguna sudah sampai di tujuan, perangkat memberikan satu getaran panjang sebagai tanda bahwa perjalanan telah selesai.

Awalnya, pengguna tentu membutuhkan waktu untuk menghafalkan pola getaran tersebut. Namun, setelah terbiasa, sistem ini dapat membuat navigasi terasa lebih praktis.

Pengguna bisa berjalan atau berkendara sambil memantau kondisi sekitar tanpa harus terus melihat layar smartphone maupun layar kecil pada smartwatch.

Konsep ini menunjukkan bahwa navigasi tidak harus selalu disampaikan melalui visual. Informasi arah juga bisa diberikan melalui sentuhan atau getaran.

4. Terintegrasi Erat dengan Ekosistem Apple

Keunggulan Apple Maps lainnya adalah integrasinya dengan perangkat dan sistem operasi Apple.

Apple tidak hanya mengembangkan aplikasi Maps, tetapi juga membuat perangkat keras seperti iPhone dan Apple Watch sekaligus sistem operasi yang menjalankannya. Karena itu, Apple memiliki ruang yang lebih besar untuk menghubungkan berbagai fitur navigasi ke dalam pengalaman penggunaan perangkat secara keseluruhan.

Salah satu contohnya adalah Dynamic Island pada sejumlah model iPhone.

Ketika pengguna sedang melakukan navigasi kemudian berpindah ke aplikasi lain, informasi mengenai perjalanan masih dapat ditampilkan melalui area tersebut. Petunjuk arah berikutnya dapat terus diperbarui sehingga pengguna tidak selalu perlu membuka kembali aplikasi Maps.

Hal serupa juga dapat dirasakan melalui lock screen. Informasi navigasi dapat tetap terlihat ketika smartphone terkunci, sehingga pengguna lebih mudah mengetahui instruksi berikutnya tanpa harus masuk kembali ke aplikasi.

Integrasi seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi cukup penting dalam penggunaan sehari-hari.

Bayangkan seseorang sedang berkendara menggunakan navigasi. Ia ingin mengganti lagu, membaca pesan, atau membuka aplikasi lain. Jika petunjuk arah tetap dapat dipantau tanpa harus kembali ke aplikasi peta, proses tersebut terasa lebih praktis.

Di sinilah pendekatan Apple berbeda. Apple Maps bukan sekadar aplikasi peta yang berjalan di iPhone, tetapi dibuat agar menyatu dengan berbagai bagian dari ekosistem Apple.

Apple Maps Tidak Harus Menggantikan Google Maps

Membahas fitur Apple Maps yang belum dimiliki Google Maps bukan berarti salah satu aplikasi harus selalu dianggap lebih baik.

Google Maps masih mempunyai banyak keunggulan, terutama dari sisi cakupan layanan, informasi tempat, ketersediaan lintas platform, dan berbagai fitur navigasi yang sudah dikenal luas pengguna.

Apple Maps memiliki keunggulan yang lebih terasa bagi pengguna yang berada dalam ekosistem Apple.

Misalnya, pengguna yang memiliki iPhone dan Apple Watch dapat memanfaatkan integrasi perangkat untuk mendapatkan pengalaman navigasi yang lebih menyatu. Sementara itu, orang yang sering melakukan pendakian atau bepergian ke area dengan koneksi terbatas mungkin akan lebih tertarik dengan kemampuan rute offline yang lebih spesifik.

Dengan kata lain, pilihan aplikasi navigasi bisa kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna.

Navigasi Masa Kini Bukan Cuma Soal Peta

Perkembangan Apple Maps menunjukkan bahwa aplikasi navigasi sekarang tidak hanya berlomba dalam urusan peta dan akurasi rute.

Cara menyampaikan informasi juga menjadi bagian penting.

Rute offline membuat pengguna tetap bisa bepergian di wilayah tanpa sinyal. Petunjuk kontekstual membantu pengguna memahami arah berdasarkan kondisi nyata di jalan. Haptic feedback pada Apple Watch membuat instruksi bisa diterima tanpa harus melihat layar. Sementara itu, integrasi dengan Dynamic Island dan lock screen membuat informasi navigasi tetap mudah dipantau ketika pengguna berpindah aplikasi.

Empat fitur tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman navigasi dapat dibuat lebih natural dengan memanfaatkan berbagai kemampuan perangkat.

Bagi pengguna iPhone yang selama ini selalu mengandalkan Google Maps, Apple Maps mungkin layak dicoba sebagai alternatif. Apalagi jika pengguna sudah menggunakan perangkat Apple lainnya seperti Apple Watch.

Pada akhirnya, aplikasi navigasi terbaik bukan sekadar yang mampu menunjukkan jalan dari titik A ke titik B. Yang tidak kalah penting adalah seberapa mudah pengguna memahami petunjuk, seberapa baik aplikasi bekerja dalam kondisi tertentu, dan seberapa mulus layanan tersebut terintegrasi dengan perangkat yang digunakan sehari-hari.

Posting Komentar